Posted on — Leave a comment

Inovasi Teknologi Budidaya Kedelai Untuk Peningkatan Hasil

4. Pemeliharaan Tanaman.

a. Pemupukan – Pada lahan kering atau sawah yang subur tidak perlu dilakukan pemupukan untuk pertanaman kedelai. Demikian juga pada lahan sawah yang pada musim padi sebelumnya dilakukan pemupukan.

Pada lahan kering yang cukup subur, pertanaman kedelai bisa menggunakan takaran 75 kg Urea, 75 kg SP-36 dan 75 kg KCl per hektar. Sedangkan pada lahan kering yang kurang subur seperti tanah Podzolik Merah Kuning bisa menggunakan takaran 75 kg Urea, 100 kg SP-36 dan 100 kg KCl per hektar.

Pada lahan sawah yang cukup subur dimana padi sebelumnya tanpa  pupuk maka  untuk kedelai bisa menggunakan takaran  50 kg Urea, 60 kg SP-36 dan 100 kg KCl per hektar. Sedangkan untuk sawah yang kurang subur dapat menggunakan takaran 50 kg Urea, 90 kg SP-36 dan 75 kg KCl per hektar dengan substitusi bahan organik 5 ton per hektar.

Pemupukan dapat dilakukan saat tanam atau pada umur 7 hari. Paling lambat pemupukan telah dilakukan pada umur 14 hari. Pupuk bisa ditempatkan di dalam lobang tugal atau larikan disamping benih atau bibit, yaitu dengan jarak sekitar 7 cm. Terakhir lobang pupuk ditutup dengan tanah. Demikian juga tanah di sepanjang larikan diaduk.

b. Penyiangan

Gulma yang sering dijumpai pada pertanaman biasanya tergolong rumput, teki dan gulma berdaun lebar. Sama halnya dengan hama dan penyakit, pengendalian gulma dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti mekanis/manual (dicabut dengan tangan), kimiawi (memakai herbisida), kultur teknis atau kombinasinya.

Pengendalian gulma secara kultur teknis dilakukan 2 kali, pertama pada umur 2-3 minggu dan kedua pada umur 5-7 minggu. Pada saat ini sekaligus dilakukan pembumbunan atau penggemburan tanah, terutama pada penyiangan kedua.

c. Pengairan – Kedelai biasanya tidak memerlukan pengairan. Namun demikian kedelai peka terhadap kekurangan air pada awal pertumbuhan (umur 20-25 hari), saat berbunga (umur 35-40 hari), dan saat pengisian polong (umur 50-60 hari). Pada fase-fase tersebut pertanaman dijaga agar tidak kekeringan.

d. Pengendalian hama dan penyakit – Hama yang sering dijumpai pada pertanaman kedelai adalah lalat kacang (Ophiomya phaseoli), pengisap polong (Riptortus linearis), ulat grayak pemakan daun (Spodoptera litura), penggerek polong (Etiella zinckenella) dan ulat penggulung daun (Lamprosema indicata). Sedangkan penyakit utama kedelai adalah karat daun (Phakopsora pachyrhizi), hawar daun (Pseudomonas syringae), busuk batang dan akar (Schlerotium rolfsii).

Pengendalian hama dan penyakit termasuk kunci keberhasilan pertanaman kedelai. Sebaiknya pengendalian hama dan penyakit  dilakukan secara terpadu, seperti: Penanaman varietas yang tahan terhdap hama dan penyakit, penggunaan varietas genjah, menghindari penanaman tanaman inang, tanam serempak, pergiliran tanaman, menggunakan bahan kimia (feromon, insektisida, fungisida) dan lain-lain.

Pengendalian hama secara kimiawi dilakukan apabila populasi hama sudah mencapai ambang kendali. Ambang kendali untuk lalat kacang  bila ditemukan 1 imago per 50 rumpun tanaman.  Sedangkan untuk pengisap polong bila ditemukan 1 pasang imago per 20 rumpun tanaman.

Untuk ulat grayak pemakan daun ambang kendali apabila ditemukan 10 ekor instar pada fase vegetatif, 13 ekor instar pada fase pembungaan dan fase pembentukan polong dan 26 ekor instar pada fase pengisian polong.

Penyakit karat dikendalikan apabila tanaman yang terserang mencapai 30%. Fungisida yang dipakai antara lain Bayfolan, Benlate Dithane. Sedangkan penyakit busuk batang dan akar dikendalikan secara hayati antara lain menggunakan Trichoderma harzianum.

5. Panen dan Pengolahan Hasil.

Panen yang tepat akan mempengaruhi kualias biji dan benih kedelai. Panen dilakukan setelah 95 % polong masak yang dicirikan oleh warna polong coklat dan daun berwarna kuning. Panen dilakukan dengan sabit kemudian brangkasan ditumpuk ditempat pengeringan dengan ketebalan sampai 25 cm. Perontokan biji dapat dilakukan dengan cara manual atau menggunakan threser.

Baca juga: Pengkajian Beberapa Metode Rekomendasi Pemupukan Padi Sawah (Studi Kasus)

Demikianlah tulisan Peningkatan Hasil Kedelai Melalui Inovasi Teknologi Budidaya dapat disampaikan, semoga bermanfaat. Bagi pembaca yang ingin bertanya atau berkomentar dipersilahkan menghubungi email: winardikh5319@gmail.com atau WA: 082287428008. Kolom komentar juga tersedia di laman Kontak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *