Posted on

Vanili dan Teknologi Budidaya

6. Penanaman 

Lobang tanaman dibuat dengan ukuran (30  x 30) cm lebar dan 40 cm dalamnya. Jaraklobang berkisar 1-2 m, misalnya 1×1,5 m, 1,5 x 1,5 m dan 1 x 2 m. Pada tanah subur jarak  tanam bisa lebih lebar, begitu pula sebaliknya.

Tanaman vanili membutuhkan kelembaban tanah yang cukup. Oleh sebab itu sebaiknya diberi mulsa. Mulsa yang yang cukup baik adalah sabut kelapa. Selain itu sisa-sisa tanaman panjat bisa diberikan di pokok tanaman sebagai mulsa.

7. Pemeliharaan

Penyulaman dilakukan untuk tanaman yang tidak tumbuh. Pada umur 1 bulan sudah terlihat tanaman yang tidak tumbuh atau dengan pertumbuhan tidak normal. Hal ini dilakukan supaya pertumbuhan tanaman merata  di dalam kebun. Jadi dalam menyiapkan bibit perlu dicadangkan bibit sebagai penyulam.

Penyiangan dilakukan apabila gulma disekitar tanam cukup mengganggu tanaman. Penyiangan dapat dilakukan dengan pacul. Hati-hati agar akar tanamam tidak terputus. Penyiangan ini dimaksudkan juga untuk penggemburan tanah.

Pemupukan sangat penting untuk tanaman vanili  Hal ini semakin penting apabila lahan kurang mengandung humus. Apabila ingin menghasilkan vanili organik maka tanaman cukup diberi pupuk organik saja. Untuk setiap tanaman dapat diberikan sekitar 1/2 karung (10-15 kg) pupuk kandang per tanaman per tahun, yaitu setelah tanaman berumur 6 bulan di lapangan atau tanaman dewasa. Pupuk tersebut diberikan pada awal musim hujan. Kalau seandainya kekurangan stok pupuk kandang, dapat juga diberikan sisa-sisa tanaman lain sebagai mulsa.

Pengaturan rambat tanaman perlu dilakukan. Agar tanaman merambat dengan baik pada tiang panjat maka sulur-sulur diikat dengan tali agar cepat menempel ke tiang panjat. Juga perlu diperhatikan tiang panjat sekaligus fungsinya sebagai pelindung. Bila tanaman pelindung tidak tumbuh maka perlu ditanam pohon pelindung yang baru. Perlu juga dilakukan pemangkasan tanaman panjat secara berkala agar tidak terlalu tinggi dan rimbun.

Pemberantasan hama dan penyakit perlu mendapat perhatian kita. Bila terdapat gejala-gejala serangan hama dan penyakit cepat diatasi. Kalau terlihat hama masih sedikit, dicoba secara mekanis saja dulu, yaitu dengan mengumpulkan hama dan dimusnahkan. Kalau serangan dirasa meningkat baru diupayakan pemberantasan secara kimia seperti penggunaan insektisida dan fungisida.

Hama yang sering dijumpai adalah bekicot dan ulat. Namun biasanya hama tersebut tidak banyak berpengaruh.

Penyakit yang sering muncul adalah: (a) busuk batang yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxyporum, (b) busuk Sclerotium pada pangkal batang, (c) busuk pucuk dan buah oleh Phytopthora parasitika, dan (d) antraknosa oleh jamur Colleotrichum vanilla yang menyebabkan bercak batang dan daun.

8. Penyerbukan

Tanaman vanili perlu dilakukan penyerbukan agar menghasilkan buah yang cukup. Waktu penyerbukan yang baik adalah sekitar jam 9 pagi. Siapkan lidi atau tusukan gigi yang runcing ujungnya. Buka bunga vanili dan ambil serbuk sari dengan lidi atau tusuk gigi yang telah disiapkan. Pindahkan serbuk sari ke kepala putik. Kemudian kuncupkan bunga kembali secara hati-hati. Setelah 24 jam mahkota bunga akan layu. Kalau penyerbukan berhasil maka kita menunggu sekitar 9 bulan untuk bisa memanen buahnya.

9. Panen dan Pengolahan Hasil.   

Apabila buah sudah mulai kelihatan tanda-tanda menguning atau ujung buah sudah kuning adalah waktu yang tepat untuk melakukan panen. Buah segar kemudian dikeringkan baik menggunakan sinar matahari maupun alat pengering. Pengeringan dilakukan sampai batas kadar air 35 %.

10. Pola Tanam Tumpang Sari

Meskipun usahatani vanili menjanjikan ditinjau dari segi harga produksinya, namun sebagaimana kebanyakan komoditas lain selalu ada saja risiko bila diusahakan secara monokultur (tanaman seragam). Risiko tersebut bisa muncul sebagai akibat kegagalan panen atau harga produksi sedang jatuh.

Oleh karena itu alangkah bjaksananya melakukan budidaya vanili secara tumpang sari dengan komoditas pertanian lain. Kegagalan pada suatu pertanaman dapat ditutupi dengan  pertanaman lainnya. Dengan demikian petani tidak mengalami kerugian yang banyak.

Yang penting komoditas lain untuk tumpang sari tidak terlalu menutupi lahan untuk bertanam vanili. Sebagai ilustrasi dapat dikemukakan bahwa pertanaman vanili tumbuh baik di bawah pertanaman kelapa berumur 10-15 tahun. Pada kondisi tersebut cahaya yang masuk ke pertanaman vanili berkisar 40-50 %.

11. Bertanaman di Pekarangan atau Lahan Sempit

Disebabkan oleh berbagai faktor, seperti: a. Vanili dianggap sebagai komoditas yang menjajnjikan dari segi pendapatan;  b. Budidaya vanili relatif mudah; c. Banyak petani peminat tidak mempunyai lahan cukup luas ; dan d. Untuk meningkatkan keamanan hasil maka dari itu semua banyak usaha budidaya dilakukan di pekarangan atau lahan sempit, terutama di lingkungan perkotaan. Meskipun demikian prinsip budidaya pada lahan pekarangan atau lahan sempit sama saja dengan uraian yang telah dijelaskan sebelumnya. Hanya saja perlu melakukan berbagai penyesuian disana sini, misalnya tanaman panjat bisa diganti dengna balok kayu atau beton.

Ada beberapa keuntungan yang seharusnya diperoleh dengan bertanaman vanili di pekarangan atau lahan sempit, antara lain usahatani bisa dilakukan secara intensif dan keamanan hasil lebih terjaga.

Demikianlah tulisan dengan judul Vanili dan Teknologi Budidaya disampaikan semoga bermanfaat. Bagi pembaca yang ingin bertanya atau berkomentar dapat menghubungi Penulis melalui Email: winardikh5319@gmail.com;  Telp/WA: 082287428008  atau mengisi kolom komentar yang ada dipojok bawah menu “Kontak”