Tutorial ini merupakan pengalaman penulis sendiri, baik berasal dari bahan bacaan maupun praktek secara mandiri. Semua yang disampaikan berupa pemahaman yang penulis dapatkan selama menggunakan website dengan judul situs Blog Winardi atau dengan nama domain winardivision.org.
Sasaran tutorial adalah pengguna baru aplikasi WordPress yang belum memahami seluk beluk website atau blog dengan baik. Sekaligus contoh-contoh yang akan diberikan berkaitan dengan website tersebut di atas. Penulis berusaha memberi pengertian kepada pengguna karena mungkin mempunyai latar belakang yang berbeda. Penulispun berusaha menggunakan bahasa yang sederhana.
Sebelum sampai tutorial kita singgung dulu kaitan antara laman, postingan, kategori dan menu. Dengan memahami pengertian dan keterkaitannya akan memudahkan bagi pemula untuk mengikuti tutorial untuk keempat komponen tersebut.
Website secara garis besar terdiri dua komponen utama, yaitu laman (halaman) dan postingan (artikel). Laman adalah bagian website yang bersifat statis. Artinya isi halaman tersebut berupa informasi atau penjelasan mengenai website yang tidak perlu banyak perubahan. Perubahan hanya akan dilakukan misalnya kalau ada hal-hal baru yang akan disampaikan oleh admin. Catatan, didalam website istilah laman sama saja dengan halaman.
Untuk website yang paling sederhana biasanya mempunyai 3 bentuk laman sesuai dengan fungsinya. Pertama, laman Beranda/Depan (Home Page). Laman Beranda adalah laman awal yang ditemukan pada waktu kita mengunjungi/membuka suatu website atau blog. Laman Home berguna untuk misalnya memuat ucapan selamat datang atau penjelasan tentang artikekel apa saja di dalam website atau blog kepada pengunjung. Laman ini biasanya diberi judul Beranda (Home).
Laman Depan ini bisa dibuka dengan menulis judul situs website, nama domain atau alamat URL. Alamat URL yaitu dengan tambahan https:// di depan nama domain. Kita contohkan saja untuk mengunjungi website milik penulis, silahkan menulis di bawah Google judul situs: Website Winardi atau alamat nama domain: winarditaniinfo.com. Kalau jaringan internet tidak bermasalah maka anda akan menemukannya.
Laman kedua yaitu laman untuk memberi penjelasan, misalnya deskripsi website atau profil admin/penulis. Laman ini biasanya diberi judul Tentang (About). Selanjutnya laman ketiga yaitu laman yang biasanya memberitahukan bagaimana pengunjung bisa menghubungi penulis/admin. Jadi pada halaman bentuk ketiga tersebut dapat tercantum nomor telpon/WA, email, akun media sosial dan lain-lain. Laman bentuk yang terakhir tersebut biasa diberi judul Kontak (Contact). Untuk masuk laman Tentang atau Kontak kita bisa menggunakan menu yang ada pada setiap laman karena terhubung oleh tautan (link).
Postingan (artikel) adalah hal yang pokok atau isi dari suatu website. Artinya postingan itulah yang sengaja disampaikan oleh admin/penulis untuk kebutuhan pembaca/pengunjung website. Postingan ini bersifat dinamis yaitu tergantung kronologi waktu. Ada postingan yang cepat habis kadaluarsanya, misalnya berita harian, mingguan dan sebagainya. Namun ada pula posting relatif bertahan lama, misalnya postingan tentang tutorial atau yang bersifat ilmiah. Selagi metode belum berubah maka postingan yang disebut kemudian masih relevan untuk jangka relatif lama. Laman yang menampung postingan ini bisa disebut Blog atau tergantung kepada yang memiliki website yang disesuaikan dengan bidang (niche) website.
Postingan adakalanya dirinci lagi menjadi beberapa Kategori. Tujuan pembagaian atas beberapa kategori tersebut adalah untuk memudahkan pencarian artikel oleh pembaca. Dengan menelusuri kategori tertentu pembaca berpeluang menemukan artikel yang dicari lebih cepat. Kategori yang disarankan berkisar 4-7 kategori. Untuk masuk ke postingan, seperti telah dijelaskan di atas bisa melalui menu yang tercantum di setiap laman website.
Sebelumnya penulis telah memberikan contoh bagaimana masuk ke laman Beranda, laman Tentang dan laman Kontak. Sekarang silahkan masuk ke postingan dari laman mana saja dengan menggunakan menu. Kalau sudah berhasil, anda akan menemukan bahwa penulis memberi judul laman postingan dengan nama Blog. Postingan tersebut terbagi atas 6 kategori, yaitu: Budidaya Tanaman, Prasarana Sarana Produksi, Teknologi Pertanian, Sosial Ekonomi, Lingkungan, dan Non Kategori.
Sedikit disinggung pula mengenai menu dan susunannya. Menu merupakan kunci yang bisa kita gunakan untuk berpindah dari satu laman ke laman lain dalam suatu website. Menu terdiri dari menu primer dan menu sekunder. Dalam hal ini kita berfokus untuk menu primer saja. Menu ini biasanya terletak pada bagian atas laman website.
Untuk website yang sederhana biasanya memiliki 4 komponen menu ( 3 untuk halaman dan 1 untuk menu postingan). Khusus untuk postingan, menu dapat dibagi lagi atas beberapa sub menu. Menu laman digunakan untuk membuka laman dan menu postingan untuk membuka laman induk (Blog, Website). Sedangkan sub menu digunakan untuk membuka kategori. Di bawah setiap kategoripun bisa pula dicantumkan judul-judul artikel.
Perlu dijelaskan bahwa dalam kasus website yang dijadikan contoh, penulis tidak menggunakan kategori di bawah Website sebagai induk tetapi menggunakan sub laman yang jumlah dan namanya sama dengan kategori. Apa beda menggunakan kategori dengan sub laman di bawah induk (Blog, Website) ? Jawabannya, apabila menggunakan kategori maka halaman langsung terisi oleh postingan-postingan yang sekategori sewaktu kita membuat berbagai postingan. Sedangkan dengan menggunakan sub laman, halaman yang muncul kosong. Dengan cara kedua ini kita bisa misalnya membuat judul-judul postingan saja, yaitu dengan cara mengentri baik teks dan gambar/media.
Baca juga: Penyiapan Kategori untuk Situs Web Word Press
Menyiapkan Laman.
Untuk bekerja sebagai admin kita harus bekerja dibawah menu Dasbor. Untuk itu kita masuk website melalui alamat URL admin, contoh untuk web di atas adalah https://winardivision.org/wp-admin/. Tentu saja bagi pengunjung seperti anda tidak bisa menggunakan alamat ini tetapi bisa melalui judul situs: Blog Winardi, alamat URL: https://winardivision.org atau nama domain: winardivision. Langkah-langkah menyiapkan laman adalah sebagai berikut:
1. Temukan menu Laman di bawah dasbor
2. Klik menu Tambah Baru
3. Beri judul laman , misalnya Beranda atau yang lainnya sesuai keinginan anda. Dalam pembuatam judul laman ada kololm Slug yang perlu diisi. Misalnya untuk judul laman Budidaya Tanaman maka dalam kolom Slug diisi: budidaya-tanaman (semua huruf kecil dan antar suku kata diberi tandap hubung).
4. Tambahkan konten atau isi laman dengan teks atau gambar/media. Kalau belum siap biarkan saja kosong terlebih dahulu nanti diisi pada waktu mengedit.
5. Publikasikan melalui menu Terbitkan atau simpan melalui menu Simpan Draft.
Buatlah laman sebanyak yang telah direncanakan sesuai langkah-langkah diatas. Kalau dalam contoh website diatas adalah total 9 laman. Kalau sudah siap seluruh laman maka untuk pemeriksaannya (edit) dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Kembali ke menu Laman
2. Klik menu SemuaLaman. Daftar seluruh laman akan muncul
3. Arahkan kursor ke nama laman. Akan muncul menu Sunting untuk menyunting konten laman. Ada pula pilihan menu Editcepat untuk melengkapi data/deskripsi laman. Selain itu ada pula pilihan menu Tampil untuk menayangkan laman dan menu Tong Sampah untuk menghapus laman.
Baca juga: Penyiapan Menu untuk Situs Web Word Press
Demikianlah menyiapkan laman dalam suatu website. Setelah laman ini akan ada penjelasan dalam penyiapan postingan, kategori dan menu. Dengan menguasai empat pengetahuan dasar ini akan memudahkan anda bekerja dalam WordPress.
Saya lahir pada tanggal 19 September 1953 di Nagari (Desa) Koto Tangah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Sedangkan kampung saya adalah Taeh Bukit yakni desa tetangga dari tempat saya lahir.
Bapak saya bernama Ali Khatib gelar Dt. Rajo nan Panjang. Bapak saya bekerja sebagai guru Sekolah Rakyat (SR) yang kemudian berubah nama menjadi Sekolah Dasar (SD). Sedangkan ibu saya adalah wanita biasa yang tinggal di desa tersebut.
Dari satu bapak dan satu ibu, saya adalah 6 bersaudara, lima orang laki-laki dan satu orang perempuan. Sedangkan dari pihak ibu yang lain (isteri ke 2 bapak) saya mempunyai 6 orang saudara lagi, 4 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.
Saya masuk SD pada Tahun Ajaran 1960/1961 di Taeh Bukit. Sekolah tersebut sejatinya berupa bangunan darurat yang didirikan begitu suasana konfrontrasi reda antara PRRI dengan Pemerintah RI. Pada saat kenaikan kelas 4 barulah sekolah kami pindah ke lokasi yang lebih permanen. Saya lulus ujian akhir pada tahun 1966.
Selain belajar di sekolah, saya juga ikut bergaul dengan teman sebaya serta membantu orang tua dalam pekerjaan sehari-hari. Jenis permainan yang diikuti dengan teman sepermainan, misalnya: pantak lele, siguliak, bodia-bodia botuang dan sipak bola limau (semuanya nama setempat).
Dalam membantu orang tua yang biasa dikerjakan adalah mengembalakan ternak kerbau. Pekerjaan ini dilakoni sepulang dari sekolah hingga magrib menjelang. Untuk menghindari terik panas matahari atau hujan kita perlu memakai tudung pandan yang cukup lebar.
Ilustrasi anak gembala (kibrispdr.org).
Kegiatan lain yang tak kalah pentingnya adalah belajar mengaji Al Qur’an. Kegiatan ini dilakukan pada malam hari. Tempatnya bisa di surau (mushola) atau di rumah pribadi orang yang bisa mengajarkan Al Quran.
B. Sekolah Menengah di Payakumbuh
Pada tahun 1967 saya masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Payakumbuh. Sekolah tersebut berlokasi di Kenagarian Koto nan Gadang sekitar 3 km dari pusat kota. Kota Payakumbuh sendiri berjarak sekitar 15 km dari kampungku.
Untuk keperluan ini saya harus pindah ke Kota Payakumbuh. Pada awalnya saya kos rumah bersama kakak laki-laki tertua. Dari tempat tinggal ke sekolah sekitar 3 km ditempuh hanya dengan berjalan kaki pagi dan siang. Tidak ada angkutan umum yang tersedia pada waktu itu.
Gedung SMP Negeri 2 sekarang (dulunya adalah SMP Negeri 3 Payakumbuh).
Banyak teman baru yang dijumpai di sekolah ini. Mereka berasal dari berbagai pelosok di Kabupaten Limapuluh Kota. Hal tersebut disebabkan masih terbatasnya sekolah menengah, seperti SMP dan SMA di wilayah ini.
Salah satu kegiatan sekolah yang masih membekas pada ingatan saya bahwa pada setiap Jumat pagi, pelajar diwajibkan membawa 2 buah tempurung (batok) kelapa. Tempurung tersebut dikumpulkan kemudian dibakar dalam lobang yang disiapkan untuk menghasilkan arang batok kelapa. Bagi yang tidak membawa siap-siap saja dapat hukuman dari guru yang terkenal disiplin, seperti Bapak Anis Durin atau Bapak Darmis.
Setamat SMP pada Tahun 1969 saya langsung masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Payakumbuh pada Tahun 1970. Sekolah tersebut adalah satu-satunya SMA yang ada dalam kota yang lokasinya berseberangan jalan dengan Makam Pahlawan di kawasan Labuh Basilang. Untuk mengikuti pendidikan ini saya kos rumah yang tidak terlalu jauh dari sekolah.
Setiap akhir minggu, pada hari Sabtu biasanya saya pulang kampung guna mengambil bekal sehari-hari. Jenis kendaraan yang biasa ditumpangi adalah bendi (delman). Untuk itu biasanya harus membuat janji dengan kusirnya terlebih dahulu. Bendi yang sering ditumpangi adalah bendi pak Munab karena sudah akrab dengannya.
Tidak banyak waktu yang bisa di gunakan untuk beristirahat di kampung. Biasanya sampai di kampung malam haripun tiba. Besok siangnya sudah harus bergegas untuk kembali ke Payakumbuh. Hal tersebut disebabkan terbatasnya kendaraan yang bisa ditumpangi.
Selain kendaraan yang terbatas juga tidak memadainya kondisi jalan menuju kampungku. Adapun desaku pada waktu itu tergolong desa terisolir. Dari Payakumbuh kita bisa menggunakan kendaraan hanya sampai desa Taeh Baruh.
Dari Taeh Baruh hendak menuju ke Taeh Bukit, pertama harus menyeberang Batang Sinamar dengan titian betungnya. Setelah itu melintasi pematang sawah sekitar 1,5 km jauhnya. Perjalanan masih dilanjutkan melalui jalan setapak di daerah perbukitan sekitar 2,5 km lagi.
Seperti dari SD hingga SMP saya tidak pernah tertinggal kelas demikian juga halnya di SMA. Pada tahun 1972 saya lulus dari SMA.
C. Kuliah pada Fakultas Pertanian, UNAND
Pada tahun 973 saya masuk Fakultas Pertanian, Universitas Andalas di Padang. Ada 80 an orang teman baru yang dijumpai di fakultas ini. Sebelum memulai perkuliahan mahasiswa baru diharuskan mengikuti POSMA (Pekan Orientasi Studi Mahasiswa).
Secara ringkas tujuan POSMA untuk mengenalkan kepada mahasiswa akan kehidupan kampus serta membentuk kepribadian yang lebih mandiri. Cuma saja dalam pelaksanaannya even ini sering dimanfaatkan untuk hura-hura bagi sebagian mahasiswa senior. Menurutku hal tersebut berpotensi menimbulkan kekerasan fisik maupun psikis.
Selama kuliah saya tinggal di Ulak Karang lebih kurang 2 km dari kampus Air Tawar. Kendaraan yang bisa ditumpangi adalah angkutan kota dengan nama Mini City Expres yang lazim disebut dengan City Expres saja.
Mahasiswa terdiri atas lima tingkat, yaitu tingkat 1, 2, 3, 4 dan 5. Tingkat 1 sampai dengan 3 merupakan masa perkuliahan umum yang diikuti seluruh mahasiswa. Tingkat 4 adalah tingkat dimana mahasiswa mengikuti perkuliahan berdasarkan jurusannya. Sedangkan tingkat 5 adalah masa penyusunan thesis dan penelitian.
Pada akhir semester 2 setiap tahun selalu diadakan sidang pengumuman untuk kenaikan tingkat ke tingkat 2, 3 atau 4. Momen-moment tersebut merupakan hal cukup menegangkan bagi mahasiswa. Adalah kepuasan tersendiri bagi yang langsung lulus (lulus pertama). Demikian juga bagi saya pribadi karena berhasil lulus pertama setiap kenaikan tingkat.
Bagi yang belum berhasil pada sidang pengumuman pertama akan diberikan ujian susulan untuk kemudian akan diumumkan lagi pada sidang pengumuman kedua. Bagi yang masih belum lulus juga maka diharuskan mengulang perkuliahan pada tahun berikutnya.
Naik ke tingkat 4 saya memilih jurusan Agronomi. Jurusan Agronomi termasuk jurusan yang digemari pada waktu itu. Yang menjadi salah satu kenangan bagi saya adalah diajaknya mahasiswa tingkat 4 untuk berdarmawisata ke Medan pada tahun 1976. Tujuan darmawisata adalah mengenalkan perkembangan pertanian, khususnya sektor perkebunan besar di sekitar kota Medan.
Sebelum melakukan penyusunan thesis dan pelaksanaan penelitian mahasiswa perlu mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN adalah cara mahasiswa untuk mengabdikan ilmu pengetahuan ditengah masyarakat. Saya waktu itu, tahun 1977 melaksanakan tugas KKN di Kenagarian Taluk, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan.
Dalam penyusunan thesis dan penelitian saya dibimbing oleh Ibu Ir. Mastina Jalil (Pembimbing I) dan Ibu Ir. Nursinah Nurdin (Pembing II). Hanya saja sebelum penelitian Dosen Pembimbing I memberi tugas untuk melakukan studi lapangan terlebih dahulu. Hal tersebut menyebabkan tertundanya kemajuan penelitian thesis sekitar 1 tahun.
Saya melakukan penelitian tentang penggunaan pupuk nitrogen pada berbagai sistem tanam tanaman jagung. Penelitian dilakukan pada Kebun Percobaan Fakultas Pertanian di Payakumbuh, tahun 1979. Akhirnya saya lulus ujian Sarjana Pertanian dan diwisuda pada bulan Oktober 1980.
D. Bekerja dan Berumah Tangga
Selepas wisuda maka saya mulai mencoba untuk mencari tempat kerja. Ada dua instansi yang memanggil lamaran kerja, yaitu Bank Bumi Daya di Jakarta dan Lembaga Pusat Penelitian Pertanian (LP3) di Bandar Buat, Padang. LP3 merupakan instansi di bawah Kementerian Pertanian. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya memutuskan bekerja di LP3.
Setelah memantapkan pekerjaan di LP3 dan tinggal di Padang maka selanjutnya timbul keinginan untuk membentuk rumah tangga. Dengan ikhtiar dan takdir dari Allah SWT maka saya berhasil menyunting gadis yang bernama Edis Suwarti pada tanggal 20 Mei 1982 di Payakumbuh.
Edis Suwarti lahir di Payakumbuh meskipun kedua orang tuanya berasal dari Bukittinggi. Sebelum menikah dengan saya, Edis Suwarti tinggal di Jakarta dalam menyelesaikan pendidikan Bidannya.
Lebih kurang satu tahun bekerja, saya diberi kesempatan untuk melanjutkan studi S-2 di Fakultas Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor (IPB). Di IPB saya memilih jurusan Ilmu Tanah untuk didalami.
Salah satu yang menarik bagi saya di IPB adalah mengikuti mata kuliah Geo Kimia. Mata kuliah tersebut diasuh oleh Bapak Dr. Muhammad Weiss. Dalam kuliah lapangan mahasiswa sempat diajak berkeliling Propinsi Jawa Barat. Tujuannya adalah untuk lebih memahami perkembangan ilmu tanah dari aspek geo kimia.
Selama studi di IPB saya dibimbing oleh tiga orang dosen, yaitu Bapak Dr. Ir. Lutfi Ibrahim Nasution (Dosen Pembimbing I), Bapak Dr. Ir Goeswono Supardi (Dosen Pembimbing II) dan Bapak Dr. Ir. Muhammad Satari (Dosen Penguji). Saya melakukan penelitian dengan topik penggunaan pupuk hijau pada tanah Podzolik Merah Kuning di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Penelitian berlangsung selama paruh awal tahun 1986.
Tepat pada tanggal 8 Agustus 1987 saya dan isteri beroleh Kurnia yang tak berhingga dari Allah SWT atas kelahiran putri kami di Bogor. Putri tersebut kami beri nama Arini Kurniadewi. Selanjutnya pada tahun berikutnya saya berhasil merampungkan penulisan tesis dan lulus ujian S-2 pada tanggal 4 Juni 1988.
Saya kembali ke kantor di Sumatera Barat pada tahun 1989. Kali ini kantor tempat saya bekerja telah berubah nama menjadi Balai Penelitian Tanaman Pangan (Balittan) yang berkantor pusat di Sukarami, Solok. Saya ditempatkan pada Sub Balai di Sitiung, Dharmasraya sebagai peneliti.
Disamping peneliti saya juga ditugaskan sebagai penanggung jawab laboratorium tanah dan tanaman serta koordinator peneliti dan teknisi. Selain itu saya juga terlibat sebagai peneliti kolaborasi dengan Lembaga Penelitian Padi Internasional (Internasional Rice Research Institute/IRRI).
Sehubungan kolaborasi dengan IRRI saya diberi kesempatan sebagai berikut: Tahun 1982, mengikuti pelatihan Budidaya Padi Berkelanjutan Berbasis Pengelolaan Kesuburan Tanah di Kantor Pusat IRRI (Filipina) selama 4 bulan; Tahun 1984, pelatihan analisis tanah di Laboratorium IRRI (Filipina) selama sebulan; dan Tahun 1988, mengikuti Simposium Padi Gogo (Chiang Mai, Thailand).
Pada tahun 2000 saya dipindahtugaskan sebagai tenaga detasir pada Instalasi Penelitian dan Pengkajian Tanaman Pangan (IPPTP) Bengkulu. IPPTP Bengkulu pada waktu itu merupakan bagian dari Balai Penelitian Tanaman Pangan Sukarami.
Di IPPTP Bengkulu saya berkonsentrasi melakukan penelitian/pengkajian pewilayahan komoditas pertanian berdasarkan zona agroekologi. Zona Agroekologi (ZAE) atau dalam Bahasa Inggrisnya Agroecology Zone (AEZ). ZAE merupakan metode dalam mengidentifikasi wilayah menggunakan faktor biofisik (iklim dan tanah) serta ditunjang faktor sosial ekonomi untuk pewilayahan komoditas pertanian.
Saya ditarik kembali ke kantor pusat BPTP Sumbar di Sukarami Solok pada tahun 2004. Di BPTP Sumbar saya menjadi anggota dari Kelompok Peneliti Sumberdaya. Adapun yang menjadi konsentrasi dari penelitian/pengkajian saya adalah berkaitan dengan faktor iklim dan tanah. BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) merupakan perubahan dari Balai Penelitian Tanaman Pangan yang telah dikemukakan sebelumnya.
Saya sekeluarga pada tahun 2006 pindah tempat tinggal di Padang meskipun masih tetap bekerja di Sukarami. Buat sementara kami tingga di Perumahan Dinas Kesehatan karena isteri saya juga bekerja pada instansi tersebut. Barulah pada tahun 2009 kami menempati rumah sendiri di Kelurahan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.
Rumah tempat tinggal saya di Bandar Buat, Padang.
Pada tahun 2011 saya berkesempatan melakukan ibadah Umrah ketanah suci Makkah dan Madinah. Pada kesempatan itu saya berangkat dengan ibunda Nilam. Alhamdulillah kami selamat dalam perjalanan pergi dan pulang.
Saya memasuki masa pensiun pada tahun 2018, yaitu setelah berdinas selama 38 tahun pada Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. Pangkat/golongan ruang PNS yang saya capai selama masa tersebut adalah Pembina Utama Muda/IV/c. Sedangkan jabatan peneliti adalah Peneliti Madya.
Pada tahun berikutnya merupakan cobaan yang berat dalam keluarga saya. Isteri telah pergi mendahului buat selamanya akibat penyakit yang dideritanya pada tanggal 26 Agustus 2019. Semoga dia husnul khatimah.
Pada tahun 2021 saya berkesempatan lagi melakukan ibadah Umroh ke tanah suci. Kali ini membawa serta ananda Arini Kurniadewi. Sebetulnya perjalanan ini direncanakan untuk membawa serta isteri. Namun sebelum terlaksana, isteri telah terlebih dahulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Alfatihah. Aamiin.
Pada suatu kesempatan dengan istri.
Bertugas sebagai peneliti bukan hanya membuat perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan hasil penelitian. Tetapi dituntut juga untuk melakukan penyebaran dan pengembangan hasil penelitian dalam bentuk karya ilmiah. Media untuk menyampaikan karya ilmiah tersebut antara lain dalam bentuk seminar, buku dan jurnal ilmiah. Beberapa judul karya tulis saya dapat di lihat pada Daftar 1.
Apabila pembaca berkenan membuka diinternret web saya: WinardiVision atau menghubungi tautan: https://winardivision.org/ maka akan dapat juga membaca beberapa tulisan saya. Demikian juga kalau ingin melihat saya di dalam instagram, silahkan cari akun: @winardi_vision01.
Daftar 1. Beberapa karya ilmiah dalam bentuk seminar:
1. Winardi., I. Manti, Buharman dan E. Basuno 2004. Studi pendasaran beberapa FSZ (Farming System Zone) di Propinsi Bengkulu. Hal. 338-358. Prosiding Seminar Nasional Kontribusi Hasil-Hasil Penelitian/Pengkajian Spesifik Lokasi Mendukung Pembangunan Pertanian Sumatera Barat. Departemen Pertanian.
2. Winardi. 2008. Status pemupukan padi sawah pada lahan irigasi di Sumatera Barat. Hal. 383-395. Prosiding Seminar Nasional dan Dialog Sumberdaya Lahan Pertanian (Buku 2: Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan). Departemen Pertanian.
3. Winardi. 2008. Perbaikan kesuburan tanah dan penggunaan varietas tenggang kemasan dalam pengembangan kedelai pada lahan kering masam. Hal. 371-382. Prosiding Seminar Nasional dan Dialog Sumberdaya Lahan Pertanian (Buku 2: Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan). Departemen Pertanian.
4. Winardi dan Yufdi, P. 2011. Potensi pengembangan sistem integrasi tanaman-ternak (SITT) di Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat berdasarkan peta zona agroekologi (ZAE) skala 1:50.000. Hal. 466-473. Dalam: Rauf, A., T. Irmansyah, Mukhlis dan Razali (Eds.). Prosiding Seminar Nasional Pertanian Presisi. Kerjasama Program Pascasarjana Fak. Pert. USU dengan Dinas Pert. Prop. Sumut dan BPPT Sumut.
5. Winardi dan Yufdi, P. 2011. Peluang pengembangan pola tanam padi sawah-palawija/sayuran di Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat berdasarkan peta zona agroekologi (ZAE) skala 1:50.000. Hal. 474-482. Dalam: Rauf, A., T. Irmansyah, Mukhlis dan Razali (Eds.). Prosiding Seminar Nasional Pertanian Presisi. Kerjasama Program Pascasarjana Fak. Pert. USU dengan Dinas Pert. Prop. Sumut dan BPPT Sumut.
6. Winardi dan Azwir. 2014. Pengujian beberapa varietas unggul padi sawah dengan beberapa cara tanam pada lahan sawah bukaan baru Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Hal. 899-909. Prosiding Seminar Nasional 2013 Inovasi Teknologi Padi Adaptif Perubahan Iklim Global Mendukung Surplus 10 Juta Ton Beras Tahun 2014 (Buku 2). Kementerian Pertanian.
7. Winardi. 2014. Prospek budidaya kedelai pada lahan sawah tadah hujan dan sawah irigasi sederhana untuk peningkatan produksi. Hal. 270-280. Dalam: Hutabarat B., Hermanto dan S. H. Susilowati (Penyunting). Prosiding Seminar Nasional Hari Pangan Sedunia ke 33 (Buku 1). Kementerian Pertanian.