<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Winardi &#8211; WinardiVision </title>
	<atom:link href="https://winardivision.org/blog/author/edewin-0199/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://winardivision.org</link>
	<description>Utama menginformasikan pertanian dan pengembangannya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Jan 2025 04:44:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/04/cropped-Screenshot_2024-04-02-09-20-58-696_com.android.chrome-32x32.jpg</url>
	<title>Winardi &#8211; WinardiVision </title>
	<link>https://winardivision.org</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gunung Bungsu Destinasi Wisata Potensial di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2024/12/18/wisata-gunung-bungsu-di-kabupaten-limapuluh-kota-sumbar/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2024/12/18/wisata-gunung-bungsu-di-kabupaten-limapuluh-kota-sumbar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Dec 2024 10:45:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=5954</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Winardi Khatib Gunung Bungsu terletak di Nagari Taeh Bukik, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Propinsi Sumatera Barat. Meskipun demikian sebenarnya ada beberapa nagari lain yang terletak disekitar Gunung Bungsu, yaitu nagari Lubuak Batingkok, nagari Gurun dan nagari Solok Bio Bio (semunya di Kecamatan Harau) serta nagari Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka. Dari kota Payakumbuh kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Winardi Khatib</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5975" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241220_1059262.jpg" alt="" width="458" height="306" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241220_1059262.jpg 458w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241220_1059262-300x200.jpg 300w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241220_1059262-416x278.jpg 416w" sizes="(max-width: 458px) 100vw, 458px" /></p>
<p>Gunung Bungsu terletak di Nagari Taeh Bukik, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Propinsi Sumatera Barat. Meskipun demikian sebenarnya ada beberapa nagari lain yang terletak disekitar Gunung Bungsu, yaitu nagari Lubuak Batingkok, nagari Gurun dan nagari Solok Bio Bio (semunya di Kecamatan Harau) serta nagari Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka. Dari kota Payakumbuh kita menempuh jalan sekitar 15 km kearah utara untuk sampai di Taeh Bukik tempat memulai pendakian.</p>
<p>Gunung Bungsu terletak di gugusan Bukit Barisan dengan ketinggian 1253 m dpl. (dari permukaan laut). Tidak terlalu tinggi sebenarnya namun gunung ini memiliki banyak keistimewaan. Di sekitar gunung bisa dijumpai flora dan fauna yang beragam dan bermanfaat. Bagi penduduk sekitar Gunung Bungsu dijadikan sebagai tempat ritual <em>basafa</em>. Khusus untuk tujuan wisata kita akan menemukan berbagai tantangan namun masih ramah untuk pemula. Karena waktu pendakian relatif tidak terlalu lama maka cocok untuk membawa serta keluarga.</p>
<p>Akses menuju Gunung Bungsu sudah cukup memadai dimana jalannya sudah diaspal. Pengunjung dari Padang atau Bukittinggi terlebih dahulu ke Payakumbuh yang berjarak 125 km dari Padang dan 33 km dari Bukittinggi. Sesampai di Payakumbuh, perjalanan bisa dilanjutkan melalui dua rute, salah satunya melalui Tanjungpati (dekat Sarilamak ibukota Kabupaten Limapuluh Kota). Alternatif lain melalui jalan raya Payakumbuh-Suliki dan sesampainya di Nagari Taeh Baruah berbelok ke kanan menuju Taeh Bukik.</p>
<p>Sedangkan pengunjung dari arah Pekanbaru cukup berbelok di Tanjungpati yang berjarak lebih kurang 180 km dari Pekanbaru. Dalam menuju lokasi yang penting jangan malu untuk bertanya kepada penduduk yang dijumpai. Ada hal baik juga, begitu keluar dari kota Payakumbuh atau daerah Tanjungpati kita bisa melihat keberadaan Gunung Bungsu di hadapan dengan jelas.</p>
<p>Sayangnya dari Payakumbuh relatif jarang angkutan umum kesana. Namun demikian kita dapat menyewa kendaraan baik berupa ojek atau bis travel di Payakumbuh. Bagi yang membawa kendaraan sendiri sudah jelas tidak ada masalah. Hanya disarankan tidak membawa bus besar, dikhawatirkan akan mengurangi kelancaran perjalanan di lokasi.</p>
<p>Sebelum sampai lokasi, sebenarnya diperjalanan kita sudah disuguhi pemandangan yang menakjubkan. Apabila kita lewat Tanjungpati, begitu memasuki nagari Taeh Bukik kita melewati tanjakan yang cukup curam yang lokasinya disebut <em>Tombak. </em>Di puncak Tombak kita bisa melihat pemandangan yang indah dengan hamparan sawah, pemukiman dan gugusan Bukit Barisan. Bagi yang ingin beristirahat di sini juga tersedia homestay. Sedangkan apabila melalui jalan raya Payakumbuh-Suliki, nanti kita akan menempuh padang rumput yang luas di kaki Gunung Bungsu. Disini juga mempunyai pemandangan yang tak kalah menariknya.</p>
<p>Pendakian Gunung Bungsu sebaiknya bertepatan dengan bulan Shafar menurut penanggalan Hijriyah. Pada bulan tersebut masyarakat sekitar banyak mengunjungi gunung untuk melakukan tradisi <em>basafa</em>. <em>Basafa</em> yaitu pergi ke gunung untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta yang diiringi dengan membaca salawat. Meskipun demikian tidak ada salahnya juga untuk melakukan pendakian pada waktu di luar bulan Safar.</p>
<p>Setelah sampai di nagari Taeh Bukik pastikan kita berada di wilayah Labuh Basilang. Di sinilah tempat memulai pendakian. Di sini kita bisa menitipkan kendaraan yang kita bawa kepada penduduk setempat. Pastikan juga segala perlengkapan yang akan dibawa. Bagi yang bermaksud kembali pada hari yang sama yang terpenting adalah bekal makanan. Namun bagi yang bermaksud bermalam atau mendirikan kemah diperlukan juga alat-alat untuk berkemah.</p>
<p>Perhatikan tips untuk pendakian, antara lain: <strong><em>Kesehatan</em></strong>. Kesehatan merupakan persyaratan utama karena hal tersebut menentukan lancar tidaknya perjalanan. <em style="font-weight: bold;">L</em><em style="font-weight: bold;">ogistik. </em>Peralatan, seperti sepatu lapangan sebaiknya digunakan dalam pendakian. Pakailah pakaian yang menutupi dan menjaga tubuh dengan baik. Begitu juga dengan konsumsi selama perjalanan. Untuk kasus Gunung Bungsu yang bisa dikunjungi dalam satu hari pergi dan pulang, dibutuhkan satu hingga dua porsi makanan berat dan air minum secukupnya. Namun bila ingin berkemah atau bermalam di puncak diperlukan peralatan kemah dan alat memasak. <strong><em>Tertib. </em></strong>Ketertiban dan kesopanan perlu dijaga selama perjalanan serta ramah dengan masyarakat sekitar. <strong><em>Hati-hati</em></strong>. Selalu hati-hati dan waspada terhadap hal-hal yang bisa merugikan keselamatan diri sendiri atau orang lain. <strong><em>Jaga</em> <em>lingkungan</em></strong>. Lingkungan perlu dijaga seperti tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan corat coret.</p>
<p>Dalam perjalanan menuju puncak akan ditemui berbagai tingkat kemiringan jalan. Kadang cukup landai dan tidak jarang pula menemui jalan yang cukup terjal dengan kemiringan 60-80 derajad. Disini akan teruji kesabaran dan ketabahan masing-masing kita. Namun jangan terlalu khawatir, masyarakat setempat telah membuat tangga di tempat-tempat yang dirasa perlu, lengkap dengan pegangan tangannya. Apabila lancar dalam perjalanan maka sekitar 3 jam kita telah sampai di puncak.</p>
<p>Begitu sampai di puncak rasa capekpun hilang seketika melihat bentangan alam Limapuluh Kota. Kita bisa melihat kota Payakumbuh, bentangan sawah, pemukiman, lembah Harau, Batang Lampasi dan Batang Sinamar yang berkelok-kelok dari hulu ke hilir. Juga kita bisa menyaksikan deretan Bukit Barisan dengan G. Sago, G. Marapi dan G. Pasaman. Kenikmatan akan lebih terasa bila perut terasa lapar dan menyantap bekal yang dibawa.</p>
<figure id="attachment_6021" aria-describedby="caption-attachment-6021" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-6021" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100548.jpg" alt="" width="500" height="378" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100548.jpg 1080w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100548-300x227.jpg 300w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100548-1024x775.jpg 1024w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100548-768x581.jpg 768w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100548-416x315.jpg 416w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /><figcaption id="caption-attachment-6021" class="wp-caption-text"><em>Suasana pendakian di Gunung Bungsu (IG: @febrian_yuliansya).</em></figcaption></figure>
<p><strong><em>Gunung Bungsu sebagai arena paralayang</em></strong></p>
<p>Selain sebagai olahraga pendakian ternyata Gunung Bungsu menyimpan potensi sebagai tempat olahraga ekstrim akrobatik paralayang. Hal tersebut terbukti dengan pernah digelarnya kejuaraan karnaval tingkat nasional dan internasional. Landasan terbang (<em>take</em> <em>off</em>) di Puncak Lontiak dengan ketinggian 1100 m dpl. bisa menampung 10 parasut terbang. Artinya lokasi tersebut tergolong cukup luas bagi yang ingin bereksplorasi secara berkelompok. Sedangkan tempat mendarat (<em>landing) </em>di Anak Kayu pada ketinggian 760 m dpl. dengan luas 200 hektar. Tempat pendaratan dinilai aman bagi penerbang serta cocok digunakan untuk even kejuaraan (Arfidel Ilham, 2024).</p>
<figure id="attachment_6032" aria-describedby="caption-attachment-6032" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-6032" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_110452.jpg" alt="" width="500" height="384" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_110452.jpg 931w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_110452-300x230.jpg 300w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_110452-768x590.jpg 768w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_110452-416x319.jpg 416w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /><figcaption id="caption-attachment-6032" class="wp-caption-text"><em>Paralayang di Gunung Bungsu, olahraga yang penuh menguji nyali pesertanya (Tiktok: @sumateraparagliding).</em></figcaption></figure>
<p><strong><em>Berbagai hal menarik sekitar Gunung Bungsu </em></strong></p>
<p>Taeh Bukik yang terletak di lereng Gunung Bungsu merupakan salah satu sentra produksi durian di Kabupaten Limapuluh Kota. Demikian juga nagari ini merupakan sentra produksi gula aren. Dengan demikian pengunjung yang datang ke wilayah ini bertepatan dengan musim durian dapat berburu buah yang menjadi raja segala buah ini. Demikian juga pengunjung yang ingin merasakan gurihnya nira aren bisa datang pagi atau sore hari disaat buluh-buluh penampung nira diturunkan dari pohon aren.</p>
<p>Taeh Bukit juga merupakan sentra produksi gambir di Sumatera Barat.  Meskipun gambir penting sebagai komoditas ekspor, tidak banyak masyarakat yang kenal dengan tanaman yang diusahakan dalam kawasan hutan ini. Pengolahan (<em>pengempaan</em>) getah gambir yang dilakukan secara tradisional dan terasa unikpun belum banyak dikenal secara luas. Bila ada pengunjung yang ingin mengenal keberadaan kebun gambir dengan cara pengolahan hasilnya bisa berkunjung ke kawasan Lambe.</p>
<p>Di Nagari Lubuak Batingkok (Kecamatan Harau) kita bisa mengunjungi objek wisata agro Bukit Lalang. Yaitu suatu kawasan tempat bermain keluarga dan berkemah dengan pemandangan yang sangat indah dan udara yang sejuk. Di nagari Harau kita bisa mengunjungi kawasan wisata Dangau 1000. Di sini kita bisa menyaksikan banyaknya <em>dangau</em> (pondok) dan rumah gadang di tengah areal persawahan yang bisa disewa untuk menginap. Masih di Kecamatan Harau kita bisa pula menyaksikan sang surya tenggelam dikala senja di balik Gunung Bungsu dari panorama Soriak Land.</p>
<figure id="attachment_6023" aria-describedby="caption-attachment-6023" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-6023" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100842-1.jpg" alt="" width="500" height="233" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100842-1.jpg 1080w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100842-1-300x140.jpg 300w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100842-1-1024x478.jpg 1024w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100842-1-768x358.jpg 768w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241231_100842-1-416x194.jpg 416w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /><figcaption id="caption-attachment-6023" class="wp-caption-text"><em>Kawasan wisata agro Bukit Lalang, nagari Lubuak Batingkok, Kec. Harau, Kab. Limapuluh Kota (IG: @kilalang_views).</em></figcaption></figure>
<p>Itulah sedikit informasi mengenai objek wisata Gunung Bungsu dan sekitarnya mulai dari wisata alam, wisata minat khusus dan wisata agro. Kapan lagi, silahkan anda untuk berkunjung bersama keluarga.</p>
<h5><span style="color: #000000;"><strong>Bahan Bacaan</strong></span></h5>
<h5><strong><span style="color: #000000;">Irma (2024, bl tgl). <em>Gunung Bungsu keindahan tersembunyi di jantung Bukit Barisan.</em> Diakses pada 24 Desember 2024 dari <span style="color: #007aab;">Gunung Bungsu keindahan tersembunyi di jantung Bukit Barisan-r</span></span><span style="color: #007aab;">adarmukomuko.bacakoran.co (Editor: Ahmad Kartubi).</span></strong></h5>
<h5><strong><span style="color: #000000;">Ilham (2024, bl tgl).<em> Puncak Gunung Bungsu: miliki potensi aero sport dan wisata minat khusus. </em>Diakses pada 30 Desember 2024 dari <span style="color: #007aab;">Puncak Gunung Bungsu: miliki potensi aero sport dan wisata minat khusus-h</span></span><span style="color: #007aab;">ttps://padek.jawapos.com.</span></strong></h5>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2024/12/18/wisata-gunung-bungsu-di-kabupaten-limapuluh-kota-sumbar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Autobiography of Winardi Khatib (English Version)</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2024/12/14/autobiography-of-winardi-khatib-english-version-1/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2024/12/14/autobiography-of-winardi-khatib-english-version-1/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Dec 2024 03:54:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=5919</guid>

					<description><![CDATA[By: Winardi Khatib I was born on September 19, 1953 in Nagari (Village) Koto Tangah Simalanggang, Payakumbuh District, Limapuluh Kota Regency, West Sumatra. Meanwhile, my village is Taeh Bukit, which is a neighboring village from where I was born. My mother named Nilam is an ordinary woman who lives in the village. While my father’s [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>By: Winardi Khatib</p>
<p>I was born on September 19, 1953 in Nagari (Village) Koto Tangah Simalanggang, Payakumbuh District, Limapuluh Kota Regency, West Sumatra. Meanwhile, my village is Taeh Bukit, which is a neighboring village from where I was born.</p>
<div id="content" class="page-wrap">
<div class="content-wrapper container">
<div class="row">
<div id="primary" class="content-area sidebar-right col-md-9 container-normal">
<article id="post-5417" class="post-5417 post type-post status-publish format-standard hentry category-non-kategori tag-admin-penulis">
<div class="content-inner">
<div class="entry-content">
<p>My mother named Nilam is an ordinary woman who lives in the village. While my father’s name is Ali Khatib, the title of Dt. Rajo nan Panjang. My father worked as a teacher at the People’s School (SR), which later changed its name to Elementary School (SD).</p>
<p>From one father and one mother, I have 6 siblings, five boys and one girl. While from the other side of the mother (father’s 2nd wife) I have 6 more siblings, 4 boys and 2 girls.</p>
<p>I entered elementary school in the 1960/1961 academic year in Taeh Bukit. The school is actually an emergency building that was erected once the atmosphere of confrontation subsided between PRRI and the Government of Indonesia. It was only when we were promoted to grade 4 that our school moved to a more permanent location. I passed the final exam in 1966.</p>
<p>Apart from studying at school, I also get along with my peers and help my parents in their daily work. Types of games followed by playmates, for example: <em>pantak lele, siguliak, bodia-bodia botuang and sipak bola limau</em> (all local names).</p>
<p>In helping parents, what is usually done is herding buffaloes. This work is done after school until sunset. To avoid the hot sun or rain we need to wear a pandan hood that is wide enough.</p>
<figure id="attachment_551" class="wp-caption aligncenter" aria-describedby="caption-attachment-551"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-551" src="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image.png?w=1003" sizes="(max-width: 364px) 100vw, 364px" srcset="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image.png?w=364 364w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image.png?w=728 728w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image.png?w=150 150w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image.png?w=300 300w" alt="" width="364" height="272" data-attachment-id="551" data-permalink="https://winardiinfotani.wordpress.com/2022/09/28/otobiografi-winardi-khatib/image-3/" data-orig-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image.png" data-orig-size="1003,749" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="image" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image.png?w=300" data-large-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image.png?w=750" /><figcaption id="caption-attachment-551" class="wp-caption-text"><i>Shepherd boy illustration by kibrispdr.org</i></figcaption></figure>
<p>Another activity that is no less important is learning to recite the Qur’an. This activity is carried out at night. The place can be in a surau (mushola) or in the private house of a person who can teach the Qur’an.</p>
<p><strong>B Middle School in Payakumbuh </strong></p>
<p>In 1967 I entered the Junior High School (SMP Negeri 3 Payakumbuh). The school is located in Kenagarian Koto nan Gadang about 3 km from the city center. Payakumbuh city itself is about 15 km from my village.</p>
<p>For this purpose I had to move to Payakumbuh City. At first I was in a <em>house</em> with my eldest brother. From the place of residence to the school about 3 km, it is only a short walk in the morning and afternoon. There was no public transportation available at that time.</p>
<figure class="wp-block-image size-large">
<figure id="attachment_557" class="wp-caption aligncenter" aria-describedby="caption-attachment-557"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-557" src="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-1.png?w=1024" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" srcset="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-1.png?w=1024 1024w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-1.png?w=150 150w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-1.png?w=300 300w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-1.png?w=768 768w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-1.png 1600w" alt="" width="369" height="207" data-attachment-id="557" data-permalink="https://winardiinfotani.wordpress.com/2022/09/28/otobiografi-winardi-khatib/image-1-2/" data-orig-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-1.png" data-orig-size="1600,900" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="image-1" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-1.png?w=300" data-large-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-1.png?w=750" /><figcaption id="caption-attachment-557" class="wp-caption-text"><em>SMP Negeri 2 building now (formerly SMP Negeri 3 Payakumbuh)</em></figcaption></figure>
</figure>
<p>Many new friends were met at this school. They come from various corners of the Limapuluh Kota Regency. This is due to the limited number of secondary schools, such as junior and senior high schools in this area.</p>
<p>One of the school activities that still lingers in my memory is that every Friday morning, students are required to bring 2 coconut shells. The shells are collected and then burned in a prepared pit to produce coconut shell charcoal. For those who do not bring anything ready, they will be punished by well-known teachers for discipline, such as Mr. Anis Durin or Mr. Darmis.</p>
<p>After graduating from junior high school in 1969, I immediately entered Senior High School (SMA Negeri 1 Payakumbuh) in 1970. The school is the only high school in the city which is located across the street from the Hero’s Cemetery in the Labuh Basilang area. To take this education I took a house that was not too far from the school.</p>
<p>Every weekend, on Saturdays I usually go home to pick up my daily supplies. The type of vehicle that is usually boarded is a bendi (wagon). For that usually have to make an appointment with the coachman first. The Bendi that is often ridden is Pak Munab’s Bendi because I am already familiar with him.</p>
<p>Not much time that can be used to rest in the village. Usually arrived at the village at night. The next day, I had to hurry to return to Payakumbuh. This is due to the limited number of vehicles that can be boarded.</p>
<p>In addition to the limited vehicles, the road conditions to my village are also inadequate. My village at that time was classified as an isolated village. From Payakumbuh we can use a vehicle only to the village of Taeh Baruh.</p>
<p>From Taeh Baruh to go to Taeh Bukit, first we have to cross Sinamar river with the bamboo-bridge. After that cross the rice fields about 1.5 km away. The journey is still continued through the path in the hills for about 2.5 km more.</p>
<p>Like from elementary to middle school, I was never left behind in class, as was the case in high school. In 1972 I graduated from high school</p>
<p><strong>C. Studied at the Faculty of Agriculture, Andalas University</strong></p>
<p>In 1973 I entered the Faculty of Agriculture, Andalas University in Padang. There are about 80 new friends found in this faculty. Before starting lectures, new students are required to take part in POSMA (Student Study Orientation Week).</p>
<p>In summary, the purpose of POSMA is to introduce students to campus life and to form a more independent personality. It’s just that in practice this <em>event</em> is often used for fun for some senior students. I think this has the potential to cause physical and psychological violence.</p>
<p>During college I lived in Ulak Karang approximately 2 km from the Air Tawar campus. Vehicles that can be boarded are city transportation under the name Mini City Express which is commonly referred to as City Express only.</p>
<p>Students consist of five levels, namely level 1, 2, 3, 4 and 5. Levels 1 to 3 are general lectures that are attended by all students. Level 4 is the level where students take courses based on their majors. Meanwhile, level 5 is the period of thesis and research preparation.</p>
<p>At the end of semester 2 every year there is always an announcement session for level increase to level 2, 3 or 4. These moments are quite stressful for students. It is a special satisfaction for those who pass immediately (the first pass). Likewise for me personally because I managed to pass the first every level increase.</p>
<p>Those who have not succeeded in the first announcement session will be given a follow-up exam which will then be announced again at the second announcement session. For those who have not yet graduated, they are required to repeat the course the following year.</p>
<p>Up to level 4 I chose Agronomy major. The Department of Agronomy was one of the most popular majors at that time. One of my memories is that 4th grade students were invited to go on a field trip to Medan in 1976. The purpose of the field trip was to introduce the development of agriculture, especially the large plantation sector around the city of Medan.</p>
<p>Before preparing a thesis and conducting research, students need to take a Real Work Lecture (KKN). KKN is a way for students to devote knowledge in the community. At that time, in 1977, I carried out the task of KKN in Kenagarian Taluk, Batang Kapas District, Pesisir Selatan Regency.</p>
<p>In the preparation of my thesis and research, I was guided by Mrs. Ir. Mastina Jalil (Advisor I) and Mrs. Ir. Nursinah Nurdin (Advisor II). It’s just that before the research, the Advisor I gave the task of conducting a field study first. This causes a delay in the progress of thesis research for about 1 year.</p>
<p>I conducted research on the use of nitrogen fertilizers in various maize cropping systems. The research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture in Payakumbuh, 1979. Finally, I passed the Bachelor of Agriculture exam and graduated in October 1980.</p>
</div>
<p><strong>D. Work and Household</strong></p>
<p>After graduation, I started trying to find a job. There are two agencies that call for job applications, namely Bank Bumi Daya in Jakarta and the Central Institute for Agricultural Research (LP3) in Bandar Buat, Padang. LP3 is an agency under the Ministry of Agriculture.</p>
<p>After establishing a job in LP3 and living in Padang, then the desire to form a household arose. With the efforts and destiny of Allah SWT, I managed to edit a girl named Edis Suwarti on May 20, 1982 in Payakumbuh.</p>
<p>Edis Suwarti was born in Payakumbuh even though both of his parents are from Bukittinggi. Before marrying me, Edis Suwarti lived in Jakarta to complete her Midwifery education.</p>
<p>After working for more than a year, I was given the opportunity to continue my master’s studies at the Postgraduate Faculty, Bogor Agricultural University (IPB). At IPB I chose the Department of Soil Science to study.</p>
<p>One of the things that interested me at IPB was taking the Geochemistry course. The course is taught by Mr. Dr. Muhammad Weiss. In field lectures, students were invited to tour the Province of West Java. The aim is to better understand the development of soil science from the geochemical aspect.</p>
<p>During my study at IPB, I was guided by three lecturers, namely Dr. Ir. Lutfi Ibrahim Nasution (Advisor I), Mr. Dr. Ir Goeswono Supardi (Advisor II) and Dr. Ir. Muhammad Satari (Examiner Lecturer). I conducted research on the topic of using green manure on Red Yellow Podzolic soil in Pangkalan Bun, Central Kalimantan. The study took place during the early half of 1986</p>
<p>On August 8, 1987, my wife and I received infinite blessings from Allah SWT for the birth of our daughter in Bogor. We named the daughter Arini Kurniadewi. Then the following year I managed to finish writing my thesis and passed the master’s exam on June 4, 1988.</p>
<p>I returned to the office in West Sumatra in 1989. This time the office where I work has changed its name to the Food Crops Research Institute (Balittan) which is headquartered in Sukarami, Solok. I was placed at the Sub Balittan in Sitiung, Dharmasraya as a researcher.</p>
<p>Besides being a researcher, I was also assigned as the person in charge of the soil and plant laboratory as well as the coordinator of researchers and technicians. In addition, I am also involved as a collaborative researcher with the International Rice Research Institute (IRRI).</p>
<p>In connection with the collaboration with IRRI, I was given the following opportunities: In 1982, I attended training on Sustainable Rice Cultivation Based on Soil Fertility Management at the IRRI Head Office (Philippines) for 4 months; 1984, soil analysis training at the IRRI Laboratory (Philippines) for a month; and in 1988, following the Upland Rice Symposium (Chiang Mai, Thailand).</p>
<p>In 2000 I was transferred as a detasr at the Bengkulu Food Crops Research and Assessment Installation (IPPTP). IPPTP Bengkulu at that time was part of the Sukarami Food Crops Research Institute.</p>
<p>At IPPTP Bengkulu I concentrate on conducting research/assessment of zoning agricultural commoditie based on agroecology zones. Agroecology Zone (AEZ) or in Bahasa Indonesia Zona Agroekologi (ZAE) is a method of identifying areas using biophysical factors (climate and soil) and supported by socio-economic factors for zoning agricultural commodities.</p>
<p>I was brought back to the West Sumatra AIAT (Assessment Institute of Agriculture Technology) headquarters in Sukarami Solok in 2004. At West Sumatra AIAT I became a member of the Resource Research Group. As for the concentration of my research/assessment is related to climate and soil factors. BPTP (Agricultural Technology Assessment Center) is a change from the Food Crops Research Institute that has been stated previously.</p>
<p>My family and I moved in 2006 to live in Padang although still working in Sukarami. For the time being we live in the Health Office Housing because my wife also works for the agency. It was only in 2009 that we moved into our own house in Bandar Buat, Lubuk Kilangan District, Padang City.</p>
<figure class="wp-block-image size-large">
<figure id="attachment_566" class="wp-caption aligncenter" aria-describedby="caption-attachment-566"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-566" src="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-2.png?w=892" sizes="(max-width: 892px) 100vw, 892px" srcset="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-2.png 892w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-2.png?w=150 150w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-2.png?w=300 300w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-2.png?w=768 768w" alt="" width="369" height="262" data-attachment-id="566" data-permalink="https://winardiinfotani.wordpress.com/2022/09/28/otobiografi-winardi-khatib/image-2-2/" data-orig-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-2.png" data-orig-size="892,635" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="image-2" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-2.png?w=300" data-large-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/image-2.png?w=750" /><figcaption id="caption-attachment-566" class="wp-caption-text"><em>The house where I live in Bandar Buat, Padang</em>, <em>West Sumatra, Indonesia.</em></figcaption></figure>
</figure>
<p>In 2011 I had the opportunity to perform Umrah to the holy lands of Mecca and Medina. On that occasion I went with my mother Nilam. Thank God we were safe on our way to and from home.</p>
<p>I entered retirement in 2018, after 38 years of service at the Agricultural Research and Development Agency, Ministry of Agriculture. The rank/class of civil servant room that I achieved during that period was the Pembina Utama Muda (Yunior Main Advisor)/IV/c. While the position of the researcher is Associate Researcher.</p>
<p>The following year was an ordeal in my family. My wife has gone ahead forever due to the illness he suffered on August 26, 2019. May she be <em>husnul khatimah</em>.</p>
<p>In 2021 I had the opportunity to perform Umrah again to the holy land. This time, I brought my daughter Arini Kurniadewi. Actually this trip was planned to take my wife with me. But before it is done, the wife has been first called by the Almighty. Al Fatihah. Amen.</p>
</div>
</article>
</div>
</div>
</div>
</div>
<figure class="wp-block-image size-large">
<figure id="attachment_577" class="wp-caption aligncenter" aria-describedby="caption-attachment-577"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-577" src="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/1000003183.jpg?w=616" sizes="(max-width: 616px) 100vw, 616px" srcset="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/1000003183.jpg 616w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/1000003183.jpg?w=135 135w, https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/1000003183.jpg?w=270 270w" alt="" width="369" height="409" data-attachment-id="577" data-permalink="https://winardiinfotani.wordpress.com/2022/09/28/otobiografi-winardi-khatib/attachment/1000003183/" data-orig-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/1000003183.jpg" data-orig-size="616,684" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="1000003183" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/1000003183.jpg?w=270" data-large-file="https://winardiinfotani.files.wordpress.com/2022/10/1000003183.jpg?w=616" /><figcaption id="caption-attachment-577" class="wp-caption-text"><em>On one occasion while stil with my wife</em></figcaption></figure>
</figure>
<p>Serving as a researcher is not only planning, implementing and reporting research results. But it is also required to disseminate and develop research results in the form of scientific works. Media to convey scientific work, among others, in the form of seminars, books and scientific journals. Some of the titles of my writings can be seen in List 1.</p>
<p>If the reader is willing to open my website: <em> WinardiVision</em> or contact the domain name: <em>winardivision.org</em> then you will also be able to read some of my writings. Likewise, if you want to see me on Instagram, please search for the account: @ <em>winardi_vision01</em> .</p>
<p>List 1. Several scientific papers in the form of seminars:</p>
<p>1. Winardi., I. Manti, Buharman and E. Basuno 2004. Baseline  <em>study of several FSZ (Farming System Zone) in Bengkulu Province. Page </em>338-358. Proceedings of the National Seminar on the Contribution of Location-Specific Research/Assessment Results to Support Agricultural Development in West Sumatra. Agriculture Department.</p>
<p>2. Winardi. 2008.  <em>Fertilization status of lowland rice on irrigated land in West Sumatra. </em>  Page 383-395. Proceedings of the National Seminar and Dialogue on Agricultural Land Resources (Book 2: Land Resources Management Technology). Agriculture Department.</p>
<p>3. Winardi. 2008.  <em>Improvement of soil fertility and the use of packaged buckwheat varieties in soybean development on acid dry land. </em>  Page 371-382. Proceedings of the National Seminar and Dialogue on Agricultural Land Resources (Book 2: Land Resources Management Technology). Agriculture Department.</p>
<p>4. Winardi and Yufdi, P. 2011.  <em>Potential development of a crop-livestock integration system (SITT) in Kubung District, Solok Regency, West Sumatra based on a 1:50,000 scale agroecological zone map (ZA</em><em>E)</em> . Page 466-473.  <em>In</em> : Rauf, A., T. Irmansyah, Mukhlis and Razali. Proceedings of the National Seminar on Precision Agriculture. Cooperation of the Faculty of Postgraduate Program of Agriculture, USU with the Department of Agriculture, North Sumatra Prov. and North Sumatra AIAT.</p>
<p>5. Winardi and Yufdi, P. 2011.  <em>Opportunity to develop paddy-palawija/vegetable cropping pattern in </em><em>Kubung District, Solok Regency, West Sumatra based on agroecological zone map (ZAE) scale 1:50,000</em> . Page 474-482.  <em>In</em> : Rauf, A., T. Irmansyah, Mukhlis and Razali. Proceedings of the National Seminar on Precision Agriculture. Cooperation of the Faculty of Postgraduate Program. Pert. USU with the Depart. of Agric, North Sumatra Prov. and North Sumatra AIAT.</p>
<p>6. Winardi and Azwir. 2014.  <em>Testing of several high yielding varieties of lowland rice with several planting </em><em>methods on newly opened paddy fields in Dharmasraya Regency, West Sumatra. Page</em> 899-909. Proceedings of the 2013 National Seminar on Innovation in Global Climate Change Adaptive Rice Technology Supports a Surplus of 10 Million Tons of Rice in 2014 (Book 2). Ministry of Agriculture.</p>
<p>7. Winardi. 2014.  <em>Prospects of soybean cultivation in rainfed and simple irrigated rice fields to increase production. Page </em>270-280.  <em>In</em> : Hutabarat B., Hermanto and SH Susilowati (<em>Editor</em>). Proceedings of the 33rd World Food Day National Seminar (Book 1). Ministry of Agriculture.</p>
<p>Padang, 10 September 2022</p>
<p>Winardi Khatib</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2024/12/14/autobiography-of-winardi-khatib-english-version-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perempuan Wajib Tahu Ini! Berikut Cara Alami untuk Menghilangkan Jerawat Paling Simpel</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2024/04/02/perempuan-wajib-tahu-ini-berikut-cara-alami-untuk-menghilangkan-jerawat-paling-simpel/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2024/04/02/perempuan-wajib-tahu-ini-berikut-cara-alami-untuk-menghilangkan-jerawat-paling-simpel/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Apr 2024 08:08:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Kecantikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=5629</guid>

					<description><![CDATA[Perempuan Wajib Tahu Ini! Berikut Cara Alami untuk Menghilangkan Jerawat Paling Simpel Oleh: Umi Riadatul Munasaroh Jerawat merupakan kondisi kulit yang terjadi ketika folikel kulit yang tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati saja. Ini merupakan salah satu kondisi umum yang bisa terjadi oleh siapapun terutama pada masa remaja seseorang. Ada banyak sekali fakto yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><span style="color: #000000;"><strong>Perempuan Wajib Tahu Ini! Berikut Cara Alami untuk Menghilangkan Jerawat Paling Simpel</strong></span></h4>
<p>Oleh: Umi Riadatul Munasaroh</p>
<p>Jerawat merupakan kondisi kulit yang terjadi ketika folikel kulit yang tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati saja. Ini merupakan salah satu kondisi umum yang bisa terjadi oleh siapapun terutama pada masa remaja seseorang.<br />
Ada banyak sekali fakto yang menyebabkan terjadinya munculnya jerawat, salah satunya bisa terjadi karena faktor diet, pola hidup sehat, genetika, hingga ada pola makan yang dikonsumsi.<br />
Kebanyakan perempuan akan sangat terganggu dengan munculnya jerawat dan pasti akan melakukan berbagai cara agar jerawat bisa hilang.<br />
Nah, buat kamu yang sedang mencari cara untuk menghilangkan jerawat secara alami bisa langsung cek cara simpel berikut ini.<br />
1. Putih Telur<br />
Putih telur memiliki kandungan enzim lysozyme yang merupakan salah satu enzim yang bisa menyamarkan bekas jerawat kemerahan dan juga bisa mengangkat komedo.<br />
Cara penggunaanya sangat mudah kamu cukup memisahkan putih telur dan keningnya lalu campurkan dengan air lemon.<br />
Setelah itu langsung aplikasikan pada wajah seperti menggunakan masker kemudian diamkan selama kurang lebih 15 menit saja lalu bilas dengan menggunakan air bersih.<br />
2. Bawang Putih<br />
Bawang putih merupakan salah satu bumbu masakan yang mengandung zat sulfur (sifat antiinflamasi). Zat ini dapat meredakan peradangan jerawat dan bisa membantu mengurangi kemerahan pada wajah, bengkak, dan rasa sakit yang ditimbulkan.<br />
Cara penggunaanya sangat mudah yaitu dengan potong bawang kecil-kecil kemudian tempelkan pada jerawat atau bekasnya yang ada di wajah lalu biarkan selama kurang lebih 15 menitan saja kemudian bilas dengan air bersih.<br />
3. Perasan Lemon<br />
Lemon mengadung asam askorbat tinggi yang mampu menghilangkan jerawat membandel. Kandungan ini memiliki antioksidan kuat yang bisa membentu mencegah keparahan dan mempercapat proses penyembuhan.<br />
Cara penggunaanya sangat mudah yaitu dengan bersihkan seluruh wajah terlebih dahulu lalu aplikasikan perasaan lemon pada wajah seperti menggunakan masker. Birkan selama kurang lebih 15 menit kemudian bilas dengan air bersih. Pakai secara rutih untuk hasil yang maksimal.<br />
4. Madu<br />
Madu ini mengadung hydrogen peroksida dan juga memiliki sifat antibakteri. Kandungan inilah yang dapat membantu membunuh bakteri yang berperan dalam perkembangan jerawat, seperti Propionibacterium acnes.<br />
Cara penggunaanya sangat mudah yaitu dengan membersihkan seluruh wajah terlebih dahulu lalu oleskan madu ke seluruh wajah lalu biarkan selama kurang lebih selama 15 menitan saja. Kemudian bilas dengan air besih.<br />
5. Tomat<br />
Tomat merupakan salah satu jenis sayur yang mengadung vitamin A dan juga vitamin C yang dapat menghilangkan jerawat dan juga bekas jerawat secara alami. Tak hanya memiliki zat antiinflamasi sayur sekaligus buah ini juga sangat efektif memperkecil ukuran pori-pori pada wajah.<br />
Cara penggunaanya sangat mudah yaitu dengan menempatkan potongan-potongan tomat ke seluruh wajah yang berjerawat kemudian biarkan selama kurang lebih 20 menitan saja lalu bilas dengan air bersih.<br />
Itulah beberapa cara alami untuk menghilangkan jerawat agar cepat hilang dan kamu bisa tampil lebih elegan dan cantik.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2024/04/02/perempuan-wajib-tahu-ini-berikut-cara-alami-untuk-menghilangkan-jerawat-paling-simpel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketahui Ini Sebelum Fatal! Berikut Penyebab Perut Kembung yang Bikin Kita Menderita</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2024/03/31/ketahui-ini-sebelum-fatal-berikut-penyebab-perut-kembung-yang-bikin-kita-menderita/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2024/03/31/ketahui-ini-sebelum-fatal-berikut-penyebab-perut-kembung-yang-bikin-kita-menderita/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Mar 2024 04:10:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=5361</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Umi Riadatul Munasaroh Siapa di sini yang tidak pernah merasakan perut kembung? Pasti kamu sudah pernah merasakannya, biasanya kondisi seperti ini ditandai dengan perut yang tiba-tiba terasa penuh, mual dan ingin buang angin terus. Perut kembung merupakan kondisi yang berkaitan dengan gangguan pada pencernaan, namun perlu diketahui juga bahwa penyebab perut kembung sebenernya bukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Umi Riadatul Munasaroh</p>
<p>Siapa di sini yang tidak pernah merasakan perut kembung? Pasti kamu sudah pernah merasakannya, biasanya kondisi seperti ini ditandai dengan perut yang tiba-tiba terasa penuh, mual dan ingin buang angin terus.<br />
Perut kembung merupakan kondisi yang berkaitan dengan gangguan pada pencernaan, namun perlu diketahui juga bahwa penyebab perut kembung sebenernya bukan akibat perut kosong saja tetapi juga karena ini.<br />
Berikut artikel yang harus kamu baca agar kamu paham betul penyebab perut kembung.</p>
<p><strong>1. Makanan</strong><br />
Kebanyakan penyebab perut kembung adalah makanan. Sejumlah jenis makanan dapat disematkan sebagai faktor utama penyebab perut kembung yang didasari bahwa semakin banyak mengonsumsi makanan dapat meningkatkan produksi gas di dalam tubuh hingga berujung pada kondisi perut kembung.<br />
Berikut beberapa jenis makanan yang bisa menyebabkan perut kembung: Kacang polong, kubis, brokoli, apel, makanan yang mengandung gula buah dan makanan yang mengandung gula alkohol.</p>
<p><strong>2. Cara Makan Salah</strong><br />
Cara makan yang salah juga merupakan penyebab perut kembung namun jarang diketahui banyak orang.<br />
Ada beberapa kesalahan yang jarang diketahui oleh orang dalam menyantap makanan yang disinyalis menyadi faktor penting dalam gangguan perut kembung.<br />
1. Makan yang terlalu cepat<br />
2. Makanan yang terlalu banyak tanpa henti<br />
3. Makan sambil berbicara<br />
4. Sering minum di sela-sela makan</p>
<p><strong>3.  Masuk Angin</strong><br />
Masuk angin dalam medis disebut sebagai aerofagia merupakan kondisi yang di mana udara yang masuk dalam tubuh kita saat berbicara, menelan makanan atau minuman hingga tertawa.<br />
Masuk angin seperti inilah yang menjadi penyebab tubuh mengalami sejumlah gejala, seperti perut kembung, dan juga sering kentut.</p>
<p><strong>4. Stres</strong><br />
Kebanyakan orang pasti sudah pernah yang namanya merasakan stess, apalagi orang yang sedang bekerja atau sekolah.<br />
Kondisi inilah yang menjadi penyebab perut kembung karena ini berkaitan dengan peningkatan asam lambung di dalam tubuh ketika sedang merasa stres, cemas hingga gelisah.<br />
Stress memang tidak bisa dihindari tapi kamu bisa meminimalisir agar tidak terlalu berlarut-larut dalam kesedihan karena jika itu terus kamu rasakan bisa menyebabkan perut kembung namun juga dapat menarik penyakit yang lainnya.</p>
<p><strong>5. GERD</strong><br />
GERD atau yang biasa dimaksud dengan refluks asam lambung ini merupakan salah satu penyakit yang menjadi salah satu penyebab perut kembung dan mual.<br />
GERD ini dapat menyerang organ lambung dan dapat memicu produksi asam lambung yang berlebihan.<br />
Perut kembung ini menjadi salah satu gejala yang ditimbulkan oleh penyakit refluks asam lambung.<br />
Berikut ini beberapa gejala khas lainnya yang dipicu oleh GERD: Nyeri ulu hati, nyeri dada, mulut terasa cepat pahit, tenggorokan sakit dan cekugan.</p>
<p><strong>6. Susah Buang Air Besar</strong><br />
Susah buang air besar atau yang bisa disebut sembelit merupakan kondisi di mana tubuh akan mengalami kesulitan untuk mengeluarkan fases alias buang air besar.<br />
Gangguan seperti ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurang serat atau juga karena salah makan sesuatu makannya bisa sembelit.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2024/03/31/ketahui-ini-sebelum-fatal-berikut-penyebab-perut-kembung-yang-bikin-kita-menderita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seminar Teknologi Budidaya Spesifik Agroekodistem untuk Mendongkrak Produksi Bawang Merah di Dataran Tinggi.</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2024/03/28/seminar-teknologi-budidaya-spesifik-agroekodistem-untuk-mendongkrak-produksi-bawang-merah-di-dataran-tinggi/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2024/03/28/seminar-teknologi-budidaya-spesifik-agroekodistem-untuk-mendongkrak-produksi-bawang-merah-di-dataran-tinggi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Mar 2024 06:23:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita/Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=4961</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Telah dilakukan seminar dengan topik Peran Teknologi Budidaya Spesifik Agroekosistem untuk Mendongkrak Produksi Bawang Merah di Dataran Tinggi. Seminar tersebut dilakukan secara daring pada hari Kamis tanggal 28 Maret 2024 oleh Pusat Riset Hortikultura (PRH). Lembaga tersebut berada dibawah naungan  Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Telah dilakukan seminar dengan topik Peran Teknologi Budidaya Spesifik Agroekosistem untuk Mendongkrak Produksi Bawang Merah di Dataran Tinggi. Seminar tersebut dilakukan secara daring pada hari Kamis tanggal 28 Maret 2024 oleh Pusat Riset Hortikultura (PRH). Lembaga tersebut berada dibawah naungan  Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).</p>
<p>Yang bertindak sebagai pembawa acara pada kegiatan tersebut adalah Ibu Sri Hustanty Findyaningrum, SE. Sedangkan moderator dipegang oleh Bapak Dr. Ir. Joko Pramono, MP ( Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Hortikultura, ORPP BRIN). Sebagai narasumber pertama adalah Bapak Dr. Ir. Atman, M. Kom (Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Hortikultura, ORPP BRIN). Narasumber kedua adalah Bapak Ir. Ismon Lenin, MSi (Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Hortikultura, ORPP BRIN).</p>
<p>Seminar ini dihadiri oleh sekitar 50 orang peserta dari berbagai kalangan dan tempat. Seminar juga diikuti oleh Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (Puji Lestari, SP, MSi, PhD) dan Kepala Pusat Riset Hortikultura (Dr. Dwinita Wikan Utami, MSi). Menurut Ibu  Dwinita Wikan Utami, seminar ini merupakan rangkaian seminar HortiActive Seri 2 di instansinya.</p>
<p><strong>Ringkas tentang seminar </strong></p>
<p><strong>Narasumber pertama</strong> (Dr. Ir. Atman, M.Kom) menyampaikan seminar dengan judul &#8220;Teknologi Proliga (Produksi Lipat Ganda) Bawang Merah&#8221;. Sebagai latar belakang dilakukannya penelitian ini antara lain adanya fakta: (1). Stagnasi produktivitas bawang merah dewasa ini yaitu (9,59-10,71 t/ha) di Jawa sebagai sentra produksi terluas di Indonesia; (2) adanya sentra produksi bawang merah yang cukup signifikan di Sumatera Barat dengan agroekosistem dataran tinggi. Khusus untuk Sumatra Barat produktivitas bawang merah adalah 15,16 t/ha.</p>
<p>Dikemukakan oleh narasumber bahwa paket teknologi Proliga (Produksi Lipat Ganda) dewasa ini mampu menghasilkan produktivitas bawang merah 30-40 t/ha. Adapun komponen teknologinya adalah: 1). Penggunaan benih asal biji (True Shallot Seed/TSS); 2). Penambahan populasi tanaman dari 240.000 menjadi 500.000-800.000 rumpun/ha; 3). Pengelolaan hara dan air dan 4). Pengelolaan Hama dan Penyakit Terpadu/PHT (penekanan kehilangan hasil maksimum 10%).</p>
<p>Sekaitan penerapan komponen teknologi seperti tersebut di atas, narasumber telah melakukan serangkaian riset dari tahun 2019 hingga 2021 di Desa Sukarami, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Desa tersebut mempunyai ketinggian sekitar 1000 M di atas permukaan laut (dpl). Beberapa faktor yang diuji adalah penggunaan varietas, pupuk NPK, pupuk kandang dan pengaturan jarak tanam/populasi. Semuanya diterapkan untuk bawang merah asal biji.</p>
<p>Beberapa kesimpulan yang dapat ditarik untuk lokasi pengujian adalah sebagai berikut: 1). Varietas Lokananta memberi hasil umbi kering tertinggi (10.47 t/ha) dibanding Trisula ( 8,87 t/ha), Sanren (6,71 t/ha) dan Bima(6,32 t/ha); 2). Jarak tanam terbaik adalah 10 x 10 cm dengan benih 1 biji/lubang tanam; 3). Pupuk kandang cukup diberikan 15 t/ha baik disebar atau diberikan pada lubang tanam; 4). Dengan penggunaan pupuk kandang tersebut bisa digunakan pupuk NPK 75% dari rekomendasi.</p>
<p><strong>Narasumber kedua</strong> (Ir. Ismon Lenin, MSi) menyampaikan seminar dengan judul &#8220;Pemanfaatan <em>Fly Ash</em> sebagai Bahan Amelioran pada Budidaya Bawang Merah di Dataran Tinggi&#8221;. Dikemukakan bahwa sentra produksi bawang merah di dataran tinggi umumnya didominasi oleh jenis tanah Andisols. Pada jenis tanah tersebut umumnya ketersediaan fosfat tanah relatif rendah untuk tanaman karena terikat (terfiksasi) secara kimia.</p>
<p>Untuk meningkatkan ketersediaan fosfat biasanya dibutuhkan bahan organik relatif besar (20-70 t/ha). Namun disamping itu ada bahan potensial untuk meningkatkan ketersediaan fosfat tanah, yaitu <em>fly ash</em>. <em>Fly Ash</em> (abu terbang) adalah bahan halus sisa dari proses pembakaran batubara. Bahan tersebut mengandung silika yang berpotensi meningkatkan ketersediaan fosfat tanah melalui reaksi pertukaran ion SiO4 dari <em>fly ash</em> dengan ion PO4 dari tanah. <em>Fly</em> <em>ash</em> dewasa ini sudah tidak dianggap oleh pemerintah sebagai limbah berbahaya sebagaimana sebelumnya.</p>
<p>Narasumber telah melakukan serangkaian riset yaitu berupa penelitian laboratorium dan rumah kaca (2019) dan penelitian lapangan (2023). Seluruh penelitian berlokasi di dataran tinggi Sukarami, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Penelitian yang dilakukan mencakup penggunaan <em>fly ash</em>, pupuk kandang dan varietas bawang merah. Dari hasil riset terlihat bahwa peran pupuk kandang mampu meningkatkan C-organik, KTK tanah, unsur mikro dan melepaskan jerapan fosfat. Sedangkan peran <em>fly ash</em> mampu meningkatkan silika, pH tanah, unsur mikro dan melepaskan jerapan fosfat. Dengan demikian perlu penggunaan bahan organik dan <em>fly ash</em> secara bersamaan untuk perbaikan kondisi tanah kedepannya.</p>
<p>Demikianlah berita ini dapat admin informasikan semoga ada manfaatnya. Tidak lupa admin menyampaikan permohonan maaf kepada penyelenggara seminar dan narasumber apabila ada yang tidak tepat di dalam penyampaian berita ini.</p>
<p style="padding-left: 40px;">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2024/03/28/seminar-teknologi-budidaya-spesifik-agroekodistem-untuk-mendongkrak-produksi-bawang-merah-di-dataran-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wajib Baca Ini! Berikut Cara Menggunakan Internet Secara Cerdas dan Aman</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2024/03/27/menggunakan-internet-secara-cerdas-dan-aman/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2024/03/27/menggunakan-internet-secara-cerdas-dan-aman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2024 21:13:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=4915</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Umi Riadatul Munasaroh Hampir 4 tahun lamanya banyak kerjaan yang sudah bisa dikerjakan di rumah atau biasa disebut sebagai WFH, apalagi setelah melewati COVID-19 yang terjadi beberapa tahun lalu kemudian membuat internet dijadikan sebagai alat utama untuk mencari uang. Mulai dari belajar, bermain, bekerja, hingga kegiatan lain bisa dilakukan di rumah jika ada internet. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Umi Riadatul Munasaroh</p>
<figure id="attachment_4936" aria-describedby="caption-attachment-4936" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-4936" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240328_041044.png" alt="" width="500" height="333" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240328_041044.png 900w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240328_041044-300x200.png 300w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240328_041044-768x512.png 768w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240328_041044-416x277.png 416w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /><figcaption id="caption-attachment-4936" class="wp-caption-text">Ilustrasi bekerja dengan internet</figcaption></figure>
<p>Hampir 4 tahun lamanya banyak kerjaan yang sudah bisa dikerjakan di rumah atau biasa disebut sebagai WFH, apalagi setelah melewati COVID-19 yang terjadi beberapa tahun lalu kemudian membuat internet dijadikan sebagai alat utama untuk mencari uang.<br />
Mulai dari belajar, bermain, bekerja, hingga kegiatan lain bisa dilakukan di rumah jika ada internet. Nah, apa kamu tahu hanya dengan menggunakan internet saja semua kegiatan sudah bisa dilakukan dengan mudah.<br />
Namun, kamu juga harus tetap waspada dengan adanya internet yang semakin mudah didapatkan karena akan banyak informasi yang tidak valid dan rentan untuk orang lain mengutak-atik akun pribadi milikmu dengan mudah.<br />
Agar kamu terhindar dari kelicikan tersebut kamu wajib baca artikel ini karena akan membagikan cara menggunakan internet dengan cerdas dan aman.<br />
1. Jangan Sebar Rumor<br />
Internet semakin mudah didapatkan tentu informasi di internet akan sangat banyak dan beragam, mulai dari informasi yang bermanfaat hingga yang merusak nalar dan juga mental kita. Oleh sebab itu, ajaklah orang terdekat untuk menghindari menyebarkan rumor yang menyakitkan buat orang lain.<br />
Mungkin bagi dirinya terlihat seperti lelucon tapi bagi yang melihat atau merasakannya bisa jadi akan sangat menyakitkan, bahkan jika tidak hati-hati akan menimbulkan hal yang lebih buruk lagi, seperti pencemaran nama baik hingga terjadinya kekerasan.<br />
2. Tunjukkan Perilaku Baik di Dunia Maya<br />
Hal kedua yang bisa kamu lakukan adalah dengan menunjukkan perilaku baik di dunia maya karena dengan berperilaku baik tentu akan memberi dorongan kepada orang laik untuk menekan tombol suka pada fitur sosial media yang ada.<br />
Setelah itu, berikan pengetahuan kepada orang lain bahwa dengan menggunakan internet seringkali kita akan menemukan perilaku cyberbullying. Oleh karena itu, beritahu orang lain agar terhindar dari praktek semacam ini, seperti pengetahuan tentang undang-undang hingg dampak yang akan terjadi.<br />
3. Periksa Pengaturan Akun dan Kata Sandi<br />
Kebanyakan orang pengguna internat bakalan membuat kata sandi yang simpel dan mudah di hack orang, seperti tahun kelahiran, angka urut, hingga angka yang sama dan diulang. Tentu itu akan sangat merugikan kita karena dengan membuat kata sandi yang mudah, orang lain bakalan dengan mudah mengetahui sosial media kita hingga semua yang ada dalam aplikasi hp kita.<br />
Maka dari itu, mulai sekarang beri tahu orang lain untuk membuat kata sandi yang susah dan tidak mudah diketahui orang, setelah itu simpan kata sandi itu dan jangan di share ke orang lain termasuk orang terdekat kita.<br />
4. Verifikasi Berita Sebelum di Share<br />
Biasanya warga negara Indonesia saat mendapatkan informasi yang sedang hangat-hangatnya selalu langsung di share tanpa baca terlebih dahulu, benar berita tersebut akuran atau tidak. Padahal kita belum tahu apakah berita tersebut berhubungan dengan orang lain atau tidak.<br />
Nah, oleh karena itu mulai sekarang sebelum membagikan berita pastikan terlebih dahulu apakah berita tersebut bermanfaat atau merugikan untuk orang lain.<br />
Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2024/03/27/menggunakan-internet-secara-cerdas-dan-aman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Efektif Mengajar Anak SD yang Super Ampuh, Praktekan Cara Ini</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2024/03/22/cara-efektif-mengajar-anak-sd-yang-super-ampuh-praktekkan-cara-ini/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2024/03/22/cara-efektif-mengajar-anak-sd-yang-super-ampuh-praktekkan-cara-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Mar 2024 08:21:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=4515</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Umi Riadatul Munasaroh Anak-anak yang sudah menempuh pendidikan sekolah dasar atau SD sudah mulai bisa berpikir secara logis namun masih ada sisi lain yang masih sangat membutuhkan stimulus bermain dan bergerak yang dipantau oleh orang tuanya. Biasanya anak-anak yang sedang menempuh sekolah dasar (SD) sangat membutuhkan pendidikan yang bisa menggunakan metode pendekatan kepada anak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Umi Riadatul Munasaroh</strong></p>
<p>Anak-anak yang sudah menempuh pendidikan sekolah dasar atau SD sudah mulai bisa berpikir secara logis namun masih ada sisi lain yang masih sangat membutuhkan stimulus bermain dan bergerak yang dipantau oleh orang tuanya.<br />
Biasanya anak-anak yang sedang menempuh sekolah dasar (SD) sangat membutuhkan pendidikan yang bisa menggunakan metode pendekatan kepada anak yang lebih besar.<br />
Tentunya sebagai guru SD menjadi tantangan terbesar karena kita harus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus efektif agar anak-anak didiknya bisa menangkap materi yang diajarkan dengan baik.<br />
Mengajar anak SD tentu membutuhkan kreativitas dan inovasi baru dalam memilih metode mengajar yang tepat agar bisa diterima baik oleh siswanya.<br />
Berikut ini beberapa cara efektif untuk mengajar anak SD agar bisa ditangkap dengan baik.<br />
1. Sambil Bermain<br />
Mendidik anak yang masih menempuh pendidikan dasar tentu kita harus mengerti bahwa salah satu karakteristik anak SD adalah cepat merasa bosan, apalagi jika harus duduk diam dan mendengarkan guru menjelaskan materi.<br />
Anak SD cenderung lebih senang bermain dan bergerak bebas maka dari itu, salah satu cara mengajarkan anak SD yang efektif adalah dengan mengajak mereka belajar sambil bermain agar tidak cepat bosan dan lebih menangkap materi yang diterima.<br />
2. Belajar Bersama Teman<br />
Belajar bersama teman tentu menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengajar anak SD, karena mereka cenderung lebih suka belajar bersama teman.<br />
Dengan belajar kelompok, tentu anak-anak bisa saling membentu memahami materi yang belum bisa ditanggap oleh memaparan materi guru. Dengan begitu mereka juga bisa berdiskusi dan bertukar pendapat untuk mengerjakan tugas dengan interaksi positif dalam belajar bersama teman.<br />
Cara tersebut tentu akan membagun semangat anak untuk lebih giat belajar.<br />
Peran guru di sini adalah membimbing jalannya diskusi belajar kelompok dan juga memastikan semua anggota ikut dalam jalannya belajar.<br />
3. Membuat Catatan Penting<br />
Anak SD cenderung memiliki daya ingat yang masih terbatas sehingga mereka cepat lupa dengan apa yang sudah dipelajari oleh karena itu kita bisa membantunya dengan membuat catatan penting di setiap kesimpulan materi.<br />
Selesai menjelaskan materi beri kesempatan kepada anak-anak untuk mencatat poin penting dari materi yang sudah disampaikan.<br />
Catatan seperti ini nantinya bisa ditempel di dinding kelas, lemari es, atau kamar tidur mereka. Dengan begitu anak-anak bisa membaca ulang dan memahami materi yang sudah disampaikan.<br />
4. Ajak Anak Berkomunikasi dan Pertukar Pendapat<br />
Cara lain mengajarkan rasa belajar anak-anak adalah dengan cara menumbuhkan cara berkomunikasi aktif dan menyuarakan pendapat agar makin bisa masuk ke dalam otak.<br />
Anak SD perlu dilatih untuk berani berbicara dan mengemukakan gagasannya sendiri, sesekali juga harus membuka kesempatan bagi mereka untuk bertanya atau juga berbagi pengalaman terkait materi yang sudah dipaparkan. Doronglah anak-anak untuk mejawab pertanyaan agar mereka saling bertukar pikiran.<br />
Itulah beberapa cara yang harus dilakukan untuk menumbuhkan rasa belajar anak SD meningkat dan makin semangat untuk belajar.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2024/03/22/cara-efektif-mengajar-anak-sd-yang-super-ampuh-praktekkan-cara-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengkajian Beberapa Metode Rekomendasi Pemupukan Padi Sawah (Studi Kasus)</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2024/03/19/pengkajian-beberapametode-rekomendasi-pemupukan-padi-sawah-studi-kasus/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2024/03/19/pengkajian-beberapametode-rekomendasi-pemupukan-padi-sawah-studi-kasus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2024 08:20:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=3892</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Winardi Khatib Abstract Currently, there are several recommended methods of fertilization for lowland rice. These recommendations are issued by several agencies or institutions, including: IRRI (Internasional Rice Reasearch Institute), Agency of Agricultural Research and Development (AARD), Assessment Institute for Agricultural Technology (AIAT) and others. In order to determine the effectiveness of the recommended method of [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Winardi Khatib</p>
<figure id="attachment_3927" aria-describedby="caption-attachment-3927" style="width: 947px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3927" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240320_061039.jpg" alt="" width="947" height="697" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240320_061039.jpg 990w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240320_061039-300x221.jpg 300w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240320_061039-768x566.jpg 768w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240320_061039-416x306.jpg 416w" sizes="(max-width: 947px) 100vw, 947px" /><figcaption id="caption-attachment-3927" class="wp-caption-text">Ilustrasi pertanaman padi sawah</figcaption></figure>
<p><strong>Abstract</strong></p>
<p>Currently, there are several recommended methods of fertilization for lowland rice. These recommendations are issued by several agencies or institutions, including: IRRI (Internasional Rice Reasearch Institute), Agency of Agricultural Research and Development (AARD), Assessment Institute for Agricultural Technology (AIAT) and others.</p>
<p>In order to determine the effectiveness of the recommended method of fertilization for lowland rice, a field application test study has been carried out in Jawi-Jawi Village, Gunung Talang District, Solok Regency in 2015.</p>
<p>The object of this research is the Cisokan variety which is planted in irrigated rice fields and intensive plant maintenance. Fertilizer recommendations use four methods (KATAM, IRRI/BALITPA, West Sumatra BPTP, Soil Analysis) and the Farmer&#8217;s method as a control.</p>
<p>The grain produced by the four methods varied from 7.1 to 8.4 ton per hectare, which is higher than that of farmers (6.0 ton per hectare). The author tends to prioritize the selection of methods, namely: the first priority: IRRI/BALITPA, the second priority: KATAM and the third priority: BPTP.</p>
<p><strong>Abstrak</strong></p>
<p>Dewasa ini telah tersedia beberapa metode rekomendasi pemupukan untuk padi sawah. Rekomendasi tersebut dikeluarkan oleh beberapa intansi atau lembaga, antara lain: IRRI/BALITPA, Badan Litbang Pertanian, BPTP dan lain-lain.</p>
<p>Guna mengetahui efektivitas metode rekomendasi pemupukan untuk padi sawah maka telah dilakukan pengkajian ujiterap lapangan di Desa Jawi-Jawi, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok pada tahun 2015.</p>
<p>Objek penelitian menggunakan varitas Cisokan yang ditanam pada sawah irigasi dan pemeliharaan tanaman secara intensif. Rekomendasi pemupukan menggunakan empat metode (KATAM, IRRI/BALITPA, BPTP Sumbar, Analisis Tanah) dan cara Petani sebagai kontrol.</p>
<p>Gabah yang dihasilkan dari empat metode bervariasi dari 7,1 hingga 8,4 ton per hektar, yaitu lebih tinggi dari petani (6,0 ton per hektar). Penulis cenderung membuat prioritas pemilihan metode, yaitu: prioritas pertama: IRRI/BALITPA, prioritas kedua: KATAM dan prioritas ketiga: BPTP</p>
<p><b>I. Pendahuluan</b></p>
<p>Tidak banyak kalangan yang mengetahui berapa dosis yang tepat untuk suatu petakan sawah. Hal tersebut disebabkan oleh karena masih rendahnya tingkat pengetahuan kebanyakan petani. Disamping itu masih terbatas pula informasi mengenai lahan pertanian.</p>
<p>Dewasa ini telah tersedia beberapa metode rekomendasi pemupukan padi sawah. Rekomendasi tersebut dikeluarkan oleh beberapa intansi atau lembaga, antara lain: IRRI/BALITPA, Badan Litbang Pertanian, BPTP dan lain-lain. Selain itu rekomendasi pemupukan bisa juga dikeluarkan dari hasil analis tanah di laboratorium.</p>
<p>Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan pengalaman pengkajian beberapa metode rekomendasi pemupukan padi sawah. Pengalaman ini sewaktu penulis masih bekerja sebagai peneliti di BPTP Sumbar. Sebelum masuk kepengalaman dimaksud terlebih dahulu dikemukan penjelasan ringkas dari metode yang dikaji, yaitu seperti di bawah ini.</p>
<p><strong>II. Beberapa Rekomendasi Pemupukan </strong></p>
<p><strong>1. IRRI/BALITPA</strong></p>
<p>IRRI, badan penelitian padi internasional bekerjasama dengan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BALITPA) dari Kementerian Pertanian RI telah mengeluarkan rekomendasi pemupukan padi sawah di Indonesia. Rekomendasi didasarkan kepada kondisi tanah, iklim dan pengelolaan lahan sawah. Dengan demikian rekomendasi pemupukan dapat diberikan untuk setiap petakan sawah.</p>
<p>Rekomendasi pemupukan ditujukan untuk lokasi sawah setempat (spesifikasi lokasi) makanya dikenal juga dengan nama PHSL (Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi). Untuk mendapatkan rekomendasi bisa menelusuri web:</p>
<p>webapps.irri.org/id/lkp/ Halaman muka situs web seperti pada gambar 1.</p>
<figure id="attachment_3797" aria-describedby="caption-attachment-3797" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3797" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2021/11/IMG_20240317_141051.jpg" alt="" width="650" height="586" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2021/11/IMG_20240317_141051.jpg 1080w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2021/11/IMG_20240317_141051-300x271.jpg 300w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2021/11/IMG_20240317_141051-1024x923.jpg 1024w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2021/11/IMG_20240317_141051-768x693.jpg 768w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2021/11/IMG_20240317_141051-416x375.jpg 416w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption id="caption-attachment-3797" class="wp-caption-text">Gambar 1. Halaman depan situsweb: webapps.irri.org/id/lkp/</figcaption></figure>
<h5></h5>
<p><strong>2. KATAM</strong></p>
<p>KATAM (Kalender Tanam) adalah upaya penelitian dan pengkajian di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian RI dengan situs web: katam.litbang.pertanian.go.id. Hasil penelitian dan pengkajian melalui situs web merekomendasikan musim dan jadwal tanam lahan sawah untuk padi dan palawija (jagung dan kedelai) untuk seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>Selain musim dan jadwal tanam dalam perkembangannya KATAM juga  merekomendasikan faktor produksi lain termasuk pemupukan. Rekomendasi pemupukan padi sawah dikeluarkan untuk tingkat kecamatan. Dalam perkembangan tersebut KATAM menjelma menjadi KATAM TERPADU MODERN. Untuk mendapatkan rekomendasi pupuk lahan sawah bisa menelusuri web situs di atas. Halaman depan situs web seperti terlihat pada Gambar 2.</p>
<figure id="attachment_3929" aria-describedby="caption-attachment-3929" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3929" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240320_040424.jpg" alt="" width="650" height="488" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240320_040424.jpg 988w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240320_040424-300x225.jpg 300w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240320_040424-768x577.jpg 768w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240320_040424-416x312.jpg 416w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption id="caption-attachment-3929" class="wp-caption-text">Gambar 2. Halaman depan situsweb: katam.litbang.pertanian.go.id</figcaption></figure>
<p><strong>3. BPTP Sumbar</strong></p>
<p>Pada Tahun 2011 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumbar dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian RI telah mengeluarkan rekomendasi pemupukan padi sawah untuk 313 kecamatan di Sumatera Barat. Rekomendasi pemupukan tersebut sebagai komponen teknologi dalam rangka mendukung kegiatan SL-PTT (Sekolah Lapangan-Pengelolaan Tanaman Terpadu) Padi Sawah.</p>
<p>Rekomendasi pemupukan diperoleh dari pengalaman melakukan percobaan lapangan. Rekomendasi pemupukan tersebut dihimpun dalam buku seperti Gambar 3. Informasi pustaka buku adalah: Anonymous. 2011. Rekomendasi Inovasi Teknologi Spesifik Lokasi PTT Padi Sawah Mendukung P2BN di Sumatera Barat. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian.</p>
<figure id="attachment_3932" aria-describedby="caption-attachment-3932" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3932" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240320_040506.jpg" alt="" width="650" height="886" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240320_040506.jpg 979w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240320_040506-220x300.jpg 220w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240320_040506-751x1024.jpg 751w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240320_040506-768x1046.jpg 768w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240320_040506-416x567.jpg 416w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption id="caption-attachment-3932" class="wp-caption-text">Gambar 3. Buku Rekomendasi Inovasi Teknologi Spesifik Lokasi PTT Padi Sawah Mendukung P2BN di Sumatera Barat.</figcaption></figure>
<p><strong>4. Analisis tanah</strong></p>
<p>Dari data analisis tanahpun di laboratorium bisa pula dibuat rekomendasi pemupukan padi sawah, yaitu berdasarkan ketersediaan unsur hara. Ketersediaan unsur hara tersebut dibandingkan dengan kebutuhan hara tanaman. Kalau memang diperlukan tambahan hara maka tambahan tersebut dikonversi kedalalam bentuk pupuk.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2024/03/19/pengkajian-beberapametode-rekomendasi-pemupukan-padi-sawah-studi-kasus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inovasi Teknologi Budidaya Kedelai Untuk Peningkatan Hasil</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2024/03/19/inovasi-tekonlogi-budidaya-kedelai-untuk-peningkatan-hasil/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2024/03/19/inovasi-tekonlogi-budidaya-kedelai-untuk-peningkatan-hasil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2024 06:31:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=3863</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Winardi Khatib Kedelai merupakan komoditas penting di Indonesia. Kebutuhan kedelai untuk bahan pangan adalah 2,6 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut baru 1/3 bagian terpenuhi oleh produksi kedelai nasional. Sisanya masih diimpor dari luar negeri. Produktivitas kedelai di Indonesia masih tergolong rendah, yaitu sekitar 1, 2 ton per hektar. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Winardi Khatib</p>
<figure id="attachment_3865" aria-describedby="caption-attachment-3865" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3865" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240319_132452.jpg" alt="" width="650" height="486" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240319_132452.jpg 984w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240319_132452-300x224.jpg 300w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240319_132452-768x574.jpg 768w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240319_132452-416x311.jpg 416w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption id="caption-attachment-3865" class="wp-caption-text">Ilustrasi pertanaman kedelai</figcaption></figure>
<p><strong>Kedelai</strong> merupakan komoditas penting di Indonesia. Kebutuhan kedelai untuk bahan pangan adalah 2,6 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut baru 1/3 bagian terpenuhi oleh produksi kedelai nasional. Sisanya masih diimpor dari luar negeri.</p>
<p>Produktivitas kedelai di Indonesia masih tergolong rendah, yaitu sekitar 1, 2 ton per hektar. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kurangnya ketersediaan benih bermutu dan rendahnya kesuburan sebagian lahan.</p>
<p>Potensi produktivitas kedelai bisa ditingkatkan menjadi 2 ton per hektar bahkan lebih apabila menerapkan teknologi budidaya dengan baik. Dalam hal ini Badan Litbang Pertanian telah banyak berkontribusi. Apa saja teknologi budidaya tersebut akan diuraikan di bawah ini.</p>
<p><strong>1. Benih Bermutu dan Varietas Unggul.</strong></p>
<p>Benih bermutu sangat menentukan dalam usahatani kedelai. Benih yang digunakan hendaklah benih yang telah lulus proses sertifikasi. Benih bermutu mengasilkan tanaman yang sehat dan seragam. Persyaratan benih yang digunakan adalah: daya tumbuh diatas 85 %, bernas, bersih dari kotoran dan tidak tercampur biji tanaman lain. Dianjurkan menggunakan benih yang baru dan menghindari benih yang telah disimpan lebih dari 3-4 bulan. Kebutuhan benih adalah sekitar 40 kg per hektar.</p>
<p>Benih yang digunakan dipilih dari varietas unggul atau varietas yang telah dianjurkan. Pemilihan varietas hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, seperti ada yang menyukai kedelai berbiji besar, sedang atau kecil. Pemilihan varietas dapat pula berdasarkan kesesuaian dengan agroekosistem, seperti lahan kering, lahan sawah dan pasang surut.</p>
<p>Varietas unggul baru (VUB) merupakan varietas yang baru dilepas oleh pemerintah dan biasanya berdaya hasil tinggi, tahan terhadap hama penyakit utama atau tahan terhadap lingkungan setempat serta memiliki sifat khusus (misalnya berukuran biji kecil sedang atau besar). Beberapa contoh VUB antara lain Grobogan, Anjasmoro, Argo Mulyo, Gepak Kuning dan Detam 1.</p>
<p><strong>2. Penyiapan Lahan.</strong></p>
<p>Pada lahan kering dilakukan pengolahan tanah sempurna, yaitu dibajak dua kali dan digaru atau perataan tanah satu kali. Sedangkan pada lahan sawah yang baru dipanen dilakukan tanpa olah tanah (TOT) namun jerami perlu dipotong pendek dan disebar rata dipermukaan tanah. Jerami tersebut bermanfaat untuk menjaga kelembaban tanah, menekan pertumbuhan gulma dan mencegah lalat kacang.</p>
<p>Suatu hal yang penting juga untuk keberhasilan pertanaman kedelai adalah pembuatan saluran drainase.  Hal tersebut berguna untuk membuang air tanah yang berlebih atau untuk mengalirkan air pada musim hujan. Saluran tersebut juga dapat digunakan untuk pengairan apabila terjadi kekeringan, yaitu pada lahan  yang memiliki sumber air pengairan. Saluran dibuat di sekeliling dan di dalam petakan. Jarak saluran di dalam petakan sekitar 3 m, yaitu dengan lebar dan dalam 20 cm.</p>
<p>Untuk lahan kering masam perlu dilakukan perbaikan (ameliorasi) lahan untuk menurunkan kejenuhan Aluminium yang meracun tanaman serta meningkatkan kemasaman (pH) tanah. Bahan amelioran yang digunakan biasanya kapur pertanian (Dolomit atau Kalsit). Kapur dicampur dengan tanah sewaktu pengolahan tanah terakhir. Jumlah kapur yang diberikan untuk lahan dengan pH 5,0; 5,3; dan 5,6 secara berturut-turut adalah 2,0; 1,0; dan 0,5 ton per hektar.</p>
<p>Bahan organik berupa residu tanaman, pupuk hijau atau pupuk kandang bermanfaat untuk memperbaiki kesuburan tanah baik secara fisik, kimia dan biologi. Apabila bahan organik cukup tersedia maka bahan tersebut bisa diberikan 5 ton per hektar untuk pertumbuhan tanaman yang optimal. Bahan organik diberikan bersamaan dengan kapur, yaitu sewaktu pengolahan tanah terakhir.</p>
<p><strong>3. Penanaman </strong></p>
<p>Bertanam kedelai hendaknya disesuaikan dengan musim. Tanam tepat waktu bertujuan untuk menghindari pertanaman dari kendala kekeringan atau kebanjiran.  Untuk memeperoleh mutu biji dan benih yang baik perlu diupayakan panen pada saat cuaca cerah.</p>
<p>Sebelum bertanam pastikan permukaan tanah  rata dan gembur. Rencanakan populasi tanaman 350.000 hingga 50.000 tanaman per hektar. Buat jarak antar baris 40 cm dan jarak tanam dalam baris 10 cm, setiap lobang diisi 2-3 biji. Populasi tersebut merupakan pulasi tanaman optimal. Namun bila musim hujan (MH)  jarak  tanam dapat diperlebar dan sebaliknya musim kemarau (MK) jarak tanam dipersempit.</p>
<p>Bertanam dilakukan dengan cara tugal, yaitu dengan kedalaman  3 cm. Bersamaan menanamkan benih disetiap lobang ditambahkan sejumput insektisida butiran untuk pencegah semut atau serangga pemakan benih. Terakhir lobang tanaman ditutup dengan tanah halus. Pada tanah yang pertama kali ditanami kedelai, benih perlu dicampur dengan rhizobium, serperti Rhizoplus dan Legin. Apabila rhizobium tidak tersedia dapat menggunakan tanah bekas pertanaman kedelai yang ditebar pada baris tanam.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2024/03/19/inovasi-tekonlogi-budidaya-kedelai-untuk-peningkatan-hasil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peyusunan Peta Pewilayahan Komoditas Pertanian Skala 1:50.000</title>
		<link>https://winardivision.org/blog/2024/03/15/peyusunan-peta-perwilayahan-komoditas-pertanian-skala-150-000/</link>
					<comments>https://winardivision.org/blog/2024/03/15/peyusunan-peta-perwilayahan-komoditas-pertanian-skala-150-000/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Winardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Mar 2024 01:46:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Peta ZAE]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://winardivision.org/?p=3188</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Winardi Khatib I. Pendahuluan  Pembangunan pertanian pada dasarnya adalah upaya untuk meningkatkan kualitas hidup petani yang dicapai melalui strategi investasi dan kebijakan pengembangan profesional dan produktivitas tenaga kerja pertanian, pengembangan prasarana dan sarana ekonomi, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi disertai dengan penataan dan pengembangan kelembagaan pedesaan. Namun pembangunan pertanian ke depan dihadapkan pada berbagai tantangan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Winardi Khatib</p>
<p><strong>I. Pendahuluan </strong></p>
<p>Pembangunan pertanian pada dasarnya adalah upaya untuk meningkatkan kualitas hidup petani yang dicapai melalui strategi investasi dan kebijakan pengembangan profesional dan produktivitas tenaga kerja pertanian, pengembangan prasarana dan sarana ekonomi, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi disertai dengan penataan dan pengembangan kelembagaan pedesaan. Namun pembangunan pertanian ke depan dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain pemenuhan kecukupan pangan, persaingan pasar global, penyediaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas angkatan kerja serta optimasi pemanfaatan  dan pelestarian suberdaya alam yang ada (Amin, 1994).<br />
Sejalan dengan pemikiran di atas maka penting untuk diupayakan bentuk pertanian yang berorientasi agribisnis yang mempunyai berbagai ciri, yaitu pertanian yang maju, tangguh, efisien dan berkelanjutan.  Untuk mewujudkan pertanian yang dimaksud maka di setiap wilayah terutama tingkat kabupaten/kota dilakukan upaya penggunaan lahan secara optimal. Optimasi penggunaan lahan akan dapat dicacapai melalui alokasi penggunaan lahan yang tepat sekaligus melakukan pengendalian di dalam penggunaannya.  Untuk mencapai sasaran tersebut perlu terlebih dahulu dilakukan identifikasi dan karakterisasi sumberdaya lahan yang ada.<br />
Meningkatnya kebutuhan lahan untuk berbagai keperluan termasuk untuk produksi bahan pangan, serat dan papan serta tekanan penduduk yang besar dalam pertumbuhan ekonomi dan industri berdampak timbulnya kompetisi penggunaan lahan di berbagai sektor  termasuk sektor pertanian. Hal ini menekankan perlunya perencanaan dan pengelolaan sumberdaya lahan yang rasional dan berkelanjutan sesuai dengan daya dukungnya. Dengan demikian, informasi geospasial sumberdaya lahan yang akurat sangat diperlukan sebagai informasi dasar untuk mendukung perencanaan penggunaan lahan yang berkelanjutan, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan.<br />
Sistem pertanian berkelanjutan dapat terwujud apabila sumberdaya lahan dipergunakan untuk sistem pertanian yang tepat dengan cara pengelolaan yang sesuai. Apabila lahan tidak digunakan dengan tepat, produktivitas akan cepat menurun dan ekosistem menjadi terancam kerusakan. Penggunaan lahan yang tepat tidak hanya menjamin bahwa lahan memberi manfaat untuk pemakai masa kini tetapi juga menjamin bahwa sumberdaya lahan ini bermanfaat untuk generasi penerus di masa yang akan datang secara berkelanjutan (Amien 1994).<br />
Sejak awal tahun tahun 2000-an Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanain telah menyusun peta Zona Agro-Ekologi (ZAE) yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi dan karakterisasi sumberdaya lahan pertanian pada skala 1:250.000 dan skala 1:50.000. Jenis peta yang pertama dimaksudkan untuk perencanaan wilayah yang lebih luas yaitu tingkat regional/propinsi. Sedangkan jenis peta kedua dimaksudkan untuk wilayah kabupaten/kota. Pendekatan ZAE dapat digunakan untuk perencanaan, pengelolaan dan monitoring sumberdaya lahan, seperti untuk inventarisasi potensi sumberdaya lahan, inventarisasi tipe penggunaan lahan (land utilization type), sistem produksi, kesesuaian lahan, evaluasi produktivitas lahan dan lain-lain.<br />
Tulisan ini adalah upaya penulis dalam hal: a) Memperkenalkan peta pewilayahan komoditas pertanian berdasarkan ZAE; b). Menyampaikan pengalaman penulis dalam penyusunan dan penggunaan peta ZAE; dan c). Menyampaikan prosedur penyusunan peta ZAE secara ringkas. Tulisan sederhana ini Penulis sumbangkan kepada Fakultas Pertanian, Universitas Andalas beserta seluruh almamater sekaitan menyongsong Dies Natalis ke 68 yang jatuh pada tanggal 30 November 2022. Harapan penulis semoga konsep pewilayahan komoditas pertanian berdasarkan Zona Agro-Ekologi bisa menjadi acuan dalam pengembangan pertanian ke depan.</p>
<p><strong>II. Penyusunan Peta Pewilayahan Komoditas</strong> <strong>Pertanian </strong></p>
<p>Peta pewilayahan komoditas pertanian yang dimaksud disini adalah peta zona agro-ekologi (ZAE) skala 1:50.000. Untuk menyusun peta tersebut dibutuhkan lima tahap, yaitu: 1). Persiapan; 2). Penyusunan peta analisis; 3). Survei lapangan; 4). Pengolahan data dan evaluasi lahan; dan 5). Penyusunan peta pewilayahan komoditas pertanian. Penyusunan peta secara ringkas seperti akan disampaikan di bawah ini. Bagi yang berminat untuk mempelajari lebih lanjut dapat kiranya mencari bahan bacaan atau informasi  dari literatur yang dilampirkan pada Daftar Pustaka.</p>
<p><strong>A. Persiapan</strong></p>
<p>Persiapan yaitu berupa pengumpulan atau pengadaan bahan dan alat berupa peta dasar, peta tematik, alat dan bahan survei lapangan, ATK dan komputer beserta perangkat lunak yang dibutuhkan. Bahan laporan atau referensi tentang wilayah yang akan dipetakan   sedapat mungkin dikumpulkan sebelum kegiatan dimulai (Winardi, 2007).<br />
Jenis peta yang perlu dipersiapkan untuk pembuatan peta satuan lahan analisis antara lain: a). Peta RBI digital skala 1:50.000 sebagai peta dasar, b). Peta tematik, seperti: peta DEM/kontur resolusi 30 m yang sudah mempunyai proyeksi sama dengan Peta RBI, peta tanah tinjau (skala 1:250.000) digital bersama tabel legendanya dari Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, peta geologi, peta batas administrasi dari BPS dan citra satelit. Selain itu diperlukan pula peta-peta penunjang, seperti peta penggunaan lahan dari BPN, peta sebaran sawah dari Kementerian Pertanian, peta kawasan hutan dan peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dari kabupaten/kota (Anonymous, 2001). Berbagai bahan peta yang dibutuhkan untuk membuat peta satuan lahan analisis dapat dilihat pada Gambar 1.</p>
<figure id="attachment_3409" aria-describedby="caption-attachment-3409" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3409" src="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240316_063154-2.jpg" alt="" width="650" height="451" srcset="https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240316_063154-2.jpg 658w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240316_063154-2-300x208.jpg 300w, https://winardivision.org/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240316_063154-2-416x289.jpg 416w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption id="caption-attachment-3409" class="wp-caption-text">Gambar 1.  Berbagai bahan peta yang digunakan untuk interpretasi peta satuan lahan analisis (Sumber: Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, 2014).</figcaption></figure>
<p>Satu paket bahan kimia juga diperlukan untuk analisis contoh tanah secara laboratorium. Untuk penetapan pH tanah di lapangan dibutuhkan kertas Lakmus. Diperlukan pula kantong plastik ukuran 1-2 kg untuk contoh tanah yang diambil di lapangan. Untuk mengumpulkan data pokok wilayah, iklim, sosial ekonomi, pertanian, prasarana/infrastruktur wilayah diperlukan sumber data berupa Kabupaten atau Kecamatan Dalam Angka dan laporan atau bahan referensi lain yang berkaitan dengan objek penelitian. Selain itu diperlukan alat tulis kantor (ATK) untuk kelancaran penelitian/pengkajian (Anonymous, 2001).<br />
Seperangkat komputer yang diperlukan memiliki spesifikasi minimum sebagai berikut: (a) Hardwere (PC Pentium Intel, RAM 64 MB, HD 2 GB atau lebih besar; (b) Software (Sistem operasi Windows 2007, Microsoft Office, ArcView, ArcGIS, SAGA-GIS, Global Mapper, Sistem Penetapan Kesesuaian Lahan (SPKL) versi 2.0. Peralatan lapang yang dibutuhkan antara lain: bor tanah Belgia, pisau lapang, sekop/alat penggali tanah, Buku Muncell Soil Colour Charts, pH truogh, GPS, kompas, abney level, altimeter, loupe, meteran baja, form isian data lapangan serta petunjuknya, buku klasifikasi tanah, sepatu lapangan, topi lapangan, kamera, buku catatan dan lain-lain (Anonymous, 2013).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://winardivision.org/blog/2024/03/15/peyusunan-peta-perwilayahan-komoditas-pertanian-skala-150-000/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 48/315 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: winardivision.org @ 2025-02-06 22:54:16 by W3 Total Cache
-->