Oleh: Winardi Khatib

Vanili adalah tanaman penghasil bubuk vanili yang biasa djadikan pengharum makanan. Tanaman ini pada mulanya berasal dari negara Mexico. Berikut adalah uraian tanaman vanili dan teknologi budidayanya.
A. Taksonomi dan Morfologi
Nama ilmiah Vanili adalah Vanilla planifolia dengan klassifikassi tumbuhan sebagai berikut:
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Orchidales
Famili: Orchidaceae
Genus: Vanilla
Spesies: V. planifolia
Batang vanili berbentuk silindris berdiameter 1-2 cm dengan ruas-ruas sepanjang 5-15 cm. Batang berwarna hijau sampai hijau tua yang bersifat sukulen (berbatang lunak) karena kandungan air yang tinggi. Dari setiap ruas tumbuh akar gantung dan pada batang bisa tumbuh mata tunas baru.
Seperti halnya tanaman anggrek, vanili memiliki dua jenis akar, yaitu akar yang masuk ke dalam tanah dan akar gantung yang tumbuh pada batang. Akar yang tumbuh ke dalam tanah merupakan akar serabut, berwarna putih, panjang 1-2 m dan diameter 3-4 mm. Akar yang tumbuh ke dalam tanah berfungsi untuk menyerap air dan unsur hara dari dalam tanah. Sedangkan akar gantung untuk menempel pada tumbuhan lain karena vanili bersifat merambat.
Vanili berdaun tunggal yang berbentuk elips dimana pada bagian ujungnya lancip. Warna daun hijau muda hingga hijau tua, agak tebal dengan ukuran panjang 10-20 cm dan lebar sekitar 6 cm.
Bunga vanili tumbuh dalam bentuk tandan yang terdiri 15-20 bunga pertandan yang berwarna putih kehijauan. Bunga berbentuk terompet dengan ukuran panjang 5-10 cm. Daun tajuk terdiri atas 6 helai yang terpisah satu sama lain.
Buah vanili berbentuk polong dengan ukuran panjang 15-25 cm. Warna buah hijau hingga hijau kecoklatan, lunak dan berdaging. Buah bisa dipanen setelah berumur sekitar 9 bulan. Dari buah inilah dihasilkan bubuk vanili yang memberi rasa khas pada makanan atau minuman.
B. Nilai ekonomi
Sejak ratusan tahun yang silam vanili sudah terkenal untuk penambah rasa wangi dan sedap makanan dan minuman. Dipasaran tersedia ekstrak vanili yang diolah secara sintetis dan yang betul-betul alami. Ekstrak vanili alami jauh lebih mahal dibanding ekstrak sintetis.
Disamping sebagai resep untuk makanan dan minuman ternyata vanili memiliki manfaat yang cukup banyak untuk kesehatan. Diantara yang sudah diteliti, yaitu: 1. Sebagai penangkal bakteri; 2. Sebagai anti oksidan; 3. Menenangkan gejala depresi; dan 4. Mengandung mineral bermanfaat seperti magnesium dan kalium. Masih banyak lagi manfaat dari vanili yang perlu diteliti lebih lanjut.
Vanili dari Indonesia cukup terkenal di luar negeri dengan kualitas yang cukup bagus. Hal tersebut terutama pada era sebelum 1980 an. Namun setelah itu usahatani vanili merosot dengan tajam. Ada berbagai hal yang menyebabkan penurunan gairah untuk bertanam vanili, antara lain serangan hama penyakit, merosotnya harga vanili dipasaran internasional. Yang tidak kalah pentingnya yaitu seringnya kasus pencurian vanili disaat harga vanili sedang menguntungkan.
Dewasa ini harga vanili di pasaran internasional sudah mulai membaik. Untuk itu pemerintah mendorong petani meningkatkan produksi vanili kembali untuk tujuan ekspor. Vanili bersama komoditas perkebunan lainnya, seperti kopi, kelapa, lada dan pala ditargetkan untuk tumbuh tiga kali lipat selama lima tahun kedepan.
Sebagai gambaran harga vanili kering kualitas terbaik di pasar internasional dewasa ini mencapai Rp 7 juta/kg. Sedangkan ditingkat petani harganyanya berkisar dari Rp 3,5 juta sampai dengan Rp 4,5 juta/kg. Varietas yang direkomendasikan dewasa ini (Vania 1 dan Vania 2) mampu menghasilkan polong basah sekitar 2 t/ha. Polong basah bila dikeringkan akan diperoleh polong kering dengan rendemen sekitar 15 persen.
C. Budidaya
1. Persyaratan tanah dan iklim
Tanaman vanili dapat diusahakan pada wilayah dengan ketinggian tempat antara 1- 1200 m dari permukaan laut (dpl) dengan temperatur rata-rata 23 -26 C. Namun tempat yang paling sesuai adalah wilayah dengan ketinggian sekitar 350 m dpl. Curah hujan yang sesuai untuk tanaman vanili antara 1500 hingga 2500 mm/tahun. Tanaman vanili membutuhkan fase bulan kering sekitar 3 bulan pertahun untuk mendorong pembentukan bunga. Selain itu tanaman vanili tidak membutuhkan radiasi matahari langsung. Intensitas cahaya yang terbaik untuk tanaman vanili adalah sekitar 50 %.
Bila memungkinkan tanaman vanili diusahakan pada lahan yang subur yang memiliki kriteria sebagai berikut: tekstur lempung berpasir, drainase agak baik hingga baik, kemasaman tanah (pH) 5-7 dan mempunyai kandungan hara yang cukup tinggi. Sebagai contoh kandungan hara N lebih besar dari 0,5 %. Apabila tidak dimiliki lahan yang mempunyai kandungan hara yang cukup tinggi maka diperlukan penambahan pupuk, seperti pupuk nitrogen, pupuk fosfat dan pupuk kalium.
2. Pemilihan varietas
Salah satu faktor yang besar pengaruhnya terhadap keberhasilan pertanaman vanili adalah menanam varietas unggul. Dewasa ini varietas yang direkomendasikan oleh Kementerian Pertanian adalah Vania 1 dan Vania 2. Vania 1 mempunyai daya hasil rata-rata 2,1 ton/ha (t/ha). Sedangkan Vania 2 mempunyai daya hasil rata-rata 1,8 t/ha. Vania 1 mempunyai kandungan vanillin 2,808 %. Selanjutnya Vania 2 mempunyai kandungan vanillin 2,983 %.
3. Pembibitan
Bibit vanili bisa diperoleh secara vegetatif (stek) atau generatif (biji). Namun cara vegetatif lebih mudah dilakukan. Bibit secara vegetatif terbagi pula atas stek panjang dan stek pendek. Stek panjang (misalnya 6-8 ruas) bisa langsung ditanam di lapangan. Sedangkan stek pendek (minimal 1 buku dengan 1 lembar daun) harus disemaikan terlebih dahulu. Bibit dari persemaian baru bisa dipindahkan ke lapangan setelah berumur 6 bulan. Persemaian dilakukan di dalam polibag dengan media tumbuh yang baik (perbandingan tanah dengan pupuk kandang/kompos adalah 3:1).
4. Penanaman tanaman panjat
Karena vanili tumbuh merambat pada tanaman lain maka perlu disiapkan tanaman panjat sebelum bertanam vanili di lapangan. Pohon yang sering digunakan sebagai tanaman panjat adalah gliricidia, dadap dan lamtoro. Tanaman panjat sekaligus dimaksudkan sebagai pelindung tanaman vanili. Jarak tanaman panjat disesuaikan dengan jarak tanam vanili yang direncanakan. Jarak tanam vanili akan dijelaskan pada bab Penanaman.
5. Musim tanam.
Vanili ditanam pada awal musim hujan. Pada waktu penanaman tiang/pohon panjat telah bisa menaungi tanaman, yaitu telah berumur sekitar 6 bulan. Bila kondisi tersebut belum tercapai maka tanaman bisa dinaungi dengan cara lain. Misalnya, naungan bisa dibuat dari sisa-sisa tanaman atau rumput-rumputan.
