<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Umum &#8211; WinardiVision </title>
	<atom:link href="https://winardivision.org/blog/category/artikel-umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://winardivision.org</link>
	<description>Utama menginformasikan pertanian dan pengembangannya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Jan 2025 04:44:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/04/cropped-Screenshot_2024-04-02-09-20-58-696_com.android.chrome-32x32.jpg</url>
	<title>Artikel Umum &#8211; WinardiVision </title>
	<link>https://winardivision.org</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gunung Bungsu Destinasi Wisata Potensial di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2024/12/18/wisata-gunung-bungsu-di-kabupaten-limapuluh-kota-sumbar/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2024/12/18/wisata-gunung-bungsu-di-kabupaten-limapuluh-kota-sumbar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Dec 2024 10:45:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=5954</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Winardi Khatib Gunung Bungsu terletak di Nagari Taeh Bukik, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Propinsi Sumatera Barat. Meskipun demikian sebenarnya ada beberapa nagari lain yang terletak disekitar Gunung Bungsu, yaitu nagari Lubuak Batingkok, nagari Gurun dan nagari Solok Bio Bio (semunya di Kecamatan Harau) serta nagari Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka. Dari kota Payakumbuh kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Winardi Khatib</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5975" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241220_1059262.jpg" alt="" width="458" height="306" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241220_1059262.jpg 458w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241220_1059262-300x200.jpg 300w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241220_1059262-416x278.jpg 416w" sizes="(max-width: 458px) 100vw, 458px" /></p>
<p>Gunung Bungsu terletak di Nagari Taeh Bukik, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Propinsi Sumatera Barat. Meskipun demikian sebenarnya ada beberapa nagari lain yang terletak disekitar Gunung Bungsu, yaitu nagari Lubuak Batingkok, nagari Gurun dan nagari Solok Bio Bio (semunya di Kecamatan Harau) serta nagari Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka. Dari kota Payakumbuh kita menempuh jalan sekitar 15 km kearah utara untuk sampai di Taeh Bukik tempat memulai pendakian.</p>
<p>Gunung Bungsu terletak di gugusan Bukit Barisan dengan ketinggian 1253 m dpl. (dari permukaan laut). Tidak terlalu tinggi sebenarnya namun gunung ini memiliki banyak keistimewaan. Di sekitar gunung bisa dijumpai flora dan fauna yang beragam dan bermanfaat. Bagi penduduk sekitar Gunung Bungsu dijadikan sebagai tempat ritual <em>basafa</em>. Khusus untuk tujuan wisata kita akan menemukan berbagai tantangan namun masih ramah untuk pemula. Karena waktu pendakian relatif tidak terlalu lama maka cocok untuk membawa serta keluarga.</p>
<p>Akses menuju Gunung Bungsu sudah cukup memadai dimana jalannya sudah diaspal. Pengunjung dari Padang atau Bukittinggi terlebih dahulu ke Payakumbuh yang berjarak 125 km dari Padang dan 33 km dari Bukittinggi. Sesampai di Payakumbuh, perjalanan bisa dilanjutkan melalui dua rute, salah satunya melalui Tanjungpati (dekat Sarilamak ibukota Kabupaten Limapuluh Kota). Alternatif lain melalui jalan raya Payakumbuh-Suliki dan sesampainya di Nagari Taeh Baruah berbelok ke kanan menuju Taeh Bukik.</p>
<p>Sedangkan pengunjung dari arah Pekanbaru cukup berbelok di Tanjungpati yang berjarak lebih kurang 180 km dari Pekanbaru. Dalam menuju lokasi yang penting jangan malu untuk bertanya kepada penduduk yang dijumpai. Ada hal baik juga, begitu keluar dari kota Payakumbuh atau daerah Tanjungpati kita bisa melihat keberadaan Gunung Bungsu di hadapan dengan jelas.</p>
<p>Sayangnya dari Payakumbuh relatif jarang angkutan umum kesana. Namun demikian kita dapat menyewa kendaraan baik berupa ojek atau bis travel di Payakumbuh. Bagi yang membawa kendaraan sendiri sudah jelas tidak ada masalah. Hanya disarankan tidak membawa bus besar, dikhawatirkan akan mengurangi kelancaran perjalanan di lokasi.</p>
<p>Sebelum sampai lokasi, sebenarnya diperjalanan kita sudah disuguhi pemandangan yang menakjubkan. Apabila kita lewat Tanjungpati, begitu memasuki nagari Taeh Bukik kita melewati tanjakan yang cukup curam yang lokasinya disebut <em>Tombak. </em>Di puncak Tombak kita bisa melihat pemandangan yang indah dengan hamparan sawah, pemukiman dan gugusan Bukit Barisan. Bagi yang ingin beristirahat di sini juga tersedia homestay. Sedangkan apabila melalui jalan raya Payakumbuh-Suliki, nanti kita akan menempuh padang rumput yang luas di kaki Gunung Bungsu. Disini juga mempunyai pemandangan yang tak kalah menariknya.</p>
<p>Pendakian Gunung Bungsu sebaiknya bertepatan dengan bulan Shafar menurut penanggalan Hijriyah. Pada bulan tersebut masyarakat sekitar banyak mengunjungi gunung untuk melakukan tradisi <em>basafa</em>. <em>Basafa</em> yaitu pergi ke gunung untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta yang diiringi dengan membaca salawat. Meskipun demikian tidak ada salahnya juga untuk melakukan pendakian pada waktu di luar bulan Safar.</p>
<p>Setelah sampai di nagari Taeh Bukik pastikan kita berada di wilayah Labuh Basilang. Di sinilah tempat memulai pendakian. Di sini kita bisa menitipkan kendaraan yang kita bawa kepada penduduk setempat. Pastikan juga segala perlengkapan yang akan dibawa. Bagi yang bermaksud kembali pada hari yang sama yang terpenting adalah bekal makanan. Namun bagi yang bermaksud bermalam atau mendirikan kemah diperlukan juga alat-alat untuk berkemah.</p>
<p>Perhatikan tips untuk pendakian, antara lain: <strong><em>Kesehatan</em></strong>. Kesehatan merupakan persyaratan utama karena hal tersebut menentukan lancar tidaknya perjalanan. <em style="font-weight: bold;">L</em><em style="font-weight: bold;">ogistik. </em>Peralatan, seperti sepatu lapangan sebaiknya digunakan dalam pendakian. Pakailah pakaian yang menutupi dan menjaga tubuh dengan baik. Begitu juga dengan konsumsi selama perjalanan. Untuk kasus Gunung Bungsu yang bisa dikunjungi dalam satu hari pergi dan pulang, dibutuhkan satu hingga dua porsi makanan berat dan air minum secukupnya. Namun bila ingin berkemah atau bermalam di puncak diperlukan peralatan kemah dan alat memasak. <strong><em>Tertib. </em></strong>Ketertiban dan kesopanan perlu dijaga selama perjalanan serta ramah dengan masyarakat sekitar. <strong><em>Hati-hati</em></strong>. Selalu hati-hati dan waspada terhadap hal-hal yang bisa merugikan keselamatan diri sendiri atau orang lain. <strong><em>Jaga</em> <em>lingkungan</em></strong>. Lingkungan perlu dijaga seperti tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan corat coret.</p>
<p>Dalam perjalanan menuju puncak akan ditemui berbagai tingkat kemiringan jalan. Kadang cukup landai dan tidak jarang pula menemui jalan yang cukup terjal dengan kemiringan 60-80 derajad. Disini akan teruji kesabaran dan ketabahan masing-masing kita. Namun jangan terlalu khawatir, masyarakat setempat telah membuat tangga di tempat-tempat yang dirasa perlu, lengkap dengan pegangan tangannya. Apabila lancar dalam perjalanan maka sekitar 3 jam kita telah sampai di puncak.</p>
<p>Begitu sampai di puncak rasa capekpun hilang seketika melihat bentangan alam Limapuluh Kota. Kita bisa melihat kota Payakumbuh, bentangan sawah, pemukiman, lembah Harau, Batang Lampasi dan Batang Sinamar yang berkelok-kelok dari hulu ke hilir. Juga kita bisa menyaksikan deretan Bukit Barisan dengan G. Sago, G. Marapi dan G. Pasaman. Kenikmatan akan lebih terasa bila perut terasa lapar dan menyantap bekal yang dibawa.</p>
<figure id="attachment_6021" aria-describedby="caption-attachment-6021" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-6021" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100548.jpg" alt="" width="500" height="378" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100548.jpg 1080w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100548-300x227.jpg 300w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100548-1024x775.jpg 1024w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100548-768x581.jpg 768w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100548-416x315.jpg 416w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /><figcaption id="caption-attachment-6021" class="wp-caption-text"><em>Suasana pendakian di Gunung Bungsu (IG: @febrian_yuliansya).</em></figcaption></figure>
<p><strong><em>Gunung Bungsu sebagai arena paralayang</em></strong></p>
<p>Selain sebagai olahraga pendakian ternyata Gunung Bungsu menyimpan potensi sebagai tempat olahraga ekstrim akrobatik paralayang. Hal tersebut terbukti dengan pernah digelarnya kejuaraan karnaval tingkat nasional dan internasional. Landasan terbang (<em>take</em> <em>off</em>) di Puncak Lontiak dengan ketinggian 1100 m dpl. bisa menampung 10 parasut terbang. Artinya lokasi tersebut tergolong cukup luas bagi yang ingin bereksplorasi secara berkelompok. Sedangkan tempat mendarat (<em>landing) </em>di Anak Kayu pada ketinggian 760 m dpl. dengan luas 200 hektar. Tempat pendaratan dinilai aman bagi penerbang serta cocok digunakan untuk even kejuaraan (Arfidel Ilham, 2024).</p>
<figure id="attachment_6032" aria-describedby="caption-attachment-6032" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-6032" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_110452.jpg" alt="" width="500" height="384" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_110452.jpg 931w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_110452-300x230.jpg 300w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_110452-768x590.jpg 768w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_110452-416x319.jpg 416w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /><figcaption id="caption-attachment-6032" class="wp-caption-text"><em>Paralayang di Gunung Bungsu, olahraga yang penuh menguji nyali pesertanya (Tiktok: @sumateraparagliding).</em></figcaption></figure>
<p><strong><em>Berbagai hal menarik sekitar Gunung Bungsu </em></strong></p>
<p>Taeh Bukik yang terletak di lereng Gunung Bungsu merupakan salah satu sentra produksi durian di Kabupaten Limapuluh Kota. Demikian juga nagari ini merupakan sentra produksi gula aren. Dengan demikian pengunjung yang datang ke wilayah ini bertepatan dengan musim durian dapat berburu buah yang menjadi raja segala buah ini. Demikian juga pengunjung yang ingin merasakan gurihnya nira aren bisa datang pagi atau sore hari disaat buluh-buluh penampung nira diturunkan dari pohon aren.</p>
<p>Taeh Bukit juga merupakan sentra produksi gambir di Sumatera Barat.  Meskipun gambir penting sebagai komoditas ekspor, tidak banyak masyarakat yang kenal dengan tanaman yang diusahakan dalam kawasan hutan ini. Pengolahan (<em>pengempaan</em>) getah gambir yang dilakukan secara tradisional dan terasa unikpun belum banyak dikenal secara luas. Bila ada pengunjung yang ingin mengenal keberadaan kebun gambir dengan cara pengolahan hasilnya bisa berkunjung ke kawasan Lambe.</p>
<p>Di Nagari Lubuak Batingkok (Kecamatan Harau) kita bisa mengunjungi objek wisata agro Bukit Lalang. Yaitu suatu kawasan tempat bermain keluarga dan berkemah dengan pemandangan yang sangat indah dan udara yang sejuk. Di nagari Harau kita bisa mengunjungi kawasan wisata Dangau 1000. Di sini kita bisa menyaksikan banyaknya <em>dangau</em> (pondok) dan rumah gadang di tengah areal persawahan yang bisa disewa untuk menginap. Masih di Kecamatan Harau kita bisa pula menyaksikan sang surya tenggelam dikala senja di balik Gunung Bungsu dari panorama Soriak Land.</p>
<figure id="attachment_6023" aria-describedby="caption-attachment-6023" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-6023" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100842-1.jpg" alt="" width="500" height="233" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100842-1.jpg 1080w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100842-1-300x140.jpg 300w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100842-1-1024x478.jpg 1024w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100842-1-768x358.jpg 768w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100842-1-416x194.jpg 416w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /><figcaption id="caption-attachment-6023" class="wp-caption-text"><em>Kawasan wisata agro Bukit Lalang, nagari Lubuak Batingkok, Kec. Harau, Kab. Limapuluh Kota (IG: @kilalang_views).</em></figcaption></figure>
<p>Itulah sedikit informasi mengenai objek wisata Gunung Bungsu dan sekitarnya mulai dari wisata alam, wisata minat khusus dan wisata agro. Kapan lagi, silahkan anda untuk berkunjung bersama keluarga.</p>
<h5><span style="color: #000000;"><strong>Bahan Bacaan</strong></span></h5>
<h5><strong><span style="color: #000000;">Irma (2024, bl tgl). <em>Gunung Bungsu keindahan tersembunyi di jantung Bukit Barisan.</em> Diakses pada 24 Desember 2024 dari <span style="color: #007aab;">Gunung Bungsu keindahan tersembunyi di jantung Bukit Barisan-r</span></span><span style="color: #007aab;">adarmukomuko.bacakoran.co (Editor: Ahmad Kartubi).</span></strong></h5>
<h5><strong><span style="color: #000000;">Ilham (2024, bl tgl).<em> Puncak Gunung Bungsu: miliki potensi aero sport dan wisata minat khusus. </em>Diakses pada 30 Desember 2024 dari <span style="color: #007aab;">Puncak Gunung Bungsu: miliki potensi aero sport dan wisata minat khusus-h</span></span><span style="color: #007aab;">ttps://padek.jawapos.com.</span></strong></h5>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2024/12/18/wisata-gunung-bungsu-di-kabupaten-limapuluh-kota-sumbar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Autobiography of Winardi Khatib (English Version)</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2024/12/14/autobiography-of-winardi-khatib-english-version-1/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2024/12/14/autobiography-of-winardi-khatib-english-version-1/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Dec 2024 03:54:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=5919</guid>

					<description><![CDATA[By: Winardi Khatib I was born on September 19, 1953 in Nagari (Village) Koto Tangah Simalanggang, Payakumbuh District, Limapuluh Kota Regency, West Sumatra. Meanwhile, my village is Taeh Bukit, which is a neighboring village from where I was born. My mother named Nilam is an ordinary woman who lives in the village. While my father’s [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>By: Winardi Khatib</p>
<p>I was born on September 19, 1953 in Nagari (Village) Koto Tangah Simalanggang, Payakumbuh District, Limapuluh Kota Regency, West Sumatra. Meanwhile, my village is Taeh Bukit, which is a neighboring village from where I was born.</p>
<div id="content" class="page-wrap">
<div class="content-wrapper container">
<div class="row">
<div id="primary" class="content-area sidebar-right col-md-9 container-normal">
<article id="post-5417" class="post-5417 post type-post status-publish format-standard hentry category-non-kategori tag-admin-penulis">
<div class="content-inner">
<div class="entry-content">
<p>My mother named Nilam is an ordinary woman who lives in the village. While my father’s name is Ali Khatib, the title of Dt. Rajo nan Panjang. My father worked as a teacher at the People’s School (SR), which later changed its name to Elementary School (SD).</p>
<p>From one father and one mother, I have 6 siblings, five boys and one girl. While from the other side of the mother (father’s 2nd wife) I have 6 more siblings, 4 boys and 2 girls.</p>
<p>I entered elementary school in the 1960/1961 academic year in Taeh Bukit. The school is actually an emergency building that was erected once the atmosphere of confrontation subsided between PRRI and the Government of Indonesia. It was only when we were promoted to grade 4 that our school moved to a more permanent location. I passed the final exam in 1966.</p>
<p>Apart from studying at school, I also get along with my peers and help my parents in their daily work. Types of games followed by playmates, for example: <em>pantak lele, siguliak, bodia-bodia botuang and sipak bola limau</em> (all local names).</p>
<p>In helping parents, what is usually done is herding buffaloes. This work is done after school until sunset. To avoid the hot sun or rain we need to wear a pandan hood that is wide enough.</p>
<figure id="attachment_551" class="wp-caption aligncenter" aria-describedby="caption-attachment-551"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-551" src="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image.png?w=1003" sizes="(max-width: 364px) 100vw, 364px" srcset="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image.png?w=364 364w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image.png?w=728 728w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image.png?w=150 150w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image.png?w=300 300w" alt="" width="364" height="272" data-attachment-id="551" data-permalink="https://winardiinfotani.wordpress.com/2022/09/28/otobiografi-winardi-khatib/image-3/" data-orig-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image.png" data-orig-size="1003,749" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="image" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image.png?w=300" data-large-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image.png?w=750" /><figcaption id="caption-attachment-551" class="wp-caption-text"><i>Shepherd boy illustration by kibrispdr.org</i></figcaption></figure>
<p>Another activity that is no less important is learning to recite the Qur’an. This activity is carried out at night. The place can be in a surau (mushola) or in the private house of a person who can teach the Qur’an.</p>
<p><strong>B Middle School in Payakumbuh </strong></p>
<p>In 1967 I entered the Junior High School (SMP Negeri 3 Payakumbuh). The school is located in Kenagarian Koto nan Gadang about 3 km from the city center. Payakumbuh city itself is about 15 km from my village.</p>
<p>For this purpose I had to move to Payakumbuh City. At first I was in a <em>house</em> with my eldest brother. From the place of residence to the school about 3 km, it is only a short walk in the morning and afternoon. There was no public transportation available at that time.</p>
<figure class="wp-block-image size-large">
<figure id="attachment_557" class="wp-caption aligncenter" aria-describedby="caption-attachment-557"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-557" src="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-1.png?w=1024" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" srcset="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-1.png?w=1024 1024w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-1.png?w=150 150w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-1.png?w=300 300w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-1.png?w=768 768w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-1.png 1600w" alt="" width="369" height="207" data-attachment-id="557" data-permalink="https://winardiinfotani.wordpress.com/2022/09/28/otobiografi-winardi-khatib/image-1-2/" data-orig-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-1.png" data-orig-size="1600,900" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="image-1" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-1.png?w=300" data-large-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-1.png?w=750" /><figcaption id="caption-attachment-557" class="wp-caption-text"><em>SMP Negeri 2 building now (formerly SMP Negeri 3 Payakumbuh)</em></figcaption></figure>
</figure>
<p>Many new friends were met at this school. They come from various corners of the Limapuluh Kota Regency. This is due to the limited number of secondary schools, such as junior and senior high schools in this area.</p>
<p>One of the school activities that still lingers in my memory is that every Friday morning, students are required to bring 2 coconut shells. The shells are collected and then burned in a prepared pit to produce coconut shell charcoal. For those who do not bring anything ready, they will be punished by well-known teachers for discipline, such as Mr. Anis Durin or Mr. Darmis.</p>
<p>After graduating from junior high school in 1969, I immediately entered Senior High School (SMA Negeri 1 Payakumbuh) in 1970. The school is the only high school in the city which is located across the street from the Hero’s Cemetery in the Labuh Basilang area. To take this education I took a house that was not too far from the school.</p>
<p>Every weekend, on Saturdays I usually go home to pick up my daily supplies. The type of vehicle that is usually boarded is a bendi (wagon). For that usually have to make an appointment with the coachman first. The Bendi that is often ridden is Pak Munab’s Bendi because I am already familiar with him.</p>
<p>Not much time that can be used to rest in the village. Usually arrived at the village at night. The next day, I had to hurry to return to Payakumbuh. This is due to the limited number of vehicles that can be boarded.</p>
<p>In addition to the limited vehicles, the road conditions to my village are also inadequate. My village at that time was classified as an isolated village. From Payakumbuh we can use a vehicle only to the village of Taeh Baruh.</p>
<p>From Taeh Baruh to go to Taeh Bukit, first we have to cross Sinamar river with the bamboo-bridge. After that cross the rice fields about 1.5 km away. The journey is still continued through the path in the hills for about 2.5 km more.</p>
<p>Like from elementary to middle school, I was never left behind in class, as was the case in high school. In 1972 I graduated from high school</p>
<p><strong>C. Studied at the Faculty of Agriculture, Andalas University</strong></p>
<p>In 1973 I entered the Faculty of Agriculture, Andalas University in Padang. There are about 80 new friends found in this faculty. Before starting lectures, new students are required to take part in POSMA (Student Study Orientation Week).</p>
<p>In summary, the purpose of POSMA is to introduce students to campus life and to form a more independent personality. It’s just that in practice this <em>event</em> is often used for fun for some senior students. I think this has the potential to cause physical and psychological violence.</p>
<p>During college I lived in Ulak Karang approximately 2 km from the Air Tawar campus. Vehicles that can be boarded are city transportation under the name Mini City Express which is commonly referred to as City Express only.</p>
<p>Students consist of five levels, namely level 1, 2, 3, 4 and 5. Levels 1 to 3 are general lectures that are attended by all students. Level 4 is the level where students take courses based on their majors. Meanwhile, level 5 is the period of thesis and research preparation.</p>
<p>At the end of semester 2 every year there is always an announcement session for level increase to level 2, 3 or 4. These moments are quite stressful for students. It is a special satisfaction for those who pass immediately (the first pass). Likewise for me personally because I managed to pass the first every level increase.</p>
<p>Those who have not succeeded in the first announcement session will be given a follow-up exam which will then be announced again at the second announcement session. For those who have not yet graduated, they are required to repeat the course the following year.</p>
<p>Up to level 4 I chose Agronomy major. The Department of Agronomy was one of the most popular majors at that time. One of my memories is that 4th grade students were invited to go on a field trip to Medan in 1976. The purpose of the field trip was to introduce the development of agriculture, especially the large plantation sector around the city of Medan.</p>
<p>Before preparing a thesis and conducting research, students need to take a Real Work Lecture (KKN). KKN is a way for students to devote knowledge in the community. At that time, in 1977, I carried out the task of KKN in Kenagarian Taluk, Batang Kapas District, Pesisir Selatan Regency.</p>
<p>In the preparation of my thesis and research, I was guided by Mrs. Ir. Mastina Jalil (Advisor I) and Mrs. Ir. Nursinah Nurdin (Advisor II). It’s just that before the research, the Advisor I gave the task of conducting a field study first. This causes a delay in the progress of thesis research for about 1 year.</p>
<p>I conducted research on the use of nitrogen fertilizers in various maize cropping systems. The research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture in Payakumbuh, 1979. Finally, I passed the Bachelor of Agriculture exam and graduated in October 1980.</p>
</div>
<p><strong>D. Work and Household</strong></p>
<p>After graduation, I started trying to find a job. There are two agencies that call for job applications, namely Bank Bumi Daya in Jakarta and the Central Institute for Agricultural Research (LP3) in Bandar Buat, Padang. LP3 is an agency under the Ministry of Agriculture.</p>
<p>After establishing a job in LP3 and living in Padang, then the desire to form a household arose. With the efforts and destiny of Allah SWT, I managed to edit a girl named Edis Suwarti on May 20, 1982 in Payakumbuh.</p>
<p>Edis Suwarti was born in Payakumbuh even though both of his parents are from Bukittinggi. Before marrying me, Edis Suwarti lived in Jakarta to complete her Midwifery education.</p>
<p>After working for more than a year, I was given the opportunity to continue my master’s studies at the Postgraduate Faculty, Bogor Agricultural University (IPB). At IPB I chose the Department of Soil Science to study.</p>
<p>One of the things that interested me at IPB was taking the Geochemistry course. The course is taught by Mr. Dr. Muhammad Weiss. In field lectures, students were invited to tour the Province of West Java. The aim is to better understand the development of soil science from the geochemical aspect.</p>
<p>During my study at IPB, I was guided by three lecturers, namely Dr. Ir. Lutfi Ibrahim Nasution (Advisor I), Mr. Dr. Ir Goeswono Supardi (Advisor II) and Dr. Ir. Muhammad Satari (Examiner Lecturer). I conducted research on the topic of using green manure on Red Yellow Podzolic soil in Pangkalan Bun, Central Kalimantan. The study took place during the early half of 1986</p>
<p>On August 8, 1987, my wife and I received infinite blessings from Allah SWT for the birth of our daughter in Bogor. We named the daughter Arini Kurniadewi. Then the following year I managed to finish writing my thesis and passed the master’s exam on June 4, 1988.</p>
<p>I returned to the office in West Sumatra in 1989. This time the office where I work has changed its name to the Food Crops Research Institute (Balittan) which is headquartered in Sukarami, Solok. I was placed at the Sub Balittan in Sitiung, Dharmasraya as a researcher.</p>
<p>Besides being a researcher, I was also assigned as the person in charge of the soil and plant laboratory as well as the coordinator of researchers and technicians. In addition, I am also involved as a collaborative researcher with the International Rice Research Institute (IRRI).</p>
<p>In connection with the collaboration with IRRI, I was given the following opportunities: In 1982, I attended training on Sustainable Rice Cultivation Based on Soil Fertility Management at the IRRI Head Office (Philippines) for 4 months; 1984, soil analysis training at the IRRI Laboratory (Philippines) for a month; and in 1988, following the Upland Rice Symposium (Chiang Mai, Thailand).</p>
<p>In 2000 I was transferred as a detasr at the Bengkulu Food Crops Research and Assessment Installation (IPPTP). IPPTP Bengkulu at that time was part of the Sukarami Food Crops Research Institute.</p>
<p>At IPPTP Bengkulu I concentrate on conducting research/assessment of zoning agricultural commoditie based on agroecology zones. Agroecology Zone (AEZ) or in Bahasa Indonesia Zona Agroekologi (ZAE) is a method of identifying areas using biophysical factors (climate and soil) and supported by socio-economic factors for zoning agricultural commodities.</p>
<p>I was brought back to the West Sumatra AIAT (Assessment Institute of Agriculture Technology) headquarters in Sukarami Solok in 2004. At West Sumatra AIAT I became a member of the Resource Research Group. As for the concentration of my research/assessment is related to climate and soil factors. BPTP (Agricultural Technology Assessment Center) is a change from the Food Crops Research Institute that has been stated previously.</p>
<p>My family and I moved in 2006 to live in Padang although still working in Sukarami. For the time being we live in the Health Office Housing because my wife also works for the agency. It was only in 2009 that we moved into our own house in Bandar Buat, Lubuk Kilangan District, Padang City.</p>
<figure class="wp-block-image size-large">
<figure id="attachment_566" class="wp-caption aligncenter" aria-describedby="caption-attachment-566"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-566" src="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-2.png?w=892" sizes="(max-width: 892px) 100vw, 892px" srcset="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-2.png 892w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-2.png?w=150 150w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-2.png?w=300 300w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-2.png?w=768 768w" alt="" width="369" height="262" data-attachment-id="566" data-permalink="https://winardiinfotani.wordpress.com/2022/09/28/otobiografi-winardi-khatib/image-2-2/" data-orig-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-2.png" data-orig-size="892,635" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="image-2" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-2.png?w=300" data-large-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-2.png?w=750" /><figcaption id="caption-attachment-566" class="wp-caption-text"><em>The house where I live in Bandar Buat, Padang</em>, <em>West Sumatra, Indonesia.</em></figcaption></figure>
</figure>
<p>In 2011 I had the opportunity to perform Umrah to the holy lands of Mecca and Medina. On that occasion I went with my mother Nilam. Thank God we were safe on our way to and from home.</p>
<p>I entered retirement in 2018, after 38 years of service at the Agricultural Research and Development Agency, Ministry of Agriculture. The rank/class of civil servant room that I achieved during that period was the Pembina Utama Muda (Yunior Main Advisor)/IV/c. While the position of the researcher is Associate Researcher.</p>
<p>The following year was an ordeal in my family. My wife has gone ahead forever due to the illness he suffered on August 26, 2019. May she be <em>husnul khatimah</em>.</p>
<p>In 2021 I had the opportunity to perform Umrah again to the holy land. This time, I brought my daughter Arini Kurniadewi. Actually this trip was planned to take my wife with me. But before it is done, the wife has been first called by the Almighty. Al Fatihah. Amen.</p>
</div>
</article>
</div>
</div>
</div>
</div>
<figure class="wp-block-image size-large">
<figure id="attachment_577" class="wp-caption aligncenter" aria-describedby="caption-attachment-577"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-577" src="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/1000003183.jpg?w=616" sizes="(max-width: 616px) 100vw, 616px" srcset="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/1000003183.jpg 616w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/1000003183.jpg?w=135 135w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/1000003183.jpg?w=270 270w" alt="" width="369" height="409" data-attachment-id="577" data-permalink="https://winardiinfotani.wordpress.com/2022/09/28/otobiografi-winardi-khatib/attachment/1000003183/" data-orig-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/1000003183.jpg" data-orig-size="616,684" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="1000003183" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/1000003183.jpg?w=270" data-large-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/1000003183.jpg?w=616" /><figcaption id="caption-attachment-577" class="wp-caption-text"><em>On one occasion while stil with my wife</em></figcaption></figure>
</figure>
<p>Serving as a researcher is not only planning, implementing and reporting research results. But it is also required to disseminate and develop research results in the form of scientific works. Media to convey scientific work, among others, in the form of seminars, books and scientific journals. Some of the titles of my writings can be seen in List 1.</p>
<p>If the reader is willing to open my website: <em> WinardiVision</em> or contact the domain name: <em>winardivision.org</em> then you will also be able to read some of my writings. Likewise, if you want to see me on Instagram, please search for the account: @ <em>winardi_vision01</em> .</p>
<p>List 1. Several scientific papers in the form of seminars:</p>
<p>1. Winardi., I. Manti, Buharman and E. Basuno 2004. Baseline  <em>study of several FSZ (Farming System Zone) in Bengkulu Province. Page </em>338-358. Proceedings of the National Seminar on the Contribution of Location-Specific Research/Assessment Results to Support Agricultural Development in West Sumatra. Agriculture Department.</p>
<p>2. Winardi. 2008.  <em>Fertilization status of lowland rice on irrigated land in West Sumatra. </em>  Page 383-395. Proceedings of the National Seminar and Dialogue on Agricultural Land Resources (Book 2: Land Resources Management Technology). Agriculture Department.</p>
<p>3. Winardi. 2008.  <em>Improvement of soil fertility and the use of packaged buckwheat varieties in soybean development on acid dry land. </em>  Page 371-382. Proceedings of the National Seminar and Dialogue on Agricultural Land Resources (Book 2: Land Resources Management Technology). Agriculture Department.</p>
<p>4. Winardi and Yufdi, P. 2011.  <em>Potential development of a crop-livestock integration system (SITT) in Kubung District, Solok Regency, West Sumatra based on a 1:50,000 scale agroecological zone map (ZA</em><em>E)</em> . Page 466-473.  <em>In</em> : Rauf, A., T. Irmansyah, Mukhlis and Razali. Proceedings of the National Seminar on Precision Agriculture. Cooperation of the Faculty of Postgraduate Program of Agriculture, USU with the Department of Agriculture, North Sumatra Prov. and North Sumatra AIAT.</p>
<p>5. Winardi and Yufdi, P. 2011.  <em>Opportunity to develop paddy-palawija/vegetable cropping pattern in </em><em>Kubung District, Solok Regency, West Sumatra based on agroecological zone map (ZAE) scale 1:50,000</em> . Page 474-482.  <em>In</em> : Rauf, A., T. Irmansyah, Mukhlis and Razali. Proceedings of the National Seminar on Precision Agriculture. Cooperation of the Faculty of Postgraduate Program. Pert. USU with the Depart. of Agric, North Sumatra Prov. and North Sumatra AIAT.</p>
<p>6. Winardi and Azwir. 2014.  <em>Testing of several high yielding varieties of lowland rice with several planting </em><em>methods on newly opened paddy fields in Dharmasraya Regency, West Sumatra. Page</em> 899-909. Proceedings of the 2013 National Seminar on Innovation in Global Climate Change Adaptive Rice Technology Supports a Surplus of 10 Million Tons of Rice in 2014 (Book 2). Ministry of Agriculture.</p>
<p>7. Winardi. 2014.  <em>Prospects of soybean cultivation in rainfed and simple irrigated rice fields to increase production. Page </em>270-280.  <em>In</em> : Hutabarat B., Hermanto and SH Susilowati (<em>Editor</em>). Proceedings of the 33rd World Food Day National Seminar (Book 1). Ministry of Agriculture.</p>
<p>Padang, 10 September 2022</p>
<p>Winardi Khatib</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2024/12/14/autobiography-of-winardi-khatib-english-version-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perempuan Wajib Tahu Ini! Berikut Cara Alami untuk Menghilangkan Jerawat Paling Simpel</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2024/04/02/perempuan-wajib-tahu-ini-berikut-cara-alami-untuk-menghilangkan-jerawat-paling-simpel/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2024/04/02/perempuan-wajib-tahu-ini-berikut-cara-alami-untuk-menghilangkan-jerawat-paling-simpel/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Apr 2024 08:08:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Kecantikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=5629</guid>

					<description><![CDATA[Perempuan Wajib Tahu Ini! Berikut Cara Alami untuk Menghilangkan Jerawat Paling Simpel Oleh: Umi Riadatul Munasaroh Jerawat merupakan kondisi kulit yang terjadi ketika folikel kulit yang tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati saja. Ini merupakan salah satu kondisi umum yang bisa terjadi oleh siapapun terutama pada masa remaja seseorang. Ada banyak sekali fakto yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><span style="color: #000000;"><strong>Perempuan Wajib Tahu Ini! Berikut Cara Alami untuk Menghilangkan Jerawat Paling Simpel</strong></span></h4>
<p>Oleh: Umi Riadatul Munasaroh</p>
<p>Jerawat merupakan kondisi kulit yang terjadi ketika folikel kulit yang tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati saja. Ini merupakan salah satu kondisi umum yang bisa terjadi oleh siapapun terutama pada masa remaja seseorang.<br />
Ada banyak sekali fakto yang menyebabkan terjadinya munculnya jerawat, salah satunya bisa terjadi karena faktor diet, pola hidup sehat, genetika, hingga ada pola makan yang dikonsumsi.<br />
Kebanyakan perempuan akan sangat terganggu dengan munculnya jerawat dan pasti akan melakukan berbagai cara agar jerawat bisa hilang.<br />
Nah, buat kamu yang sedang mencari cara untuk menghilangkan jerawat secara alami bisa langsung cek cara simpel berikut ini.<br />
1. Putih Telur<br />
Putih telur memiliki kandungan enzim lysozyme yang merupakan salah satu enzim yang bisa menyamarkan bekas jerawat kemerahan dan juga bisa mengangkat komedo.<br />
Cara penggunaanya sangat mudah kamu cukup memisahkan putih telur dan keningnya lalu campurkan dengan air lemon.<br />
Setelah itu langsung aplikasikan pada wajah seperti menggunakan masker kemudian diamkan selama kurang lebih 15 menit saja lalu bilas dengan menggunakan air bersih.<br />
2. Bawang Putih<br />
Bawang putih merupakan salah satu bumbu masakan yang mengandung zat sulfur (sifat antiinflamasi). Zat ini dapat meredakan peradangan jerawat dan bisa membantu mengurangi kemerahan pada wajah, bengkak, dan rasa sakit yang ditimbulkan.<br />
Cara penggunaanya sangat mudah yaitu dengan potong bawang kecil-kecil kemudian tempelkan pada jerawat atau bekasnya yang ada di wajah lalu biarkan selama kurang lebih 15 menitan saja kemudian bilas dengan air bersih.<br />
3. Perasan Lemon<br />
Lemon mengadung asam askorbat tinggi yang mampu menghilangkan jerawat membandel. Kandungan ini memiliki antioksidan kuat yang bisa membentu mencegah keparahan dan mempercapat proses penyembuhan.<br />
Cara penggunaanya sangat mudah yaitu dengan bersihkan seluruh wajah terlebih dahulu lalu aplikasikan perasaan lemon pada wajah seperti menggunakan masker. Birkan selama kurang lebih 15 menit kemudian bilas dengan air bersih. Pakai secara rutih untuk hasil yang maksimal.<br />
4. Madu<br />
Madu ini mengadung hydrogen peroksida dan juga memiliki sifat antibakteri. Kandungan inilah yang dapat membantu membunuh bakteri yang berperan dalam perkembangan jerawat, seperti Propionibacterium acnes.<br />
Cara penggunaanya sangat mudah yaitu dengan membersihkan seluruh wajah terlebih dahulu lalu oleskan madu ke seluruh wajah lalu biarkan selama kurang lebih selama 15 menitan saja. Kemudian bilas dengan air besih.<br />
5. Tomat<br />
Tomat merupakan salah satu jenis sayur yang mengadung vitamin A dan juga vitamin C yang dapat menghilangkan jerawat dan juga bekas jerawat secara alami. Tak hanya memiliki zat antiinflamasi sayur sekaligus buah ini juga sangat efektif memperkecil ukuran pori-pori pada wajah.<br />
Cara penggunaanya sangat mudah yaitu dengan menempatkan potongan-potongan tomat ke seluruh wajah yang berjerawat kemudian biarkan selama kurang lebih 20 menitan saja lalu bilas dengan air bersih.<br />
Itulah beberapa cara alami untuk menghilangkan jerawat agar cepat hilang dan kamu bisa tampil lebih elegan dan cantik.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2024/04/02/perempuan-wajib-tahu-ini-berikut-cara-alami-untuk-menghilangkan-jerawat-paling-simpel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketahui Ini Sebelum Fatal! Berikut Penyebab Perut Kembung yang Bikin Kita Menderita</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2024/03/31/ketahui-ini-sebelum-fatal-berikut-penyebab-perut-kembung-yang-bikin-kita-menderita/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2024/03/31/ketahui-ini-sebelum-fatal-berikut-penyebab-perut-kembung-yang-bikin-kita-menderita/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Mar 2024 04:10:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=5361</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Umi Riadatul Munasaroh Siapa di sini yang tidak pernah merasakan perut kembung? Pasti kamu sudah pernah merasakannya, biasanya kondisi seperti ini ditandai dengan perut yang tiba-tiba terasa penuh, mual dan ingin buang angin terus. Perut kembung merupakan kondisi yang berkaitan dengan gangguan pada pencernaan, namun perlu diketahui juga bahwa penyebab perut kembung sebenernya bukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Umi Riadatul Munasaroh</p>
<p>Siapa di sini yang tidak pernah merasakan perut kembung? Pasti kamu sudah pernah merasakannya, biasanya kondisi seperti ini ditandai dengan perut yang tiba-tiba terasa penuh, mual dan ingin buang angin terus.<br />
Perut kembung merupakan kondisi yang berkaitan dengan gangguan pada pencernaan, namun perlu diketahui juga bahwa penyebab perut kembung sebenernya bukan akibat perut kosong saja tetapi juga karena ini.<br />
Berikut artikel yang harus kamu baca agar kamu paham betul penyebab perut kembung.</p>
<p><strong>1. Makanan</strong><br />
Kebanyakan penyebab perut kembung adalah makanan. Sejumlah jenis makanan dapat disematkan sebagai faktor utama penyebab perut kembung yang didasari bahwa semakin banyak mengonsumsi makanan dapat meningkatkan produksi gas di dalam tubuh hingga berujung pada kondisi perut kembung.<br />
Berikut beberapa jenis makanan yang bisa menyebabkan perut kembung: Kacang polong, kubis, brokoli, apel, makanan yang mengandung gula buah dan makanan yang mengandung gula alkohol.</p>
<p><strong>2. Cara Makan Salah</strong><br />
Cara makan yang salah juga merupakan penyebab perut kembung namun jarang diketahui banyak orang.<br />
Ada beberapa kesalahan yang jarang diketahui oleh orang dalam menyantap makanan yang disinyalis menyadi faktor penting dalam gangguan perut kembung.<br />
1. Makan yang terlalu cepat<br />
2. Makanan yang terlalu banyak tanpa henti<br />
3. Makan sambil berbicara<br />
4. Sering minum di sela-sela makan</p>
<p><strong>3.  Masuk Angin</strong><br />
Masuk angin dalam medis disebut sebagai aerofagia merupakan kondisi yang di mana udara yang masuk dalam tubuh kita saat berbicara, menelan makanan atau minuman hingga tertawa.<br />
Masuk angin seperti inilah yang menjadi penyebab tubuh mengalami sejumlah gejala, seperti perut kembung, dan juga sering kentut.</p>
<p><strong>4. Stres</strong><br />
Kebanyakan orang pasti sudah pernah yang namanya merasakan stess, apalagi orang yang sedang bekerja atau sekolah.<br />
Kondisi inilah yang menjadi penyebab perut kembung karena ini berkaitan dengan peningkatan asam lambung di dalam tubuh ketika sedang merasa stres, cemas hingga gelisah.<br />
Stress memang tidak bisa dihindari tapi kamu bisa meminimalisir agar tidak terlalu berlarut-larut dalam kesedihan karena jika itu terus kamu rasakan bisa menyebabkan perut kembung namun juga dapat menarik penyakit yang lainnya.</p>
<p><strong>5. GERD</strong><br />
GERD atau yang biasa dimaksud dengan refluks asam lambung ini merupakan salah satu penyakit yang menjadi salah satu penyebab perut kembung dan mual.<br />
GERD ini dapat menyerang organ lambung dan dapat memicu produksi asam lambung yang berlebihan.<br />
Perut kembung ini menjadi salah satu gejala yang ditimbulkan oleh penyakit refluks asam lambung.<br />
Berikut ini beberapa gejala khas lainnya yang dipicu oleh GERD: Nyeri ulu hati, nyeri dada, mulut terasa cepat pahit, tenggorokan sakit dan cekugan.</p>
<p><strong>6. Susah Buang Air Besar</strong><br />
Susah buang air besar atau yang bisa disebut sembelit merupakan kondisi di mana tubuh akan mengalami kesulitan untuk mengeluarkan fases alias buang air besar.<br />
Gangguan seperti ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurang serat atau juga karena salah makan sesuatu makannya bisa sembelit.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2024/03/31/ketahui-ini-sebelum-fatal-berikut-penyebab-perut-kembung-yang-bikin-kita-menderita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wajib Baca Ini! Berikut Cara Menggunakan Internet Secara Cerdas dan Aman</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2024/03/27/menggunakan-internet-secara-cerdas-dan-aman/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2024/03/27/menggunakan-internet-secara-cerdas-dan-aman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2024 21:13:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=4915</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Umi Riadatul Munasaroh Hampir 4 tahun lamanya banyak kerjaan yang sudah bisa dikerjakan di rumah atau biasa disebut sebagai WFH, apalagi setelah melewati COVID-19 yang terjadi beberapa tahun lalu kemudian membuat internet dijadikan sebagai alat utama untuk mencari uang. Mulai dari belajar, bermain, bekerja, hingga kegiatan lain bisa dilakukan di rumah jika ada internet. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Umi Riadatul Munasaroh</p>
<figure id="attachment_4936" aria-describedby="caption-attachment-4936" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-4936" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240328_041044.png" alt="" width="500" height="333" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240328_041044.png 900w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240328_041044-300x200.png 300w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240328_041044-768x512.png 768w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240328_041044-416x277.png 416w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /><figcaption id="caption-attachment-4936" class="wp-caption-text">Ilustrasi bekerja dengan internet</figcaption></figure>
<p>Hampir 4 tahun lamanya banyak kerjaan yang sudah bisa dikerjakan di rumah atau biasa disebut sebagai WFH, apalagi setelah melewati COVID-19 yang terjadi beberapa tahun lalu kemudian membuat internet dijadikan sebagai alat utama untuk mencari uang.<br />
Mulai dari belajar, bermain, bekerja, hingga kegiatan lain bisa dilakukan di rumah jika ada internet. Nah, apa kamu tahu hanya dengan menggunakan internet saja semua kegiatan sudah bisa dilakukan dengan mudah.<br />
Namun, kamu juga harus tetap waspada dengan adanya internet yang semakin mudah didapatkan karena akan banyak informasi yang tidak valid dan rentan untuk orang lain mengutak-atik akun pribadi milikmu dengan mudah.<br />
Agar kamu terhindar dari kelicikan tersebut kamu wajib baca artikel ini karena akan membagikan cara menggunakan internet dengan cerdas dan aman.<br />
1. Jangan Sebar Rumor<br />
Internet semakin mudah didapatkan tentu informasi di internet akan sangat banyak dan beragam, mulai dari informasi yang bermanfaat hingga yang merusak nalar dan juga mental kita. Oleh sebab itu, ajaklah orang terdekat untuk menghindari menyebarkan rumor yang menyakitkan buat orang lain.<br />
Mungkin bagi dirinya terlihat seperti lelucon tapi bagi yang melihat atau merasakannya bisa jadi akan sangat menyakitkan, bahkan jika tidak hati-hati akan menimbulkan hal yang lebih buruk lagi, seperti pencemaran nama baik hingga terjadinya kekerasan.<br />
2. Tunjukkan Perilaku Baik di Dunia Maya<br />
Hal kedua yang bisa kamu lakukan adalah dengan menunjukkan perilaku baik di dunia maya karena dengan berperilaku baik tentu akan memberi dorongan kepada orang laik untuk menekan tombol suka pada fitur sosial media yang ada.<br />
Setelah itu, berikan pengetahuan kepada orang lain bahwa dengan menggunakan internet seringkali kita akan menemukan perilaku cyberbullying. Oleh karena itu, beritahu orang lain agar terhindar dari praktek semacam ini, seperti pengetahuan tentang undang-undang hingg dampak yang akan terjadi.<br />
3. Periksa Pengaturan Akun dan Kata Sandi<br />
Kebanyakan orang pengguna internat bakalan membuat kata sandi yang simpel dan mudah di hack orang, seperti tahun kelahiran, angka urut, hingga angka yang sama dan diulang. Tentu itu akan sangat merugikan kita karena dengan membuat kata sandi yang mudah, orang lain bakalan dengan mudah mengetahui sosial media kita hingga semua yang ada dalam aplikasi hp kita.<br />
Maka dari itu, mulai sekarang beri tahu orang lain untuk membuat kata sandi yang susah dan tidak mudah diketahui orang, setelah itu simpan kata sandi itu dan jangan di share ke orang lain termasuk orang terdekat kita.<br />
4. Verifikasi Berita Sebelum di Share<br />
Biasanya warga negara Indonesia saat mendapatkan informasi yang sedang hangat-hangatnya selalu langsung di share tanpa baca terlebih dahulu, benar berita tersebut akuran atau tidak. Padahal kita belum tahu apakah berita tersebut berhubungan dengan orang lain atau tidak.<br />
Nah, oleh karena itu mulai sekarang sebelum membagikan berita pastikan terlebih dahulu apakah berita tersebut bermanfaat atau merugikan untuk orang lain.<br />
Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2024/03/27/menggunakan-internet-secara-cerdas-dan-aman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Efektif Mengajar Anak SD yang Super Ampuh, Praktekan Cara Ini</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2024/03/22/cara-efektif-mengajar-anak-sd-yang-super-ampuh-praktekkan-cara-ini/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2024/03/22/cara-efektif-mengajar-anak-sd-yang-super-ampuh-praktekkan-cara-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Mar 2024 08:21:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=4515</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Umi Riadatul Munasaroh Anak-anak yang sudah menempuh pendidikan sekolah dasar atau SD sudah mulai bisa berpikir secara logis namun masih ada sisi lain yang masih sangat membutuhkan stimulus bermain dan bergerak yang dipantau oleh orang tuanya. Biasanya anak-anak yang sedang menempuh sekolah dasar (SD) sangat membutuhkan pendidikan yang bisa menggunakan metode pendekatan kepada anak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Umi Riadatul Munasaroh</strong></p>
<p>Anak-anak yang sudah menempuh pendidikan sekolah dasar atau SD sudah mulai bisa berpikir secara logis namun masih ada sisi lain yang masih sangat membutuhkan stimulus bermain dan bergerak yang dipantau oleh orang tuanya.<br />
Biasanya anak-anak yang sedang menempuh sekolah dasar (SD) sangat membutuhkan pendidikan yang bisa menggunakan metode pendekatan kepada anak yang lebih besar.<br />
Tentunya sebagai guru SD menjadi tantangan terbesar karena kita harus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus efektif agar anak-anak didiknya bisa menangkap materi yang diajarkan dengan baik.<br />
Mengajar anak SD tentu membutuhkan kreativitas dan inovasi baru dalam memilih metode mengajar yang tepat agar bisa diterima baik oleh siswanya.<br />
Berikut ini beberapa cara efektif untuk mengajar anak SD agar bisa ditangkap dengan baik.<br />
1. Sambil Bermain<br />
Mendidik anak yang masih menempuh pendidikan dasar tentu kita harus mengerti bahwa salah satu karakteristik anak SD adalah cepat merasa bosan, apalagi jika harus duduk diam dan mendengarkan guru menjelaskan materi.<br />
Anak SD cenderung lebih senang bermain dan bergerak bebas maka dari itu, salah satu cara mengajarkan anak SD yang efektif adalah dengan mengajak mereka belajar sambil bermain agar tidak cepat bosan dan lebih menangkap materi yang diterima.<br />
2. Belajar Bersama Teman<br />
Belajar bersama teman tentu menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengajar anak SD, karena mereka cenderung lebih suka belajar bersama teman.<br />
Dengan belajar kelompok, tentu anak-anak bisa saling membentu memahami materi yang belum bisa ditanggap oleh memaparan materi guru. Dengan begitu mereka juga bisa berdiskusi dan bertukar pendapat untuk mengerjakan tugas dengan interaksi positif dalam belajar bersama teman.<br />
Cara tersebut tentu akan membagun semangat anak untuk lebih giat belajar.<br />
Peran guru di sini adalah membimbing jalannya diskusi belajar kelompok dan juga memastikan semua anggota ikut dalam jalannya belajar.<br />
3. Membuat Catatan Penting<br />
Anak SD cenderung memiliki daya ingat yang masih terbatas sehingga mereka cepat lupa dengan apa yang sudah dipelajari oleh karena itu kita bisa membantunya dengan membuat catatan penting di setiap kesimpulan materi.<br />
Selesai menjelaskan materi beri kesempatan kepada anak-anak untuk mencatat poin penting dari materi yang sudah disampaikan.<br />
Catatan seperti ini nantinya bisa ditempel di dinding kelas, lemari es, atau kamar tidur mereka. Dengan begitu anak-anak bisa membaca ulang dan memahami materi yang sudah disampaikan.<br />
4. Ajak Anak Berkomunikasi dan Pertukar Pendapat<br />
Cara lain mengajarkan rasa belajar anak-anak adalah dengan cara menumbuhkan cara berkomunikasi aktif dan menyuarakan pendapat agar makin bisa masuk ke dalam otak.<br />
Anak SD perlu dilatih untuk berani berbicara dan mengemukakan gagasannya sendiri, sesekali juga harus membuka kesempatan bagi mereka untuk bertanya atau juga berbagi pengalaman terkait materi yang sudah dipaparkan. Doronglah anak-anak untuk mejawab pertanyaan agar mereka saling bertukar pikiran.<br />
Itulah beberapa cara yang harus dilakukan untuk menumbuhkan rasa belajar anak SD meningkat dan makin semangat untuk belajar.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2024/03/22/cara-efektif-mengajar-anak-sd-yang-super-ampuh-praktekkan-cara-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manfaat Tanaman Bagi Kecantikan Kulit Wajah</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2024/03/11/manfaat-tumbuhan-bagi-kecantikan-kulit-wajah-nomor-3-ternyata-mudah-dijumpai/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2024/03/11/manfaat-tumbuhan-bagi-kecantikan-kulit-wajah-nomor-3-ternyata-mudah-dijumpai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Mar 2024 06:55:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Kecantikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=2678</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Umi Riadatul Munasaroh Perlu kita ketahui bahwa tanaman tidak hanya bisa dijadikan sebagai hiasan rumah atau bahan masakan saja, namun, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita gunakan untuk dijadikan perawatan kulit wajah. Ada beberapa jenis tumbuhan yang memiliki kandungan baik untuk kesehatan kulit wajah kita. Maka dari itu, kandungan dalam produk skincare terdapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Umi Riadatul Munasaroh</strong></p>
<p>Perlu kita ketahui bahwa tanaman tidak hanya bisa dijadikan sebagai hiasan rumah atau bahan masakan saja, namun, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita gunakan untuk dijadikan perawatan kulit wajah.<br />
Ada beberapa jenis tumbuhan yang memiliki kandungan baik untuk kesehatan kulit wajah kita. Maka dari itu, kandungan dalam produk skincare terdapat beberapa jenis bunga dan tanaman di dalamnya,<br />
Penasaran dengan jenis tanaman yang bermanfaat bagi kulit wajah ini? Yuk, langsung simak artikel di bawah ini agar pemahaman kita terkait tumbuhan makin luas.<br />
1. Kemangi<br />
Kemangi merupakan salah satu tumbuhan yang bisa membantu mencegah tanda-tanda penuaan pada wajah kita karena paparan sinar matahari yang berlebihan bisa merusak kulit dan menyebabkan penipisan pada kolagen.<br />
Kita tentu harus tahu bahwa merendam daun kemangi dengan air hangat untuk melembutkannya dan membuat pastanya lebih kental. Cara membuatnya sangat mudah dengan campurkan tepung gram dan madu lalu bisa langsung dioleskan pada wajah kita. Tunggu beberapa saat hingga kering dan bisa langsung dibilas dengan air dingin atau air hangat.<br />
2. Jahe<br />
Jahe merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki kandungan antioksidan dan anti inflamasi yang sangat tinggi hingga mampu mencegah tanda-tanda penuaan pada kulit wajah.<br />
Nah, perlu kita ketahui juga bahwa menyiapkan parutan jahe, gula merah, dan minyak zaitun saja bisa membuat kulit wajah semakin kencang dan sehat tentunya.<br />
Cara pembuatannya cukup mudah hanya dengan mencampurkan semua bahan tadi dan oleskan pada wajah kita selama kurang lebih 10 menit setelah itu bisa langsung bilas saja.<br />
3. Cengkih<br />
Pasti kita semua sudah paham kalau cengkih merupakan salah satu tumbuhan yang sering dijadikan sebagai pengobatan tradisional Ayurveda untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Tumbuhan satu ini memang mengandung sifat antioksidan yang bisa membantu memperlambat tanda-tanda penuaan pada wajah.<br />
Maka dari itu, cengkih menjadi tanaman yang sangat sering kita dengar saat membahas terkait pengobatan, seperti, pengobatan tubuh hingga pengobatan wajah.<br />
4. Gingseng<br />
Gingseng merupakan salah satu ramuan obat Cina yang paling populer di seluruh dunia karena manfaat anti penuaannya ini. Cara pembuatan obat satu ini sangat mudah hanya dengan menggunakan satu sendok the bubuk ginseng dengan secangkir air hangat saja dengan dibantu kapas.<br />
Setelah selesai pembuatannya bisa langsung oleskan pada wajah saja dan biarkan semalaman agar meresap di wajah dengan sempurna, setelah itu bisa langsung bersihkan dipagi hari. Wajah akan makin sehat dan bersih.<br />
5. Kayu Manis<br />
Biasanya kayu manis dijadikan sebagai bahan pembuatan minuman atau makanan tapi kali ini bakalan berbeda karena satu ini bisa untuk kesehatam kulit ini.<br />
Kayu manis merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki manfaat anti penuaan karena bisa mencegah kerusakan kolagen pada wajah dan juga bisa menghilangkan elastisitas kulit.<br />
Cara pembuatannya sangat simpel cukup menyiapkan kayu manis dan bubuk hingga halus, lalu campurkan dengan madu dan oleskan pada wajah, cukup didiamkan selama kurang lebih 10 saja dan bilas dengan air bersih.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2024/03/11/manfaat-tumbuhan-bagi-kecantikan-kulit-wajah-nomor-3-ternyata-mudah-dijumpai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyiapkan Postingan untuk Situs web WordPress</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2022/10/04/menyiapkan-postingan-untuk-situs-wordpress/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2022/10/04/menyiapkan-postingan-untuk-situs-wordpress/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2022 04:45:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=1661</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Winardi Khatib Pendahuluan Tutorial ini merupakan pengalaman penulis sendiri, baik berasal dari bahan bacaan maupun praktek secara mandiri. Semua yang disampaikan berupa pemahaman yang penulis dapatkan selama menggunakan situsweb berjudul WinardiVision  atau dengan nama domain winardivision.org. Sasaran tutorial adalah pengguna baru aplikasi WordPress yang belum memahami seluk beluk website atau blog dengan baik. Sekaligus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Winardi Khatib</p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Tutorial ini merupakan pengalaman penulis sendiri, baik berasal dari bahan bacaan maupun praktek secara mandiri. Semua yang disampaikan berupa pemahaman yang penulis dapatkan selama menggunakan situsweb berjudul <strong>WinardiVision</strong>  atau dengan nama domain <strong>winardivision.org.</strong></p>
<p>Sasaran tutorial adalah pengguna baru aplikasi WordPress yang belum memahami seluk beluk website atau blog dengan baik. Sekaligus contoh-contoh yang diberikan berkaitan dengan website tersebut di atas. Penulis berusaha memberi pengertian kepada pengguna karena mungkin mempunyai latar belakang yang berbeda. Penulispun berusaha menggunakan bahasa yang sederhana.</p>
<p>Sebelum sampai tutorial kita singgung dulu kaitan antara postingan, laman, kategori dan menu. Dengan memahami pengertian dan keterkaitannya akan memudahkan bagi pemula untuk mengikuti tutorial untuk keempat komponen tersebut.</p>
<p>Website secara garis besar terdiri dua komponen utama, yaitu postingan (artikel) dan laman (halaman). <strong>Postingan (artikel)</strong> adalah hal yang pokok di dalam suatu website. Artinya postingan itulah yang sengaja disampaikan oleh admin/penulis untuk kebutuhan pembaca/pengunjung website. Postingan ini bersifat dinamis yaitu tergantung kronologi waktu. Ada postingan yang cepat  habis kadaluarsanya, misalnya berita. Namun ada posting relatif bertahan lama, misalnya postingan tentang tutorial atau bersifat ilmiah. Selagi metode belum berubah maka postingan yang disebut kemudian masih relevan untuk jangka relatif lama. Laman atau bagian yang memuat postingan ini bisa disebut <strong>Blog</strong> atau tergantung kepada yang memiliki website yang disesuaikan dengan bidang (niche) website.</p>
<p>Untuk masuk atau melihat postingan dalam suatu Website terlebih dahulu kita masuk dengan menulis judul situs, alamat URL atau nama domain di bawah Google. Bagian pertama yang terbuka disebut laman depan atau beranda. Nah di beranda ini tersedia menu yang bisa membuka halaman postingan. Contoh untuk masuk website penulis, anda bisa menuliskan judul situs: Blog Winardi, alamat URL: https://winardivision.org atau nama domain: winardivision.org.</p>
<p>Postingan a<span style="color: #333333;">dakalanya dirinci lagi menjadi beberapa <strong>Kategori</strong>. Tujuan pembagaian atas beberapa kategori tersebut adalah untuk memudahkan pencarian artikel oleh pembaca. Dengan menelusuri kategori tertentu pembaca berpeluang menemukan artikel yang dicari lebih cepat. Kategori yang disarankan berkisar 4-7 kategori. Sebagai contoh, anda akan melihat bahwa sebagai induk postingan penulis menggunakan istilah <strong>Blog</strong></span><span style="color: #333333;"><strong>.</strong> Selanjutnya induk tersebut dibagi atas beberapa kategori, yaitu: <strong>Budidaya Tanaman</strong>, <strong>Prasarana Sarana Produksi</strong>, <strong>Teknologi Pertanian</strong>, <strong>Sosial Ekonomi</strong>, <strong>Lingkungan</strong>, dan <strong>Non Kategori</strong>.</span></p>
<p>Berbeda dengan postingan, <strong>laman</strong> merupakan bagian yang berfungsi untuk menjelaskan tentang website. Laman isinya bersifat statis. Artinya isi halaman tersebut tidak akan banyak perubahan. Perubahan hanya akan dilakukan misalnya kalau ada hal-hal baru yang akan disampaikan oleh admin. Untuk website yang paling sederhana biasanya mempunyai 3 bentuk laman sesuai dengan fungsinya, yaitu: laman Beranda, Tentang dan Kontak. Catatan, didalam website istilah laman sama saja dengan halaman.</p>
<p>Laman depan yang sering ditandai dengan <strong>Beranda (Home)</strong> adalah laman depan atau awal yang ditemukan pada waktu kita mengunjungi/membuka suatu website atau blog. Laman ini berguna misalnya untuk memuat ucapan selamat datang atau penjelasan tentang artikekel apa saja di dalam website atau blog kepada pengunjung. Laman ini dibuka dengan judul situs, alamat URL atau naman domain, seperti telah dijelaskan sebelumnya.</p>
<p><a href="https://winarditaniinfo.com/blog/2022/09/20/menyiapkan-laman-untuk-situs-web-wordpress/"><span style="color: #00ccff;"><em>Baca juga: Penyiapan Laman untuk Situs Web Word Press</em></span></a></p>
<p>Laman kedua yaitu laman untuk memberi penjelasan, misalnya deskripsi website atau profil admin/penulis. Laman ini biasanya diberi judul <strong>Tentang (About). </strong>Selanjutnya laman ketiga yaitu laman yang biasanya memberitahukan bagaimana pengunjung bisa menghubungi penulis/admin. Jadi pada halaman bentuk ketiga tersebut dapat tercantum nomor telpon/WA, email, akun media sosial dan lain-lain. Laman bentuk yang terakhir tersebut biasa diberi judul <strong>Kontak (Contact)</strong>. Untuk masuk laman Tentang atau Kontak kita bisa menggunakan menu yang ada pada setiap laman karena terhubung oleh tautan (link).</p>
<p>Sedikit disinggung pula mengenai menu dan susunannya. <strong>Menu</strong> merupakan kunci yang bisa kita gunakan untuk berpindah dari satu laman ke laman lain dalam suatu website. Menu terdiri dari menu primer dan menu sekunder. Dalam hal ini kita berfokus untuk menu primer saja. Menu ini biasanya terletak pada bagian atas laman website.</p>
<p>Untuk website yang sederhana biasanya memiliki 4 komponen menu ( 3 untuk halaman dan 1 untuk menu postingan). Khusus untuk postingan, menu dapat dibagi lagi atas beberapa sub menu.  Menu laman digunakan untuk membuka laman dan menu postingan untuk membuka laman induk  (Blog, Website). Sedangkan sub menu digunakan untuk membuka kategori. Di bawah setiap kategoripun bisa pula dicantumkan judul-judul artikel.</p>
<p>Perlu dijelaskan bahwa dalam kasus website yang dijadikan contoh, penulis tidak menggunakan kategori di bawah Website sebagai induk tetapi menggunakan sub laman yang jumlah dan namanya sama dengan kategori. Apa beda menggunakan kategori dengan sub laman di bawah induk (Blog, Website) ? Jawabannya, apabila menggunakan kategori maka halaman langsung terisi oleh postingan-postingan yang sekategori sewaktu kita membuat berbagai postingan. Sedangkan dengan menggunakan sub laman, halaman yang muncul kosong. Dengan cara kedua ini kita bisa misalnya membuat judul-judul postingan saja, yaitu dengan cara mengentri baik teks dan gambar/media.</p>
<p><span style="color: #00ccff;"><em>Baca juga: Penyiapan Kategori untuk Situs Web Word Press</em></span></p>
<p><strong>Menyiapkan Postingan </strong></p>
<p>Untuk bekerja sebagai admin kita harus bekerja dibawah menu Dasbor. Untuk itu kita masuk blog melalui alamat URL admin, contoh untuk web di atas: <strong>https://winardivision.org/wp-admin/</strong> untuk website milik penulis. Tentu saja bagi pengunjung seperti anda tidak bisa menggunakan alamat ini tetapi bisa melalui judul situs: Blog Winardi, alamat URL: https://winardivision.org atau nama domain: winardivision.org. Langkah-langkah menyiapkan postingan adalah sebagai berikut:</p>
<p><span style="color: #808080;">1. Temukan menu <b>Pos</b> di di bawah dasbor</span></p>
<p><span style="color: #808080;">2. Klik menu <strong>Tambah Baru</strong></span></p>
<p><span style="color: #808080;">3. Beri judul laman pos sesuai artikel yang telah kita siapkan. Misalnya seperti salah satu judul dalam postingan penulis, yaitu: Tanaman Vanili dan Budidaya.</span></p>
<p><span style="color: #808080;">4. Tambahkan konten atau isi pos dengan teks atau gambar/media. Kalau belum siap biarkan saja kosong terlebih dahulu nanti diisi pada waktu mengedit.</span></p>
<p>5. Pada kolom Kategori isikan kategori yang sesuai judul. Contoh di website penulis, kategori yang sesuai adalah Budidaya Tanaman.</p>
<p>6. Pada kolom Tag isikan tag yang sesuai. Contoh untuk judul di atas tag yang sesuai adalah Tanaman Perkebunan. Jadi tag mirip dengan kategori tetapi tidak sama. Didalam website penulis, judul seperti diatas akan bisa ditelusuri melalui kategori (Budidaya Tanaman) dilain pihak akan bisa juga ditelusuri melalui tag (Tanaman Perkebunan). Penetapan nama tag tergantung kepada pengetahuan atau wawasan dari yng punya website itu sendiri.</p>
<p><span style="color: #808080;">7. Publikasikan pos melalui menu <strong>Terbitkan</strong> atau simpan melalui menu <strong>Simpan Draft.</strong></span></p>
<p><span style="color: #808080;">Selanjutnya bisa kita periksa atau edit pos yang telah kita buat. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:</span></p>
<p>1. Temukan kembali menu <b>Pos </b>di bawah dasbor</p>
<p>2. Klik menu <b>Semua Pos. </b>Akan muncul daftar pos-pos yang telah kita siapkan<b>.</b></p>
<p>3. Arahkan kursor ke nama pos. Akan ada pilihan menu <strong>Sunting</strong> untuk menyunting konten pos yang telah dikerjakan. Ada pula menu <strong>Edit</strong> <strong>cepat</strong> untuk melengkapi data/deskripsi pos. Selain itu ada pula menu <strong>Tampil</strong> untuk menayangkan pos dan menu <strong>Tong Sampah</strong> untuk menghapus pos.</p>
<p><span style="color: #00ccff;"><em>Baca juga: Penyiapan Menu untuk Situs Web Word Press</em></span></p>
<p>Demikianlah menyiapkan pos dalam suatu website. Setelah pos ini akan ada penjelasan dalam menyiapkan laman, kategori dan menu. Dengan menguasai empat pengetahuan dasar ini akan memudahkan anda bekerja dalam WordPress.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2022/10/04/menyiapkan-postingan-untuk-situs-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyiapkan Laman untuk Situs Web WordPress</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2022/09/18/menyiapkan-laman-untuk-blog-wordpresss/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2022 02:37:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=1645</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Winardi Khatib Pendahuluan Tutorial ini merupakan pengalaman penulis sendiri, baik berasal dari bahan bacaan maupun praktek secara mandiri. Semua yang disampaikan berupa pemahaman yang penulis dapatkan selama menggunakan website dengan judul situs Blog Winardi atau dengan nama domain winardivision.org. Sasaran tutorial adalah pengguna baru aplikasi WordPress yang belum memahami seluk beluk website atau blog dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Winardi Khatib</p>
<p><span style="color: #808080;"><strong>Pendahuluan</strong></span></p>
<p><span style="color: #808080;">Tutorial ini merupakan pengalaman penulis sendiri, baik berasal dari bahan bacaan maupun praktek secara mandiri. Semua yang disampaikan berupa pemahaman yang penulis dapatkan selama menggunakan website dengan judul situs <strong>Blog </strong><strong>Winardi </strong>atau dengan nama domain <strong>winardivision.org</strong>.</span></p>
<p><span style="color: #808080;">Sasaran tutorial adalah pengguna baru aplikasi WordPress yang belum memahami seluk beluk website atau blog dengan baik. Sekaligus contoh-contoh yang akan diberikan berkaitan dengan website tersebut di atas. Penulis berusaha memberi pengertian kepada pengguna karena mungkin mempunyai latar belakang yang berbeda. Penulispun berusaha menggunakan bahasa yang sederhana.</span></p>
<p><span style="color: #808080;"> Sebelum sampai tutorial kita singgung dulu kaitan antara laman, postingan, kategori dan menu. Dengan memahami pengertian dan keterkaitannya akan memudahkan bagi pemula untuk mengikuti tutorial untuk keempat komponen tersebut.</span></p>
<p><span style="color: #808080;">Website secara garis besar terdiri dua komponen utama, yaitu laman (halaman) dan postingan (artikel). Laman adalah bagian website yang bersifat statis. Artinya isi halaman tersebut berupa informasi atau penjelasan mengenai website yang tidak perlu banyak perubahan. Perubahan hanya akan dilakukan misalnya kalau ada hal-hal baru yang akan disampaikan oleh admin. Catatan, didalam website istilah laman sama saja dengan halaman.</span></p>
<p><span style="color: #808080;">Untuk website yang paling sederhana biasanya mempunyai 3 bentuk laman sesuai dengan fungsinya. Pertama, laman Beranda/Depan  (Home Page). Laman Beranda adalah laman awal yang ditemukan pada waktu kita mengunjungi/membuka suatu website atau blog. Laman Home berguna untuk misalnya memuat ucapan selamat datang atau penjelasan tentang artikekel apa saja di dalam website atau blog kepada pengunjung. Laman ini biasanya diberi judul <strong>Beranda (Home).</strong></span></p>
<p><span style="color: #808080;">Laman Depan ini bisa dibuka dengan menulis judul situs website,  nama domain atau alamat URL. Alamat URL yaitu dengan tambahan https:// di depan nama domain. Kita contohkan saja untuk mengunjungi website milik penulis, silahkan menulis di bawah Google judul situs: Website Winardi atau alamat nama domain: winarditaniinfo.com. Kalau jaringan internet tidak bermasalah maka anda akan menemukannya.</span></p>
<p><a href="https://winarditaniinfo.com/blog/2022/09/26/menyiapkan-postingan-untuk-situs-web-word-press/"><em><span style="color: #00ccff;">Baca juga: Penyiapan Postingan untuk Situs Web Word Press</span></em></a></p>
<p><span style="color: #808080;">Laman kedua yaitu laman untuk memberi penjelasan, misalnya deskripsi website atau profil admin/penulis. Laman ini biasanya diberi judul <strong>Tentang (About). </strong>Selanjutnya laman ketiga yaitu laman yang biasanya memberitahukan bagaimana pengunjung bisa menghubungi penulis/admin. Jadi pada halaman bentuk ketiga tersebut dapat tercantum nomor telpon/WA, email, akun media sosial dan lain-lain. Laman bentuk yang terakhir tersebut biasa diberi judul <strong>Kontak (Contact)</strong>. Untuk masuk laman Tentang atau Kontak kita bisa menggunakan menu yang ada pada setiap laman karena terhubung oleh tautan (link).</span></p>
<p><span style="color: #808080;"><strong>Postingan (artikel)</strong> adalah hal yang pokok atau isi dari suatu website. Artinya postingan itulah yang sengaja disampaikan oleh admin/penulis untuk kebutuhan pembaca/pengunjung website. Postingan ini bersifat dinamis yaitu tergantung kronologi waktu. Ada postingan yang cepat  habis kadaluarsanya, misalnya berita harian, mingguan dan sebagainya. Namun ada pula posting relatif bertahan lama, misalnya postingan tentang tutorial atau yang bersifat ilmiah. Selagi metode belum berubah maka postingan yang disebut kemudian masih relevan untuk jangka relatif lama. Laman yang menampung postingan ini bisa disebut <strong>Blog</strong> atau tergantung kepada yang memiliki website yang disesuaikan dengan bidang (niche) website.</span></p>
<p><span style="color: #808080;">Postingan adakalanya dirinci lagi menjadi beberapa K<strong>ategori</strong>. Tujuan pembagaian atas beberapa kategori tersebut adalah untuk memudahkan pencarian artikel oleh pembaca. Dengan menelusuri kategori tertentu pembaca berpeluang menemukan artikel yang dicari lebih cepat. Kategori yang disarankan berkisar 4-7 kategori. Untuk  masuk ke postingan, seperti telah dijelaskan di atas bisa melalui menu yang tercantum di setiap laman website. </span></p>
<p><span style="color: #808080;">Sebelumnya penulis telah memberikan contoh bagaimana masuk ke laman Beranda, laman Tentang dan laman Kontak. Sekarang silahkan masuk ke postingan dari laman mana saja dengan menggunakan menu. Kalau sudah berhasil, anda akan  menemukan bahwa penulis memberi judul laman postingan dengan nama <strong>Blog</strong>. Postingan  tersebut terbagi atas 6 kategori, yaitu: <strong>Budidaya Tanaman</strong>, <strong>Prasarana Sarana Produksi</strong>, <strong>Teknologi Pertanian</strong>, <strong>Sosial Ekonomi</strong>, <strong>Lingkungan</strong>, dan <strong>Non Kategori</strong>.</span></p>
<p>Sedikit disinggung pula mengenai menu dan susunannya. <strong>Menu</strong> merupakan kunci yang bisa kita gunakan untuk berpindah dari satu laman ke laman lain dalam suatu website. Menu terdiri dari menu primer dan menu sekunder. Dalam hal ini kita berfokus untuk menu primer saja. Menu ini biasanya terletak pada bagian atas laman website.</p>
<p>Untuk website yang sederhana biasanya memiliki 4 komponen menu ( 3 untuk halaman dan 1 untuk menu postingan). Khusus untuk postingan, menu dapat dibagi lagi atas beberapa sub menu.  Menu laman digunakan untuk membuka laman dan menu postingan untuk membuka laman induk  (Blog, Website). Sedangkan sub menu digunakan untuk membuka kategori. Di bawah setiap kategoripun bisa pula dicantumkan judul-judul artikel.</p>
<p>Perlu dijelaskan bahwa dalam kasus website yang dijadikan contoh, penulis tidak menggunakan kategori di bawah Website sebagai induk tetapi menggunakan sub laman yang jumlah dan namanya sama dengan kategori. Apa beda menggunakan kategori dengan sub laman di bawah induk (Blog, Website) ? Jawabannya, apabila menggunakan kategori maka halaman langsung terisi oleh postingan-postingan yang sekategori sewaktu kita membuat berbagai postingan. Sedangkan dengan menggunakan sub laman, halaman yang muncul kosong. Dengan cara kedua ini kita bisa misalnya membuat judul-judul postingan saja, yaitu dengan cara mengentri baik teks dan gambar/media.</p>
<p><em><span style="color: #00ccff;">Baca juga: Penyiapan Kategori untuk Situs Web Word Press</span></em></p>
<p><span style="color: #808080;"><strong>Menyiapkan Laman</strong>.</span></p>
<p><span style="color: #808080;">Untuk bekerja sebagai admin kita harus bekerja dibawah menu Dasbor. Untuk itu kita masuk website melalui alamat URL admin, contoh untuk web di atas adalah <strong>https://winardivision.org/wp-admin/</strong>. Tentu saja bagi pengunjung seperti anda tidak bisa menggunakan alamat ini tetapi bisa melalui judul situs: Blog Winardi, alamat URL: https://winardivision.org atau nama domain: winardivision. Langkah-langkah menyiapkan laman adalah sebagai berikut:</span></p>
<p><span style="color: #808080;">1. Temukan menu <strong>Laman</strong> di bawah dasbor</span></p>
<p><span style="color: #808080;">2. Klik menu <strong>Tambah Baru</strong></span></p>
<p><span style="color: #808080;">3. Beri judul laman , misalnya <strong>Beranda</strong> atau yang lainnya sesuai keinginan anda. Dalam pembuatam judul laman ada kololm <strong>Slug</strong> yang perlu diisi. Misalnya untuk judul laman Budidaya Tanaman maka dalam kolom Slug diisi: budidaya-tanaman (semua huruf kecil dan antar suku kata diberi tandap hubung).</span></p>
<p><span style="color: #808080;">4. Tambahkan konten atau isi laman dengan teks atau gambar/media. Kalau belum siap biarkan saja kosong terlebih dahulu nanti diisi pada waktu mengedit.</span></p>
<p><span style="color: #808080;">5. Publikasikan melalui menu <strong>Terbitkan</strong> atau simpan melalui menu <strong>Simpan Draft.</strong></span></p>
<p><span style="color: #808080;">Buatlah laman sebanyak yang telah direncanakan sesuai langkah-langkah diatas. Kalau dalam contoh website diatas adalah total 9 laman. Kalau sudah siap seluruh laman maka untuk pemeriksaannya (edit) dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:</span></p>
<p><span style="color: #808080;">1. Kembali ke menu <strong>Laman</strong></span></p>
<p><span style="color: #808080;">2. Klik menu <strong>Semua</strong> <strong>Laman. </strong>Daftar seluruh laman akan muncul</span></p>
<p><span style="color: #808080;">3. Arahkan kursor ke nama laman. Akan muncul menu <strong>Sunting</strong> untuk menyunting konten laman. Ada pula pilihan menu <strong>Edit</strong> <strong>cepat</strong> untuk melengkapi data/deskripsi laman. Selain itu ada pula pilihan menu <strong>Tampil</strong> untuk menayangkan laman dan menu <strong>Tong Sampah</strong> untuk menghapus laman.</span></p>
<p><em><span style="color: #00ccff;">Baca juga: Penyiapan Menu untuk Situs Web Word Press</span></em></p>
<p><span style="color: #808080;">Demikianlah menyiapkan laman dalam suatu website. Setelah laman ini akan ada penjelasan dalam penyiapan postingan, kategori dan menu. Dengan menguasai empat pengetahuan dasar ini akan memudahkan anda bekerja dalam WordPress.</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Otobiografi Winardi Khatib</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2022/09/10/biografi-winardi-khatib/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Sep 2022 05:22:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=1267</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Winardi Khatib A. Masa Kecil dan Sekolah Dasar Saya lahir pada tanggal 19 September 1953 di Nagari (Desa) Koto Tangah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Sedangkan kampung saya adalah Taeh Bukit yakni desa tetangga dari tempat saya lahir. Ibu saya bernama Nilam adalah wanita biasa yang tinggal di kampung. Sedangkan bapak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Winardi Khatib</p>
<p><strong>A. Masa Kecil dan Sekolah Dasar</strong></p>
<p>Saya lahir pada tanggal 19 September 1953 di Nagari (Desa) Koto Tangah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Sedangkan kampung saya adalah Taeh Bukit yakni desa tetangga dari tempat saya lahir.</p>
<p>Ibu saya bernama Nilam adalah wanita biasa yang tinggal di kampung. Sedangkan bapak saya bernama Ali Khatib gelar Dt. Rajo nan Panjang. Bapak saya bekerja sebagai guru Sekolah Rakyat (SR) yang kemudian berubah nama menjadi Sekolah Dasar (SD).</p>
<p>Dari satu bapak dan satu ibu, saya adalah 6 bersaudara, lima orang laki-laki dan satu orang perempuan. Sedangkan dari pihak ibu yang lain (isteri ke 2 bapak) saya mempunyai 6 orang saudara lagi, 4 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.</p>
<p>Saya masuk SD pada Tahun Ajaran 1960/1961 di Taeh Bukit. Sekolah tersebut sejatinya berupa bangunan darurat yang didirikan begitu suasana konfrontrasi reda antara PRRI dengan Pemerintah RI. Pada saat kenaikan kelas 4 barulah sekolah kami pindah ke lokasi yang lebih permanen. Saya lulus ujian akhir pada tahun 1966.</p>
<p>Selain belajar di sekolah, saya juga ikut bergaul dengan teman sebaya serta membantu orang tua dalam pekerjaan sehari-hari. Jenis permainan yang diikuti dengan teman sepermainan, misalnya: <em>pantak lele,  siguliak, bodia-bodia botuang dan sipak bola limau</em> (semuanya nama setempat).</p>
<p>Dalam membantu orang tua yang biasa dikerjakan adalah mengembalakan ternak kerbau. Pekerjaan ini dilakoni sepulang dari sekolah hingga magrib menjelang. Untuk menghindari terik panas matahari atau hujan kita perlu memakai tudung pandan yang cukup lebar.</p>
<figure id="attachment_1321" aria-describedby="caption-attachment-1321" style="width: 1003px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1321 size-full" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220910_131423.jpg" alt="" width="1003" height="749" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220910_131423.jpg 1003w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220910_131423-300x224.jpg 300w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220910_131423-768x574.jpg 768w" sizes="(max-width: 1003px) 100vw, 1003px" /><figcaption id="caption-attachment-1321" class="wp-caption-text">Ilustrasi anak gembala (kibrispdr.org).</figcaption></figure>
<p>Kegiatan lain yang tak kalah pentingnya adalah belajar mengaji Al Qur&#8217;an. Kegiatan ini dilakukan pada malam hari. Tempatnya bisa di surau (mushola) atau di rumah pribadi orang yang bisa mengajarkan Al Quran.</p>
<p><strong>B. Sekolah Menengah di Payakumbuh </strong></p>
<p>Pada tahun 1967 saya masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Payakumbuh. Sekolah tersebut berlokasi di Kenagarian Koto nan Gadang sekitar 3 km dari pusat kota. Kota Payakumbuh sendiri berjarak sekitar 15 km dari kampungku.</p>
<p>Untuk keperluan ini saya harus pindah ke Kota Payakumbuh. Pada awalnya saya <i>kos</i> rumah bersama kakak laki-laki tertua. Dari tempat tinggal ke sekolah sekitar 3 km ditempuh hanya dengan berjalan kaki pagi dan siang. Tidak ada angkutan umum yang tersedia pada waktu itu.</p>
<figure id="attachment_1391" aria-describedby="caption-attachment-1391" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1391 size-full" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20211118-WA0027-2.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20211118-WA0027-2.jpg 1600w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20211118-WA0027-2-300x169.jpg 300w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20211118-WA0027-2-1024x576.jpg 1024w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20211118-WA0027-2-768x432.jpg 768w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20211118-WA0027-2-1536x864.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-1391" class="wp-caption-text"><em>Gedung SMP Negeri 2 sekarang (dulunya adalah SMP Negeri 3 Payakumbuh).</em></figcaption></figure>
<p>Banyak teman baru yang dijumpai di sekolah ini. Mereka berasal dari berbagai pelosok di Kabupaten Limapuluh Kota. Hal tersebut disebabkan masih terbatasnya sekolah menengah, seperti SMP dan SMA di wilayah ini.</p>
<p>Salah satu kegiatan sekolah yang masih membekas pada ingatan saya bahwa pada setiap Jumat pagi, pelajar diwajibkan membawa 2 buah tempurung (batok) kelapa. Tempurung tersebut dikumpulkan kemudian dibakar dalam lobang yang disiapkan untuk menghasilkan arang batok kelapa. Bagi yang tidak membawa siap-siap saja dapat hukuman dari guru yang terkenal disiplin, seperti Bapak Anis Durin atau Bapak Darmis.</p>
<p>Setamat SMP pada Tahun 1969 saya langsung masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Payakumbuh pada Tahun 1970. Sekolah tersebut adalah satu-satunya SMA yang ada dalam kota yang lokasinya berseberangan jalan dengan Makam Pahlawan di kawasan Labuh Basilang. Untuk mengikuti pendidikan ini saya kos rumah yang tidak terlalu jauh dari sekolah.</p>
<p>Setiap akhir minggu, pada hari Sabtu biasanya saya pulang kampung guna mengambil bekal sehari-hari. Jenis kendaraan yang biasa ditumpangi adalah bendi (delman). Untuk itu biasanya harus membuat janji dengan kusirnya terlebih dahulu. Bendi yang sering ditumpangi adalah bendi pak Munab karena sudah akrab dengannya.</p>
<p>Tidak banyak waktu yang bisa di gunakan untuk beristirahat di kampung. Biasanya sampai di kampung malam haripun tiba. Besok siangnya sudah harus bergegas untuk kembali ke Payakumbuh. Hal tersebut disebabkan terbatasnya kendaraan yang bisa ditumpangi.</p>
<p>Selain kendaraan yang terbatas juga tidak memadainya kondisi jalan menuju kampungku. Adapun desaku pada waktu itu tergolong desa terisolir. Dari Payakumbuh kita bisa menggunakan kendaraan hanya sampai desa Taeh Baruh.</p>
<p>Dari Taeh Baruh hendak menuju ke Taeh Bukit, pertama harus menyeberang Batang Sinamar dengan titian betungnya. Setelah itu melintasi pematang sawah sekitar 1,5 km jauhnya. Perjalanan masih dilanjutkan melalui jalan setapak di daerah perbukitan sekitar 2,5 km lagi.</p>
<p>Seperti dari SD hingga SMP saya tidak pernah tertinggal kelas demikian juga halnya di SMA. Pada tahun 1972 saya lulus dari SMA.</p>
<p><strong>C. Kuliah pada Fakultas Pertanian, UNAND</strong></p>
<p>Pada tahun 973 saya masuk Fakultas Pertanian, Universitas Andalas di Padang. Ada 80 an orang teman baru yang dijumpai di fakultas ini. Sebelum memulai perkuliahan mahasiswa baru diharuskan mengikuti POSMA (Pekan Orientasi Studi Mahasiswa).</p>
<p>Secara ringkas tujuan POSMA untuk mengenalkan kepada mahasiswa akan kehidupan kampus serta membentuk kepribadian yang lebih mandiri. Cuma saja dalam pelaksanaannya <em>even</em> ini sering dimanfaatkan untuk hura-hura bagi sebagian mahasiswa senior.  Menurutku hal tersebut berpotensi menimbulkan kekerasan fisik maupun psikis.</p>
<p>Selama kuliah saya tinggal di Ulak Karang lebih kurang 2 km dari kampus Air Tawar. Kendaraan yang bisa ditumpangi adalah angkutan kota dengan nama Mini City Expres yang lazim disebut dengan City Expres saja.</p>
<p>Mahasiswa terdiri atas lima tingkat, yaitu tingkat 1, 2, 3, 4 dan 5. Tingkat 1 sampai dengan 3 merupakan masa perkuliahan umum yang diikuti seluruh mahasiswa. Tingkat 4 adalah tingkat dimana mahasiswa mengikuti perkuliahan berdasarkan jurusannya. Sedangkan tingkat 5 adalah masa penyusunan thesis dan penelitian.</p>
<p>Pada akhir semester 2 setiap tahun selalu diadakan sidang pengumuman untuk kenaikan tingkat ke tingkat 2, 3 atau 4.  Momen-moment tersebut merupakan hal cukup menegangkan bagi mahasiswa. Adalah kepuasan tersendiri bagi yang langsung lulus (lulus pertama). Demikian juga bagi saya pribadi karena berhasil lulus pertama setiap kenaikan tingkat.</p>
<p>Bagi yang belum berhasil pada sidang pengumuman pertama akan diberikan ujian susulan untuk kemudian akan diumumkan lagi pada sidang pengumuman kedua. Bagi yang masih belum lulus juga maka diharuskan mengulang perkuliahan pada tahun berikutnya.</p>
<p>Naik ke tingkat 4 saya memilih jurusan Agronomi. Jurusan Agronomi termasuk jurusan yang digemari pada waktu itu. Yang menjadi salah satu kenangan bagi saya adalah diajaknya mahasiswa tingkat 4 untuk berdarmawisata ke Medan pada tahun 1976. Tujuan darmawisata adalah mengenalkan perkembangan pertanian, khususnya sektor perkebunan besar di sekitar kota Medan.</p>
<p>Sebelum melakukan penyusunan thesis dan pelaksanaan penelitian mahasiswa perlu mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN adalah cara mahasiswa untuk mengabdikan ilmu pengetahuan ditengah masyarakat. Saya waktu itu, tahun 1977 melaksanakan tugas KKN di Kenagarian Taluk, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan. </p>
<p>Dalam penyusunan thesis dan penelitian saya dibimbing oleh Ibu Ir. Mastina Jalil (Pembimbing I) dan Ibu Ir. Nursinah Nurdin (Pembing II). Hanya saja sebelum penelitian Dosen Pembimbing I memberi tugas untuk melakukan studi lapangan terlebih dahulu. Hal tersebut menyebabkan tertundanya kemajuan penelitian thesis sekitar 1 tahun.</p>
<p>Saya melakukan penelitian tentang penggunaan pupuk nitrogen pada berbagai sistem tanam tanaman jagung. Penelitian dilakukan pada Kebun Percobaan Fakultas Pertanian di Payakumbuh, tahun 1979. Akhirnya saya lulus ujian Sarjana Pertanian dan diwisuda pada bulan Oktober 1980.</p>
<p><strong>D. Bekerja dan Berumah Tangga</strong></p>
<p>Selepas wisuda maka saya mulai mencoba untuk mencari tempat kerja. Ada dua instansi yang memanggil lamaran kerja, yaitu Bank Bumi Daya di Jakarta dan Lembaga Pusat Penelitian Pertanian (LP3) di Bandar Buat, Padang. LP3 merupakan instansi di bawah Kementerian Pertanian. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya memutuskan bekerja di LP3.</p>
<p>Setelah memantapkan pekerjaan di LP3 dan tinggal di Padang maka selanjutnya timbul keinginan untuk membentuk rumah tangga. Dengan ikhtiar dan takdir dari Allah SWT maka saya berhasil menyunting gadis yang bernama Edis Suwarti pada tanggal 20 Mei 1982 di Payakumbuh.</p>
<p>Edis Suwarti lahir di Payakumbuh meskipun kedua orang tuanya berasal dari Bukittinggi. Sebelum menikah dengan saya, Edis Suwarti tinggal di Jakarta dalam menyelesaikan pendidikan Bidannya.</p>
<p dir="ltr">Lebih kurang satu tahun bekerja, saya diberi kesempatan untuk melanjutkan studi S-2 di Fakultas Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor (IPB). Di IPB saya memilih jurusan Ilmu Tanah untuk didalami.</p>
<p dir="ltr">Salah satu yang menarik bagi saya di IPB adalah mengikuti mata kuliah Geo Kimia. Mata kuliah tersebut diasuh oleh Bapak Dr. Muhammad Weiss. Dalam kuliah lapangan mahasiswa sempat diajak berkeliling Propinsi Jawa Barat. Tujuannya adalah untuk lebih memahami perkembangan ilmu tanah dari aspek geo kimia.</p>
<p dir="ltr">Selama studi di IPB saya dibimbing oleh tiga orang dosen, yaitu Bapak Dr. Ir. Lutfi Ibrahim Nasution (Dosen Pembimbing I), Bapak Dr. Ir Goeswono Supardi (Dosen Pembimbing II) dan Bapak Dr. Ir. Muhammad Satari (Dosen Penguji). Saya melakukan penelitian dengan topik penggunaan pupuk hijau pada tanah Podzolik Merah Kuning di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Penelitian berlangsung selama paruh awal tahun 1986.</p>
<p dir="ltr">Tepat pada tanggal 8 Agustus 1987 saya dan isteri beroleh Kurnia yang tak berhingga dari Allah SWT atas kelahiran putri kami di Bogor. Putri tersebut kami beri nama Arini Kurniadewi.  Selanjutnya pada tahun berikutnya saya berhasil merampungkan penulisan tesis dan lulus ujian S-2 pada tanggal 4 Juni 1988.</p>
<p dir="ltr">Saya kembali ke kantor di Sumatera Barat pada tahun 1989. Kali ini kantor tempat saya bekerja telah berubah nama menjadi Balai Penelitian Tanaman Pangan (Balittan) yang berkantor pusat di Sukarami, Solok. Saya ditempatkan pada Sub Balai di Sitiung, Dharmasraya sebagai peneliti.</p>
<p dir="ltr">Disamping peneliti saya juga ditugaskan sebagai penanggung jawab laboratorium tanah dan tanaman serta koordinator peneliti dan teknisi. Selain itu saya juga terlibat sebagai peneliti kolaborasi dengan Lembaga Penelitian Padi Internasional (Internasional Rice Research Institute/IRRI).</p>
<p dir="ltr">Sehubungan kolaborasi dengan IRRI saya diberi kesempatan sebagai berikut: Tahun 1982, mengikuti pelatihan Budidaya Padi Berkelanjutan Berbasis Pengelolaan Kesuburan Tanah di Kantor Pusat IRRI (Filipina) selama 4 bulan; Tahun 1984, pelatihan analisis tanah di Laboratorium IRRI (Filipina) selama sebulan; dan Tahun 1988, mengikuti Simposium Padi Gogo (Chiang Mai, Thailand).</p>
<p dir="ltr">Pada tahun 2000 saya dipindahtugaskan sebagai tenaga detasir pada Instalasi Penelitian dan Pengkajian Tanaman Pangan (IPPTP) Bengkulu. IPPTP Bengkulu pada waktu itu merupakan bagian dari Balai Penelitian Tanaman Pangan Sukarami.</p>
<p dir="ltr">Di IPPTP Bengkulu saya berkonsentrasi melakukan penelitian/pengkajian pewilayahan komoditas pertanian berdasarkan zona agroekologi. Zona Agroekologi (ZAE) atau dalam Bahasa Inggrisnya Agroecology Zone (AEZ). ZAE merupakan metode dalam mengidentifikasi wilayah menggunakan faktor biofisik (iklim dan tanah) serta ditunjang faktor sosial ekonomi untuk pewilayahan komoditas pertanian.</p>
<p dir="ltr">Saya ditarik kembali ke kantor pusat BPTP Sumbar di Sukarami Solok pada tahun 2004. Di BPTP Sumbar saya menjadi anggota dari Kelompok Peneliti Sumberdaya. Adapun yang menjadi konsentrasi dari penelitian/pengkajian saya adalah berkaitan dengan faktor iklim dan tanah. BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) merupakan perubahan dari Balai Penelitian Tanaman Pangan yang telah dikemukakan sebelumnya.</p>
<p dir="ltr">Saya sekeluarga pada tahun 2006 pindah tempat tinggal di Padang meskipun masih tetap bekerja di Sukarami. Buat sementara kami tingga di Perumahan Dinas Kesehatan karena isteri saya juga bekerja pada instansi tersebut. Barulah pada tahun 2009 kami menempati rumah sendiri di Kelurahan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.</p>
<figure id="attachment_1406" aria-describedby="caption-attachment-1406" style="width: 892px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1406 size-full" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220913_2314232.jpg" alt="" width="892" height="635" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220913_2314232.jpg 892w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220913_2314232-300x214.jpg 300w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220913_2314232-768x547.jpg 768w" sizes="(max-width: 892px) 100vw, 892px" /><figcaption id="caption-attachment-1406" class="wp-caption-text"><em>Rumah tempat tinggal saya di Bandar Buat, Padang.</em></figcaption></figure>
<p dir="ltr">Pada tahun 2011 saya berkesempatan melakukan ibadah Umrah ketanah suci Makkah dan Madinah. Pada kesempatan itu saya berangkat dengan ibunda Nilam. Alhamdulillah kami selamat dalam perjalanan pergi dan pulang.</p>
<p dir="ltr">Saya memasuki masa pensiun pada tahun 2018, yaitu setelah berdinas selama 38 tahun pada Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. Pangkat/golongan ruang PNS yang saya capai selama masa tersebut adalah Pembina Utama Muda/IV/c. Sedangkan jabatan peneliti adalah Peneliti Madya.</p>
<p dir="ltr">Pada tahun berikutnya merupakan cobaan yang berat dalam keluarga saya. Isteri telah pergi mendahului buat selamanya akibat penyakit yang dideritanya pada tanggal 26 Agustus 2019. Semoga dia husnul khatimah.</p>
<p dir="ltr">Pada tahun 2021 saya berkesempatan lagi melakukan ibadah Umroh ke tanah suci. Kali ini membawa serta ananda Arini Kurniadewi. Sebetulnya perjalanan ini direncanakan untuk membawa serta isteri. Namun sebelum terlaksana, isteri telah terlebih dahulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Alfatihah. Aamiin.</p>
<figure id="attachment_1462" aria-describedby="caption-attachment-1462" style="width: 350px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1462" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2022/09/16631301240782-5-270x300.jpg" alt="" width="350" height="388" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2022/09/16631301240782-5-270x300.jpg 270w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2022/09/16631301240782-5.jpg 600w" sizes="(max-width: 350px) 100vw, 350px" /><figcaption id="caption-attachment-1462" class="wp-caption-text">Pada suatu kesempatan dengan istri.</figcaption></figure>
<p dir="ltr">Bertugas sebagai peneliti bukan hanya membuat perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan hasil penelitian. Tetapi dituntut juga untuk melakukan penyebaran dan pengembangan hasil penelitian dalam bentuk karya ilmiah.  Media untuk menyampaikan karya ilmiah tersebut antara lain dalam  bentuk seminar, buku dan jurnal ilmiah. Beberapa judul karya tulis saya dapat di lihat pada Daftar 1. </p>
<p dir="ltr">Apabila pembaca berkenan membuka diinternret web saya: <em>WinardiVision</em> atau menghubungi tautan: <em>https://winardivision.org/</em> maka akan dapat juga membaca beberapa tulisan saya. Demikian juga kalau ingin melihat saya di dalam instagram, silahkan cari akun: @<em>winardi_vision01</em>.</p>
<p dir="ltr">Daftar 1. Beberapa karya ilmiah dalam bentuk seminar:</p>
<p dir="ltr">1. Winardi., I. Manti, Buharman dan E. Basuno 2004.  <em>Studi pendasaran beberapa FSZ (Farming System Zone) di Propinsi Bengkulu. Hal.</em> 338-358.  Prosiding Seminar Nasional Kontribusi Hasil-Hasil Penelitian/Pengkajian Spesifik Lokasi Mendukung Pembangunan Pertanian Sumatera Barat. Departemen Pertanian.</p>
<p dir="ltr">2. Winardi.  2008.  <em>Status pemupukan padi sawah pada lahan irigasi di Sumatera Barat.</em>  Hal. 383-395.  Prosiding Seminar Nasional dan Dialog Sumberdaya Lahan Pertanian (Buku 2: Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan). Departemen Pertanian.</p>
<p dir="ltr">3. Winardi.  2008.  <em>Perbaikan kesuburan tanah dan penggunaan varietas tenggang kemasan dalam pengembangan kedelai pada lahan kering masam.</em>  Hal. 371-382.  Prosiding Seminar Nasional dan Dialog Sumberdaya Lahan Pertanian (Buku 2: Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan). Departemen Pertanian.</p>
<p dir="ltr">4. Winardi dan Yufdi, P. 2011.  <em>Potensi pengembangan sistem integrasi tanaman-ternak (SITT) di Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat berdasarkan peta zona agroekologi (ZAE) skala 1:50.000</em>. Hal. 466-473.  <em>Dalam</em>: Rauf, A., T. Irmansyah, Mukhlis dan Razali (<em>Eds</em>.).  Prosiding Seminar Nasional Pertanian Presisi. Kerjasama Program Pascasarjana Fak. Pert. USU dengan Dinas Pert. Prop. Sumut dan BPPT Sumut.</p>
<p dir="ltr">5. Winardi dan Yufdi, P. 2011.  <em>Peluang pengembangan pola tanam padi sawah-palawija/sayuran di </em><em>Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat berdasarkan peta zona agroekologi (ZAE) skala 1:50.000</em>.  Hal. 474-482.  <em>Dalam</em>: Rauf, A., T. Irmansyah, Mukhlis dan Razali (<em>Eds</em>.).  Prosiding Seminar Nasional Pertanian Presisi. Kerjasama Program Pascasarjana Fak. Pert. USU dengan Dinas Pert. Prop. Sumut dan BPPT Sumut.</p>
<p dir="ltr">6. Winardi dan Azwir.  2014.  <em>Pengujian beberapa varietas unggul padi sawah dengan beberapa cara tanam pada lahan sawah bukaan baru Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.</em>  Hal. 899-909.  Prosiding Seminar Nasional 2013 Inovasi Teknologi Padi Adaptif Perubahan Iklim Global Mendukung Surplus 10 Juta Ton Beras Tahun 2014 (Buku 2). Kementerian Pertanian.</p>
<p dir="ltr">7. Winardi.  2014.  <em>Prospek budidaya kedelai pada lahan sawah tadah hujan dan sawah irigasi sederhana untuk peningkatan produksi.</em>  Hal. 270-280.  <em>Dalam</em>: Hutabarat B., Hermanto dan S. H. Susilowati (<i>Penyunting</i>).  Prosiding Seminar Nasional Hari Pangan Sedunia ke 33 (Buku 1).  Kementerian Pertanian.</p>
<p dir="ltr">Padang, 10 September 2022</p>
<p dir="ltr">Winardi Khatib </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote></blockquote>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 8/327 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: winardivision.org @ 2025-04-30 21:18:43 by W3 Total Cache
-->