<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Sosial &#8211; WinardiVision </title>
	<atom:link href="https://winardivision.org/blog/tag/media-sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://winardivision.org</link>
	<description>Utama menginformasikan pertanian dan pengembangannya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Dec 2024 17:50:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/04/cropped-Screenshot_2024-04-02-09-20-58-696_com.android.chrome-32x32.jpg</url>
	<title>Media Sosial &#8211; WinardiVision </title>
	<link>https://winardivision.org</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menyiapkan Postingan untuk Situs web WordPress</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2022/10/04/menyiapkan-postingan-untuk-situs-wordpress/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2022/10/04/menyiapkan-postingan-untuk-situs-wordpress/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2022 04:45:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=1661</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Winardi Khatib Pendahuluan Tutorial ini merupakan pengalaman penulis sendiri, baik berasal dari bahan bacaan maupun praktek secara mandiri. Semua yang disampaikan berupa pemahaman yang penulis dapatkan selama menggunakan situsweb berjudul WinardiVision  atau dengan nama domain winardivision.org. Sasaran tutorial adalah pengguna baru aplikasi WordPress yang belum memahami seluk beluk website atau blog dengan baik. Sekaligus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Winardi Khatib</p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Tutorial ini merupakan pengalaman penulis sendiri, baik berasal dari bahan bacaan maupun praktek secara mandiri. Semua yang disampaikan berupa pemahaman yang penulis dapatkan selama menggunakan situsweb berjudul <strong>WinardiVision</strong>  atau dengan nama domain <strong>winardivision.org.</strong></p>
<p>Sasaran tutorial adalah pengguna baru aplikasi WordPress yang belum memahami seluk beluk website atau blog dengan baik. Sekaligus contoh-contoh yang diberikan berkaitan dengan website tersebut di atas. Penulis berusaha memberi pengertian kepada pengguna karena mungkin mempunyai latar belakang yang berbeda. Penulispun berusaha menggunakan bahasa yang sederhana.</p>
<p>Sebelum sampai tutorial kita singgung dulu kaitan antara postingan, laman, kategori dan menu. Dengan memahami pengertian dan keterkaitannya akan memudahkan bagi pemula untuk mengikuti tutorial untuk keempat komponen tersebut.</p>
<p>Website secara garis besar terdiri dua komponen utama, yaitu postingan (artikel) dan laman (halaman). <strong>Postingan (artikel)</strong> adalah hal yang pokok di dalam suatu website. Artinya postingan itulah yang sengaja disampaikan oleh admin/penulis untuk kebutuhan pembaca/pengunjung website. Postingan ini bersifat dinamis yaitu tergantung kronologi waktu. Ada postingan yang cepat  habis kadaluarsanya, misalnya berita. Namun ada posting relatif bertahan lama, misalnya postingan tentang tutorial atau bersifat ilmiah. Selagi metode belum berubah maka postingan yang disebut kemudian masih relevan untuk jangka relatif lama. Laman atau bagian yang memuat postingan ini bisa disebut <strong>Blog</strong> atau tergantung kepada yang memiliki website yang disesuaikan dengan bidang (niche) website.</p>
<p>Untuk masuk atau melihat postingan dalam suatu Website terlebih dahulu kita masuk dengan menulis judul situs, alamat URL atau nama domain di bawah Google. Bagian pertama yang terbuka disebut laman depan atau beranda. Nah di beranda ini tersedia menu yang bisa membuka halaman postingan. Contoh untuk masuk website penulis, anda bisa menuliskan judul situs: Blog Winardi, alamat URL: https://winardivision.org atau nama domain: winardivision.org.</p>
<p>Postingan a<span style="color: #333333;">dakalanya dirinci lagi menjadi beberapa <strong>Kategori</strong>. Tujuan pembagaian atas beberapa kategori tersebut adalah untuk memudahkan pencarian artikel oleh pembaca. Dengan menelusuri kategori tertentu pembaca berpeluang menemukan artikel yang dicari lebih cepat. Kategori yang disarankan berkisar 4-7 kategori. Sebagai contoh, anda akan melihat bahwa sebagai induk postingan penulis menggunakan istilah <strong>Blog</strong></span><span style="color: #333333;"><strong>.</strong> Selanjutnya induk tersebut dibagi atas beberapa kategori, yaitu: <strong>Budidaya Tanaman</strong>, <strong>Prasarana Sarana Produksi</strong>, <strong>Teknologi Pertanian</strong>, <strong>Sosial Ekonomi</strong>, <strong>Lingkungan</strong>, dan <strong>Non Kategori</strong>.</span></p>
<p>Berbeda dengan postingan, <strong>laman</strong> merupakan bagian yang berfungsi untuk menjelaskan tentang website. Laman isinya bersifat statis. Artinya isi halaman tersebut tidak akan banyak perubahan. Perubahan hanya akan dilakukan misalnya kalau ada hal-hal baru yang akan disampaikan oleh admin. Untuk website yang paling sederhana biasanya mempunyai 3 bentuk laman sesuai dengan fungsinya, yaitu: laman Beranda, Tentang dan Kontak. Catatan, didalam website istilah laman sama saja dengan halaman.</p>
<p>Laman depan yang sering ditandai dengan <strong>Beranda (Home)</strong> adalah laman depan atau awal yang ditemukan pada waktu kita mengunjungi/membuka suatu website atau blog. Laman ini berguna misalnya untuk memuat ucapan selamat datang atau penjelasan tentang artikekel apa saja di dalam website atau blog kepada pengunjung. Laman ini dibuka dengan judul situs, alamat URL atau naman domain, seperti telah dijelaskan sebelumnya.</p>
<p><a href="https://winarditaniinfo.com/blog/2022/09/20/menyiapkan-laman-untuk-situs-web-wordpress/"><span style="color: #00ccff;"><em>Baca juga: Penyiapan Laman untuk Situs Web Word Press</em></span></a></p>
<p>Laman kedua yaitu laman untuk memberi penjelasan, misalnya deskripsi website atau profil admin/penulis. Laman ini biasanya diberi judul <strong>Tentang (About). </strong>Selanjutnya laman ketiga yaitu laman yang biasanya memberitahukan bagaimana pengunjung bisa menghubungi penulis/admin. Jadi pada halaman bentuk ketiga tersebut dapat tercantum nomor telpon/WA, email, akun media sosial dan lain-lain. Laman bentuk yang terakhir tersebut biasa diberi judul <strong>Kontak (Contact)</strong>. Untuk masuk laman Tentang atau Kontak kita bisa menggunakan menu yang ada pada setiap laman karena terhubung oleh tautan (link).</p>
<p>Sedikit disinggung pula mengenai menu dan susunannya. <strong>Menu</strong> merupakan kunci yang bisa kita gunakan untuk berpindah dari satu laman ke laman lain dalam suatu website. Menu terdiri dari menu primer dan menu sekunder. Dalam hal ini kita berfokus untuk menu primer saja. Menu ini biasanya terletak pada bagian atas laman website.</p>
<p>Untuk website yang sederhana biasanya memiliki 4 komponen menu ( 3 untuk halaman dan 1 untuk menu postingan). Khusus untuk postingan, menu dapat dibagi lagi atas beberapa sub menu.  Menu laman digunakan untuk membuka laman dan menu postingan untuk membuka laman induk  (Blog, Website). Sedangkan sub menu digunakan untuk membuka kategori. Di bawah setiap kategoripun bisa pula dicantumkan judul-judul artikel.</p>
<p>Perlu dijelaskan bahwa dalam kasus website yang dijadikan contoh, penulis tidak menggunakan kategori di bawah Website sebagai induk tetapi menggunakan sub laman yang jumlah dan namanya sama dengan kategori. Apa beda menggunakan kategori dengan sub laman di bawah induk (Blog, Website) ? Jawabannya, apabila menggunakan kategori maka halaman langsung terisi oleh postingan-postingan yang sekategori sewaktu kita membuat berbagai postingan. Sedangkan dengan menggunakan sub laman, halaman yang muncul kosong. Dengan cara kedua ini kita bisa misalnya membuat judul-judul postingan saja, yaitu dengan cara mengentri baik teks dan gambar/media.</p>
<p><span style="color: #00ccff;"><em>Baca juga: Penyiapan Kategori untuk Situs Web Word Press</em></span></p>
<p><strong>Menyiapkan Postingan </strong></p>
<p>Untuk bekerja sebagai admin kita harus bekerja dibawah menu Dasbor. Untuk itu kita masuk blog melalui alamat URL admin, contoh untuk web di atas: <strong>https://winardivision.org/wp-admin/</strong> untuk website milik penulis. Tentu saja bagi pengunjung seperti anda tidak bisa menggunakan alamat ini tetapi bisa melalui judul situs: Blog Winardi, alamat URL: https://winardivision.org atau nama domain: winardivision.org. Langkah-langkah menyiapkan postingan adalah sebagai berikut:</p>
<p><span style="color: #808080;">1. Temukan menu <b>Pos</b> di di bawah dasbor</span></p>
<p><span style="color: #808080;">2. Klik menu <strong>Tambah Baru</strong></span></p>
<p><span style="color: #808080;">3. Beri judul laman pos sesuai artikel yang telah kita siapkan. Misalnya seperti salah satu judul dalam postingan penulis, yaitu: Tanaman Vanili dan Budidaya.</span></p>
<p><span style="color: #808080;">4. Tambahkan konten atau isi pos dengan teks atau gambar/media. Kalau belum siap biarkan saja kosong terlebih dahulu nanti diisi pada waktu mengedit.</span></p>
<p>5. Pada kolom Kategori isikan kategori yang sesuai judul. Contoh di website penulis, kategori yang sesuai adalah Budidaya Tanaman.</p>
<p>6. Pada kolom Tag isikan tag yang sesuai. Contoh untuk judul di atas tag yang sesuai adalah Tanaman Perkebunan. Jadi tag mirip dengan kategori tetapi tidak sama. Didalam website penulis, judul seperti diatas akan bisa ditelusuri melalui kategori (Budidaya Tanaman) dilain pihak akan bisa juga ditelusuri melalui tag (Tanaman Perkebunan). Penetapan nama tag tergantung kepada pengetahuan atau wawasan dari yng punya website itu sendiri.</p>
<p><span style="color: #808080;">7. Publikasikan pos melalui menu <strong>Terbitkan</strong> atau simpan melalui menu <strong>Simpan Draft.</strong></span></p>
<p><span style="color: #808080;">Selanjutnya bisa kita periksa atau edit pos yang telah kita buat. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:</span></p>
<p>1. Temukan kembali menu <b>Pos </b>di bawah dasbor</p>
<p>2. Klik menu <b>Semua Pos. </b>Akan muncul daftar pos-pos yang telah kita siapkan<b>.</b></p>
<p>3. Arahkan kursor ke nama pos. Akan ada pilihan menu <strong>Sunting</strong> untuk menyunting konten pos yang telah dikerjakan. Ada pula menu <strong>Edit</strong> <strong>cepat</strong> untuk melengkapi data/deskripsi pos. Selain itu ada pula menu <strong>Tampil</strong> untuk menayangkan pos dan menu <strong>Tong Sampah</strong> untuk menghapus pos.</p>
<p><span style="color: #00ccff;"><em>Baca juga: Penyiapan Menu untuk Situs Web Word Press</em></span></p>
<p>Demikianlah menyiapkan pos dalam suatu website. Setelah pos ini akan ada penjelasan dalam menyiapkan laman, kategori dan menu. Dengan menguasai empat pengetahuan dasar ini akan memudahkan anda bekerja dalam WordPress.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2022/10/04/menyiapkan-postingan-untuk-situs-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyiapkan Laman untuk Situs Web WordPress</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2022/09/18/menyiapkan-laman-untuk-blog-wordpresss/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2022 02:37:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=1645</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Winardi Khatib Pendahuluan Tutorial ini merupakan pengalaman penulis sendiri, baik berasal dari bahan bacaan maupun praktek secara mandiri. Semua yang disampaikan berupa pemahaman yang penulis dapatkan selama menggunakan website dengan judul situs Blog Winardi atau dengan nama domain winardivision.org. Sasaran tutorial adalah pengguna baru aplikasi WordPress yang belum memahami seluk beluk website atau blog dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Winardi Khatib</p>
<p><span style="color: #808080;"><strong>Pendahuluan</strong></span></p>
<p><span style="color: #808080;">Tutorial ini merupakan pengalaman penulis sendiri, baik berasal dari bahan bacaan maupun praktek secara mandiri. Semua yang disampaikan berupa pemahaman yang penulis dapatkan selama menggunakan website dengan judul situs <strong>Blog </strong><strong>Winardi </strong>atau dengan nama domain <strong>winardivision.org</strong>.</span></p>
<p><span style="color: #808080;">Sasaran tutorial adalah pengguna baru aplikasi WordPress yang belum memahami seluk beluk website atau blog dengan baik. Sekaligus contoh-contoh yang akan diberikan berkaitan dengan website tersebut di atas. Penulis berusaha memberi pengertian kepada pengguna karena mungkin mempunyai latar belakang yang berbeda. Penulispun berusaha menggunakan bahasa yang sederhana.</span></p>
<p><span style="color: #808080;"> Sebelum sampai tutorial kita singgung dulu kaitan antara laman, postingan, kategori dan menu. Dengan memahami pengertian dan keterkaitannya akan memudahkan bagi pemula untuk mengikuti tutorial untuk keempat komponen tersebut.</span></p>
<p><span style="color: #808080;">Website secara garis besar terdiri dua komponen utama, yaitu laman (halaman) dan postingan (artikel). Laman adalah bagian website yang bersifat statis. Artinya isi halaman tersebut berupa informasi atau penjelasan mengenai website yang tidak perlu banyak perubahan. Perubahan hanya akan dilakukan misalnya kalau ada hal-hal baru yang akan disampaikan oleh admin. Catatan, didalam website istilah laman sama saja dengan halaman.</span></p>
<p><span style="color: #808080;">Untuk website yang paling sederhana biasanya mempunyai 3 bentuk laman sesuai dengan fungsinya. Pertama, laman Beranda/Depan  (Home Page). Laman Beranda adalah laman awal yang ditemukan pada waktu kita mengunjungi/membuka suatu website atau blog. Laman Home berguna untuk misalnya memuat ucapan selamat datang atau penjelasan tentang artikekel apa saja di dalam website atau blog kepada pengunjung. Laman ini biasanya diberi judul <strong>Beranda (Home).</strong></span></p>
<p><span style="color: #808080;">Laman Depan ini bisa dibuka dengan menulis judul situs website,  nama domain atau alamat URL. Alamat URL yaitu dengan tambahan https:// di depan nama domain. Kita contohkan saja untuk mengunjungi website milik penulis, silahkan menulis di bawah Google judul situs: Website Winardi atau alamat nama domain: winarditaniinfo.com. Kalau jaringan internet tidak bermasalah maka anda akan menemukannya.</span></p>
<p><a href="https://winarditaniinfo.com/blog/2022/09/26/menyiapkan-postingan-untuk-situs-web-word-press/"><em><span style="color: #00ccff;">Baca juga: Penyiapan Postingan untuk Situs Web Word Press</span></em></a></p>
<p><span style="color: #808080;">Laman kedua yaitu laman untuk memberi penjelasan, misalnya deskripsi website atau profil admin/penulis. Laman ini biasanya diberi judul <strong>Tentang (About). </strong>Selanjutnya laman ketiga yaitu laman yang biasanya memberitahukan bagaimana pengunjung bisa menghubungi penulis/admin. Jadi pada halaman bentuk ketiga tersebut dapat tercantum nomor telpon/WA, email, akun media sosial dan lain-lain. Laman bentuk yang terakhir tersebut biasa diberi judul <strong>Kontak (Contact)</strong>. Untuk masuk laman Tentang atau Kontak kita bisa menggunakan menu yang ada pada setiap laman karena terhubung oleh tautan (link).</span></p>
<p><span style="color: #808080;"><strong>Postingan (artikel)</strong> adalah hal yang pokok atau isi dari suatu website. Artinya postingan itulah yang sengaja disampaikan oleh admin/penulis untuk kebutuhan pembaca/pengunjung website. Postingan ini bersifat dinamis yaitu tergantung kronologi waktu. Ada postingan yang cepat  habis kadaluarsanya, misalnya berita harian, mingguan dan sebagainya. Namun ada pula posting relatif bertahan lama, misalnya postingan tentang tutorial atau yang bersifat ilmiah. Selagi metode belum berubah maka postingan yang disebut kemudian masih relevan untuk jangka relatif lama. Laman yang menampung postingan ini bisa disebut <strong>Blog</strong> atau tergantung kepada yang memiliki website yang disesuaikan dengan bidang (niche) website.</span></p>
<p><span style="color: #808080;">Postingan adakalanya dirinci lagi menjadi beberapa K<strong>ategori</strong>. Tujuan pembagaian atas beberapa kategori tersebut adalah untuk memudahkan pencarian artikel oleh pembaca. Dengan menelusuri kategori tertentu pembaca berpeluang menemukan artikel yang dicari lebih cepat. Kategori yang disarankan berkisar 4-7 kategori. Untuk  masuk ke postingan, seperti telah dijelaskan di atas bisa melalui menu yang tercantum di setiap laman website. </span></p>
<p><span style="color: #808080;">Sebelumnya penulis telah memberikan contoh bagaimana masuk ke laman Beranda, laman Tentang dan laman Kontak. Sekarang silahkan masuk ke postingan dari laman mana saja dengan menggunakan menu. Kalau sudah berhasil, anda akan  menemukan bahwa penulis memberi judul laman postingan dengan nama <strong>Blog</strong>. Postingan  tersebut terbagi atas 6 kategori, yaitu: <strong>Budidaya Tanaman</strong>, <strong>Prasarana Sarana Produksi</strong>, <strong>Teknologi Pertanian</strong>, <strong>Sosial Ekonomi</strong>, <strong>Lingkungan</strong>, dan <strong>Non Kategori</strong>.</span></p>
<p>Sedikit disinggung pula mengenai menu dan susunannya. <strong>Menu</strong> merupakan kunci yang bisa kita gunakan untuk berpindah dari satu laman ke laman lain dalam suatu website. Menu terdiri dari menu primer dan menu sekunder. Dalam hal ini kita berfokus untuk menu primer saja. Menu ini biasanya terletak pada bagian atas laman website.</p>
<p>Untuk website yang sederhana biasanya memiliki 4 komponen menu ( 3 untuk halaman dan 1 untuk menu postingan). Khusus untuk postingan, menu dapat dibagi lagi atas beberapa sub menu.  Menu laman digunakan untuk membuka laman dan menu postingan untuk membuka laman induk  (Blog, Website). Sedangkan sub menu digunakan untuk membuka kategori. Di bawah setiap kategoripun bisa pula dicantumkan judul-judul artikel.</p>
<p>Perlu dijelaskan bahwa dalam kasus website yang dijadikan contoh, penulis tidak menggunakan kategori di bawah Website sebagai induk tetapi menggunakan sub laman yang jumlah dan namanya sama dengan kategori. Apa beda menggunakan kategori dengan sub laman di bawah induk (Blog, Website) ? Jawabannya, apabila menggunakan kategori maka halaman langsung terisi oleh postingan-postingan yang sekategori sewaktu kita membuat berbagai postingan. Sedangkan dengan menggunakan sub laman, halaman yang muncul kosong. Dengan cara kedua ini kita bisa misalnya membuat judul-judul postingan saja, yaitu dengan cara mengentri baik teks dan gambar/media.</p>
<p><em><span style="color: #00ccff;">Baca juga: Penyiapan Kategori untuk Situs Web Word Press</span></em></p>
<p><span style="color: #808080;"><strong>Menyiapkan Laman</strong>.</span></p>
<p><span style="color: #808080;">Untuk bekerja sebagai admin kita harus bekerja dibawah menu Dasbor. Untuk itu kita masuk website melalui alamat URL admin, contoh untuk web di atas adalah <strong>https://winardivision.org/wp-admin/</strong>. Tentu saja bagi pengunjung seperti anda tidak bisa menggunakan alamat ini tetapi bisa melalui judul situs: Blog Winardi, alamat URL: https://winardivision.org atau nama domain: winardivision. Langkah-langkah menyiapkan laman adalah sebagai berikut:</span></p>
<p><span style="color: #808080;">1. Temukan menu <strong>Laman</strong> di bawah dasbor</span></p>
<p><span style="color: #808080;">2. Klik menu <strong>Tambah Baru</strong></span></p>
<p><span style="color: #808080;">3. Beri judul laman , misalnya <strong>Beranda</strong> atau yang lainnya sesuai keinginan anda. Dalam pembuatam judul laman ada kololm <strong>Slug</strong> yang perlu diisi. Misalnya untuk judul laman Budidaya Tanaman maka dalam kolom Slug diisi: budidaya-tanaman (semua huruf kecil dan antar suku kata diberi tandap hubung).</span></p>
<p><span style="color: #808080;">4. Tambahkan konten atau isi laman dengan teks atau gambar/media. Kalau belum siap biarkan saja kosong terlebih dahulu nanti diisi pada waktu mengedit.</span></p>
<p><span style="color: #808080;">5. Publikasikan melalui menu <strong>Terbitkan</strong> atau simpan melalui menu <strong>Simpan Draft.</strong></span></p>
<p><span style="color: #808080;">Buatlah laman sebanyak yang telah direncanakan sesuai langkah-langkah diatas. Kalau dalam contoh website diatas adalah total 9 laman. Kalau sudah siap seluruh laman maka untuk pemeriksaannya (edit) dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:</span></p>
<p><span style="color: #808080;">1. Kembali ke menu <strong>Laman</strong></span></p>
<p><span style="color: #808080;">2. Klik menu <strong>Semua</strong> <strong>Laman. </strong>Daftar seluruh laman akan muncul</span></p>
<p><span style="color: #808080;">3. Arahkan kursor ke nama laman. Akan muncul menu <strong>Sunting</strong> untuk menyunting konten laman. Ada pula pilihan menu <strong>Edit</strong> <strong>cepat</strong> untuk melengkapi data/deskripsi laman. Selain itu ada pula pilihan menu <strong>Tampil</strong> untuk menayangkan laman dan menu <strong>Tong Sampah</strong> untuk menghapus laman.</span></p>
<p><em><span style="color: #00ccff;">Baca juga: Penyiapan Menu untuk Situs Web Word Press</span></em></p>
<p><span style="color: #808080;">Demikianlah menyiapkan laman dalam suatu website. Setelah laman ini akan ada penjelasan dalam penyiapan postingan, kategori dan menu. Dengan menguasai empat pengetahuan dasar ini akan memudahkan anda bekerja dalam WordPress.</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 14/168 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: winardivision.org @ 2025-05-14 17:58:29 by W3 Total Cache
-->